Rabu, 13 November 2019


BKKBN Kalbar Evaluasi Kinerja Bersama Media

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 588
BKKBN Kalbar Evaluasi Kinerja Bersama Media

DISKUSI - BKKBN Perwakilan Kalimantan Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah awak media, Rabu (26/12). SUARA PEMRED/DINO

PONTIANAK, SP - Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kalimantan Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah awak media, Rabu (26/12). Kegiatan ini sebagai bentuk evaluasi kinerja tahun 2018 dan rencana kerja yang akan dilakukan pada tahun 2019.    

Kegiatan yang dihadiri oleh Inspektur Wilayah Tiga BKKBN, Mustar ini, juga sebagai bentuk pengawasan yang dilakukan oleh media sebagai pengawal aspirasi masyarakat.    

Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kalbar, Kusmana mengatakan, evaluasi ini sebagai bentuk upaya untuk terus meningkatkan kinerja organisasi yang dipimpinnya. Karena program keluarga berencana yang selalu dicanangkan pemerintah mesti mendapatkan hasil yang baik.    

Dirinya juga mengatakan, rekam jejak kegiatan yang nyata itu adalah media, maka harus tercatat di media. Media harus mendapatkan informasi yang sempurna untuk menguasai dunia. Pada tahun 2019 adalah tahun yang sangat ditunggu bersama yakni pesta demokrasi masyarakat Indonesia.    

“Karena informasi perkembangan ketahanan keluarga jangan sampai tenggelam dengan pemberitaan politik,” katanya.     Kusmana juga menyampaikan media tujuannya adalah untuk mempengaruhi pengambilan kebijakan. Tentunya ini akan berdampak pada setiap program yang akan dilakukan oleh BKKBN.    

Dirinya juga mengatakan pengaruh media akan memberikan keputusan yang akan diambil oleh pejabat berwenang.     Sejauh ini, berbagai program yang dilaksanakan oleh BKKBN Provinsi Kalbar juga menunjukkan pada arah yang positif. Beberapa pencapaian di bidang keluarga berencana bisa dilihat langsung kepada masyarakat.    

“Saat ini sudah ada 333 Kampung KB di Kalbar. Kampung ini dikelompokkan menjadi tiga, yakni maju, berkembang dan baru launching,” ucapnya.    

Kusmana mengingatkan jangan sampai masyarakat tidak tahu tentang penggunaan KB di Kalimantan Barat. Hal inilah yang harus menjadi perhatian semua pihak. (din/bob)