SDN 27 Pontianak Timur Raih Penghargaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Pendidikan

Ponticity

Editor Admin Dibaca : 173

SDN 27 Pontianak Timur Raih Penghargaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Pendidikan
PONTIANAK, SP - Di tengah kondisi yang terbilang minim pembangunan, Sekolah Dasar Negeri 27 Pontianak Timur, berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri tahun 2018 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah di Kalimantan Barat yang berhasil meraih penghargaan langsung dari pemerintah pusat di bidang sekolah yang berwawasan lingkungan.

Adiwiyata mandiri adalah penghargaan yang diberikan karena kepala sekolah dinilai telah mampu mengaktualisasikan budaya lingkungan diseluruh aspek kegiatan sekolah.

Kepala SDN 27 Pontianak Timur, Suida, bersyukur sekolahnya berhasil meraih penghargaan yang sangat bergengsi ini. Menurutnya dengan kondisi sekolah yang minim, penghargaan ini bisa memacu semangat seluruh komponen sekolah bisa meningkatkan kualitasnya.

Dirinya melanjutkan penerimaan penghargaan ini bukan kali pertama yang di terima sekolah yang di pimpinnya. Pada tahun 2016 sekolahnya juga berhasil memberi penghargaan Adiwiyata. Dan pada tahun tahun sebelumnya juga sering menerima penghargaan dari Kota Pontianak dan Provinsi Kalimantan Barat.

Kemudian dirinya menyebutkan sekolah yang dipimpinnya memiliki banyak keterbatasan salah satunya sekolahnya hanya memiliki tujuh ruang kelas. Jadi dengan jumlah siswa yang banyak mengharuskannya kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi tiga waktu.

“Anak-anak kita bagi, ada yang masuk pagi, siang dan sore,” jelas Kepala SDN 27 Pontianak Timur, Senin (7/1)

Suida menuturkan, sejak dirinya menjabat kepala SDN 27 Pontianak Timur. Dirinya sudah mulai menerapkan berbagai macam kebijakan yang akan menimbulkan sifat kepedulian siswa dan warga sekolah untuk peduli dengan lingkungan.

Setiap hari sebelum masuk kelas siswa akan rutin membersihkan lingkungan kelasnya. Lalu pada hari Jum'at menurutnya menjadi hari bersih-bersih rutin disekolah. Sebelum melakukan bersih-bersih siswa terlebih dahulu dianjurkan untuk membaca Alquran dan minum susu yang di bawa dari rumah.

“Kita juga membentuk polisi sampah yang akan mengontrol kondisi lingkungan,” ucapnya. (din)

Komentar