Polisi Ringkus Pengepul Gas Bersubsidi di Rasau Jaya

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 567

Polisi Ringkus Pengepul Gas Bersubsidi di Rasau Jaya
Polresta Pontianak saat gelar kasus penangkapan pengepul gas melon bersubdisi, Kamis (20/12). ISTIMEWA
PONTIANAK, SP - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pontianak, meringkus Yohanes Reni Amaina alias Yoni (35) atas tindakannya mengepul gas melon bersubsidi. Yohanes ditangkap di rumahnya di Jalan Sekunder C, Kecamatan Rasau Jaya, Kubu Raya, Rabu (18/12) malam.  

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol M Anwar Nasir mengatakan, penangkapan berawal dari kecurigaan warga terhadap satu unit pikap yang membawa gas bersubdisi tersebut. Setelah ditelusuri, ternyata mobil yang disopiri Yeremias Banusu itu, membawa 40 tabung gas subsidi.  

"Setelah diperiksa, ternyata tabung gas 3 kg yang diangkut tidak dilengkapi dokumen perizinan," kata Kombes Pol Muhammad Nasir Anwar, Kamis (19/12).  

Penyidikan lantas berkembang hingga ditangkapnya Yoni. Tabung gas itu dibeli tersangka dari PT PN. Harga per tabungnya Rp14.500 dan dijual kembali Rp19 ribu. 

Setiap minggu, Yoni bisa menjual 40 sampai 100 tabung gas, khusus untuk masyarakat miskin itu. Padahal, butuh dokumen perizinan sebagai syarat utama.  

“Kalau kita hitung sebulan, pelaku bisa meraup keuntungan kurang lebih Rp1,8 juta. Yang bersangkutan mengaku sudah delapan bulan menjalankan bisnis itu," katanya.

Yoni dijerat dengan pasal lex spesialis, Undang-Undang tentang Migas 52/2001, dengan ancaman hukuman maksimal di atas dua tahun penjara, dengan denda maksimal Rp30 miliar.

"Tersangka masih kita periksa selama 1x24 jam. Karena ini ancaman hukumannya di bawah tiga tahun, maka yang bersangkutan tidak kita lakukan penahanan," jelasnya.

Kendati demikian, Anwar memastikan, pihaknya akan mendalami demi penuntasan kasus.
 

"Tersangka bekerja sendiri. Dia menjual tabung gas itu di sekitar Rasau Jaya," pungkasnya.

Sales Executive LPG Pontianak, Sandy Rahardian mengapresiasi kepolisian yang menangkap oknum penyeleweng gas melon bersubdisi. Menurutnya, temuan ini titik cerah kondisi kelangkaan sekarang.
 

“Ini juga merupakan hasil dari tukar informasi kita, dan saya juga sudah dimintai keterangan apakah agen ini merupakan agen resmi atau bukan,” katanya.  

Pengawasan terus dilakukan bersama berbagai pihak guna menstabilkan kondisi gas. Pertamina sebagai penyedia berupaya memastikan, masyarakat mendapatkan gas subsidi itu. Masyarakat bisa mengadukan langsung ke Pertamina lewat nomor aduan di tiap agen.  

“Kita tetap komitmen memberikan tindakan tegas kepada agen penyalur gas 3 kilogram yang menyalahi aturan,” ucapnya.

Apabila menemukan kendala terkait elpiji subsidi mau pun layanan dan produk Pertamina lainnya, maka dapat disampaikan kepada call center Pertamina 1-500-000 atau melalui email [email protected] Bisa juga ke call center Ditjen Migas 1-500-335. (din/bls)