Rabu, 20 November 2019


SMKN 4 Pontianak Uji Coba Prototipe Masa Depan Wisata Air Pontianak

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 612
SMKN 4 Pontianak Uji Coba Prototipe Masa Depan Wisata Air Pontianak

Ketua Alumni SMKN 4 Pontianak, M Ridwan mencoba motor amfibi yang tengah dikembangkan siswa SMKN 4 Pontianak di Sungai Jawi, Rabu (19/12).

Sebuah sepeda motor matik dengan sepasang kano biru di kanan-kiri melayar di Sungai Jawi, dekat Jembatan Gertak Satu, Rabu (19/12) sore. Pemandangan tak biasa itu buat penasaran pengguna jalan. Mereka berhenti dan merapatkan motor mendekati sungai.

Seperti lomba, semua mengeluarkan ponsel pintar. Gerak motor berkano yang pelan, mereka rekam. Senyum-senyum merekah, beberapa berceloteh ‘harusnya kendaraan itu bisa lebih cepat’.

Motor berkano itu disebut pembuatnya motor amfibi. Dibuat siswa-siswa SMKN 4 Pontianak dengan harapan jadi masa depan wisata air kota. Dikerjakan kurang lebih satu bulan secara ‘keroyokan’, inovasi tersebut akhirnya diluncurkan.

“Tapi ini masih mau didesain lebih maju,” ujar salah satu siswa SMKN 4 Pontianak yang terlibat dalam pembuatan motor amfibi, Muhammad Fajar.

Fajar berasal dari jurusan pengelasan. Inovasi yang dikerjakan memadukan keahlian siswa jurusan lain. Tak hanya lintas jurusan, penyelesaian motor amfibi turut dibantu alumni.

Kepala SMKN 4 Pontianak, Haryanto menjelaskan, motor amfibi merupakan karya inovatif yang muncul dari tantangan menciptakan produk nyata mendukung keunggulan daerah. Pontianak yang berjuluk ‘Kota 1.000 Parit’ menginspirasinya. Ide kasar itu lantas dipaparkan kepada para siswa dan mereka mengimplementasikannya jadi motor amfibi.

“Ini masih dalam uji coba, nanti akan dikembangkan lagi. Kalau sudah sempurna akan punya nilai tambah, khususnya di Pontianak, karena kita mendukung wisata air,” sebutnya.

Sejatinya ada banyak inovasi siswanya. Pihak sekolah memang mendukung kreativitas agar anak didik mereka siap terjun di industri. “Kalau sudah sempurna, akan kita bentuk banyak,” katanya.

Ketua Alumni SMKN 4, Muhammad Ridwan sempat mencoba motor amfibi tersebut. Ada beberapa catatan yang disampaikan. Namun inovasi tetap jadi hal yang membanggakan. Terlebih jika bisa diproduksi massal dan membuka lapangan pekerjaan.

“Perlu evaluasi. Untuk pengemudi memang kurang pas dalam berbelok, perlu evaluasi agar merasa aman dan nyaman dan ini terus kita dorong. Diharap ada inovasi lain yang diselaraskan dengan kebutuhan industri kecil menengah,” sebutnya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kalbar, Syafrudin berharap semua sekolah jadi pusat inovasi. Kreativitas yang dihasilkan sebisa mungkin mendukung pengembangan industri. Mutu dan kualitas harus dikedepankan agar kerja sama dengan industri bisa dibangun.

“Kita mendukung dengan memberikan dana pengembangan baik itu berasal dari APBD juga dari APBN,” sebutnya.

Selain itu, guru-guru terus dilatih demi meningkatnya kemampuan. Siswa pun diajar dengan metode yang sesuai perkembangan zaman. Terlebih menghadapi era industri 4.0 sekarang. (kristiawan balasa)