Klinik Digital Vokasi Komunikasi UI Ajak Pemuda Pontianak Lawan Hoax

Ponticity

Editor Mul Dibaca : 469

Klinik Digital Vokasi Komunikasi UI Ajak Pemuda Pontianak Lawan Hoax
Ketua Pdori Vokom UI, Devie Rahmawati menyerahkan piagam penghargaan kepada Shinse Lim Suriady, sebagai pembicara kehormatan. FOTO HUMAS
PONTIANAK, SP - Sedikitnya 120 peserta antusias mengikuti acara sosialisasi Literasi Media, Narkoba Digital dan Kejahatan Digital. Acara yang digagas Klinik Digital Vokasi Komunikasi (Vokom) Universitas Indonesia (UI) ini berlangsung Senin (17/12/2018) di tiga tempat di Kota Pontianak, yakni di Jambore Foto, PT Taspen dan PT Kemysantra.

Sejumlah pembicara ternama dihadirkan pada acara sosialisasi ini. Sebut saja Ketua Prodi Vokom UI, Dr Devie Rahmawati, M.Hum,CPR. Ada juga Kepala Lab Penyiaran Vokom, Amelita Lusia. Pengajar Praktik Vokom UI, Reska Herlambang dan menariknya, Founder Jambore Foto ikut hadir pada acara ini, yakni Lim Suriady.  

Adapun mereka yang mendapatkan pencerahan dari acara ini, teridiri dari pelajar tingkat SMA/sederajat, mahasiswa, ibu rumah tangga, pengusaha, petugas kesehatan, karyawan swasta dan masyarakat umum.   Ketua Prodi Vokom UI, Dr Devie Rahmawati mengatakan, hadirnya dunia digital di satu sisi menjadi berkah, di sisi lain bisa menjadi bencana bagi masyarakat.

Di sini, klinik digital hadir, dengan maksud untuk mensosialisasikan. Tujuannya sebagai upaya pengendalian penyebaran berita bohong (hoax), narkoba digital (pornografi, judi dan candu game) serta kejahatan digital (penipuan penyaluran dana, bullying dan sebagainya).  Kegiatan ini sendiri, kata Devie, merupakan seri ke 2, 3 dan 4 dari seri pertama klinik digital yang dibuka di vokasi UI, Depok. 

"Kami akan membuka forum konsultasi, riset dan pendampingan masyarakat untuk mengenali, mengatasi dan mencegah terjadinya bencana digital, yang menggandeng elemen-elemen masyarakat di wilayah masing-masing," tambah Devie, satu-satunya wakil dari Asia di PR Leadership Forum, San Fransisco, USA.  Menggandeng elemen yang dimaksud Devie, seperti sekolah, universitas dan tokoh-tokoh masyarakat. 

Founder Jambore Foto, Lim Suriady, sekaligus didaulat membuka kegiatan acara, menyampaikan bahwa kerugian akibat penyebaran hoax tidak hanya pada moral dan materil di berbagai bidang. Bahkan tidak pula kerugian pada bidang politik. Penyebaran hoax juga merugikan dunia bisnis, kesehatan hingga pendidikan. 

“Banyak bisnis yang tumbang karena persaingan bisnis, yang menggunakan cara – cara hoax,” tambah Lim, penggerak masyarakat Pontianak. 

Ia pun mengajak, para pemuda sekarang harus terbiasa untuk melakukan analisis terhadap situasi yang dihadapi agar mampu melakukan antisipasi ganguan yang dihadapi di masyarakat.  

"Pemuda harus kritis untuk bisa memilah informasi mana yang baik dan yang hoax,"  tambah Lim, yang juga penemu ramuan alami Ciak Po.  

Kordinator Peminatan Humas Vokom, Amelita Lusia menyampaikan fakta-fakta empiris bahwa saluran penyebaran hoax terbesar melalui sosial media yaitu sebesar 92%, dan isu tertinggi ialah sosial dan politik sebesar 88,60%. 

Wahyudin, Kepala Cabang Taspen, menyampaikan, tahun politik ini, para karyawan memerlukan edukasi tentang dunia digital. Tujuannya agar mereka dapat terus bekerja secara produktif, mengingat siapapun yang terpilih menjadi pemimpin, perusahaan harus tetap berkomitmen melayani masyarakat luas.

Isnaeni, CEO Kemystra, masyarakat perlu dibantu agar dapat memahami etika komunikasi dan melakukan pelayanan terhadap publik. Seringkali komunikasi yang dilakukan di dunia digital yang serba cepat dan tanpa penyaringan berdampak pada pelayanan yang diberikan oleh industri terhadap masyarakat, yang sering berujung pada konflik antar individu.   Menyikapi kebutuhan situasi tersebut, Vokom melalui Reska Herlambang memberikan pelatihan etika komunikasi di dunia online dan offline. 

“Kita perlu memiliki empati dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, sebelum menyelesaikan persoalan, agar tidak berkembang menjadi masalah yang merugikan banyak pihak,” ujar Reska, yang juga berprofesi sebagai presenter. (rilis Kepala Humas Vokasi UI Mareta Maulidiyanti)