Video Kekerasan Siswi SMKN 4 Kejadian Bulan Agustus

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 363

Video Kekerasan Siswi SMKN 4 Kejadian Bulan Agustus
Ilustrasi.
PONTIANAK, SP – Kasatreskim Polresta Pontianak, Kompol Husni mengatakan video kekerasan siswi SMKN 4 Pontianak yang viral sejak Kamis (14/12) malam di media sosial, terjadi pada 15 Agustus 2018. Namun muncul ke publik setelah rekan korban dibuat sakit hati oleh pelaku. Keterangan itu didapat setelah Unit Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pontianak mendatangi sekolah.  

“Satu orang yang meng-upload video tersebut ke media sosial sudah kita geser ke Mapolres dari sekolah tadi pagi,” kata Kompol Husni, Jumat (14/12).  

Selain berkoordinasi dengan pihak sekolah, kepolisian juga berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar. Saat diwawancara, Kompol Husni menjelaskan pelajar yang memviralkan tengah diinterogasi. Pihaknya pun mengamankan ponsel yang dipakai untuk mengunggah video tersebut.

“Pelaku melakukan penganiayaan ini karena kesal kepada korban, yang mana sempat disampaikan korban kepada rekan-rekannya. Sehingga saat bertemu dengan korban, melakukan aksi sebagaimana yang terekam di video,” terangnya.

Berjalannya waktu, kedua belah pihak sudah dimediasi oleh orang tua. Video itu lantas beredar dan viral lantaran rekan korban, juga sakit hati pada pelaku. Saat ini kasusnya sudah ditangani.  

Dia meminta warganet tidak menyebarluaskan video tersebut. Dampaknya akan buruk bagi mereka. Terlebih para siswi ini sudah berdamai.  

“Kedua orang tua juga sudah didatangkan ke Mapolresta Pontianak dan tidak ada masalah lagi. Keduanya kebetulan bertetangga. Ini juga terkait anak, jadi dikembalikan kepada orang tua,” katanya.  

Ayah korban, Daryanto bercerita dia tak tahu-menahu. Hanya Jumat siang, Polresta Pontianak menghubunginya dan mengatakan anaknya jadi korban pemukulan bulan Agustus lalu.  

“Kejadiannya itu saya juga kurang tahu, kata anak saya waktu mau diadakan gerak jalan. Kejadian jam 10,” kata Daryanto.  

Meski kecewa, dia menerima itikad baik keluarga pelaku.

“Walaupun ini masuk tindak kriminal, tapi alangkah baiknya sebagai orang tua yang bijak kita kembalikan pada orang tua masing-masing. Dan saya minta video itu tidak disebar lagi,” tambah Daryanto.

Ayah pelaku, Saiful Bahri menyampaikan permohonan maaf sebagai ayah dari pelaku. Dirinya mengatakan tidak tahu pasal masalah ini.

“Ini sampai dipanggil pun saya tidak tahu. Pas lihat videonya baru saya tahu,” kata Saiful Bahri.  

Ketika mengetahui duduk perkara, dia pun langsung memohon maaf pada orang tua korban. Dia berharap kejadian sama tak terulang.  

Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasana menyampaikan pihaknya masih mengambil keterangan baik dari pihak pelaku, korban, dan saksi-saksi. Meski memang sudah diselesaikan secara kekeluargaan.  

“Ini kan permasalahan anak di bawah umur, jadi kita mengambil keputusan yang terbaik semua untuk anak,” katanya.

Menurutnya masalah sudah selesai. Namun jika ada pihak yang kembali memviralkan, maka bisa ditindak dengan perkara pidana lain.

“Karena masih anak-anak, mungkin dia tidak berpikir panjang saat memviralkan video ini,” tutupnya. (din/bls)