Kamis, 14 November 2019


Keterlaluan, Petugas Damkar Diberi Informasi Hoaks Soal Kebakaran

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 227
Keterlaluan, Petugas Damkar Diberi Informasi Hoaks Soal Kebakaran

BERJIBAKU – Para petugas damkar di Pontianak berjibaku memadamkan api di salah satu rumah di Jalan Suprapto, beberapa waktu lalu.

PONTIANAK, SP - Grup koordinasi penjinak api Pontianak di WhatsApp, Rabu (2/1) malam ramai. Seorang warga melapor adanya kebakaran di dekat Indomaret Rasau Jaya, Kubu Raya. Laporan segera ditindaklanjuti. Damkar terdekat langsung menuju lokasi.    

Sampai di tempat kejadian perkara, semua biasa saja. Tak ada keramaian yang mencemaskan, terlebih kejadian kebakaran. Untuk memastikan, petugas sampai memacu kendaraan menuju Pelabuhan Rasau. Hasilnya tetap nihil.    

Hingga Kamis dinihari, damkar saling beri kabar. Dipastikan informasi itu bohong. Apesnya, ban salah satu mobil damkar bocor ketika pulang.    

Satu di antara petugas damkar, Syahrul Nizam menyebut hoaks kebakaran bukan pertama kali terjadi. Lelaki yang tergabung dalam damkar Yayasan Mitra Bhakti Pontianak ini, menyebut dalam minggu ini, kejadian Rabu malam jadi kali keempat.    

Informasi kebakaran Rabu malam itu diterima melalui sambungan telepon. Nomornya memang tak dikenal, namun ketika bertutur, ucapannya meyakinkan.    

"Meyakinkan, panik," ucap Syahrul, Kamis (3/1).     

Melihat tren, informasi hoaks kebakaran selalu diterima jelang tengah malam. Sementara ketika bertugas, respon cepat diperlukan. Begitu dengar kabar, lengan langsung disingsing. Tak ada cerita cuaca, walau hujan, mereka tetap siap sedia. Namun sayang, tanggung jawab besar itu malah dimanfaatkan orang tertentu.    

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol M Anwar Nasir mengatakan, usai informasi kebakaran pertama Rabu malam, 15 menit setelahnya masuk laporan kebakaran di lokasi sama tapi dari nomor telepon berbeda.    

"Karena petugas pemadam ini sangat respon ketika ada kebakaran dan khawatir membesar, jadi tanpa pikir panjang langsung ke TKP," ujarnya.     

Setidaknya, enam unit mobil bertolak ke lokasi. Pergi untuk menolong, mereka malah dikibuli berita bohong.    

"Kita tahu menuju lokasi Rasau Jaya butuh waktu yang cukup lama dan menguras tenaga, maka saya sangat mengapresiasi atas respon damkar Pontianak ini," ujarnya.     

Dia meminta masyakat tidak main-main dengan informasi kebakaran.    

“Ini perlu kita respon, supaya memberikan pelajaran atau efek jera pada pelaku yang memberikan laporan palsu kepada pihak damkar,” sebutnya.    

Pelaku menurutnya bisa dikenakan Undang-undang ITE pasal 28 ayat 1 dengan ancaman pidana enam tahun kurungan dan denda Rp6 miliar. (suria mamansyah/balasa)