Disporapar Bangun IPM Kalbar Melalui Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Ekonomi Kreatif

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 95

Disporapar Bangun IPM Kalbar Melalui Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Ekonomi Kreatif
Ist
PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Natalia Karyawati menuturkan, ada beberapa program kerja yang akan ditingkat pada 2019. Peningkatan tersebut, bertujuan untuk membangun Kalbar melalui dinas yang dipimpinnya.

"Pada 2019, Disporapar fokus pada pemberdayaan generasi muda Kalbar. Di antaranya melalui kegiatan pemuda, olahraga, dan wiraswasta," ujarnya, saat ditemui Suara Pemred, Selasa (8/1) di ruang kerjanya.

Adapun kegiatan-kegiatan yang akan ditingkatkan kapasitasnya di antaranya adalah Paskibra, pembinaan Organisasi Kemasyaratan pemuda (OKP), dan pelatihan kewirausahaan. Sementara di bidang olahraga,adanya pelatihan untuk pelatih, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), dan berbagai olahraga masyarakat. 

Natalia juga tengah mempersiapkan tim menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), denga mengirimkan atlet-atlet yang telah meraih juara saat Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) beberapa waktu lalu.

"Untuk olahraga prestasi tingkat nasional, kita bekerja sama dengan KONI Kalbar, terutama persiapan PON 2020 di Papua," tuturnya. 

Selain itu, pada 2019, akan banyak program Kemenpora untuk daerah, yang akan dilaksanakan di Kalbar. Ia pun menyatakan kesiapan Disporapar Kalbar untuk membawa program-program tersebut. Selain itu program yang disusun oleh Disporapar Kalbare, telah menyesuaikan dengan visi dan misi gubernur, dalam rangka percepatan peningkatan IPM di Kalbar. 

"Kita melakukan pembinaan kepada pemuda secara continue. Misalnya melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan maupun pembinaan dalam bentuk lainnya. Arahnya jelas untuk pengembangan kapasitas pemuda," kata Natalia.

Menurutnya, pemuda merupakan harapan bangsa memang harus diberikan pembinaan dengan kegiatan yang bersifat positif, sehingga mereka terbebas dari perbuatan tercela. Sehingga, pembinaan harus dilakukan secara terus menerus dan bertahap. 

"Bahkan harus dilakukan dengan bermacam cara. Pemuda harus punya sikap dan perilaku yang positif. Hal ini, yang akan terus kita kembangkan," ungkapnya.

Natalia juga mengajak para pemuda, khususnya yang tergabung dalam OKP, untuk terus menjaga kesatuan dan persatuan masyarakat. Sebagai 
garda terdepan dan agen perubahan masyarakat, pemuda adalah penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya berharap kepada pemuda Kalbar, mampu menjaga persatuan masyarakat. Jangan mudah dipecah belah, untuk hal yang sia-sia saja," tutur Natalia.

Kadisporapar mengungkapkan, peranan OKP tidak bisa dianggap enteng. Karena, lanjutnya, bisa adalah wadah pemuda mengembangkan potensi sehingga mampu menjadi kader calon pemimpin. Oleh karena itu, ia mengimbau OKP, untuk terlibat memerangi hoax yang dapat memecah belah persatuan masyarakat. 

"Dengan kemajuan teknologi, pemuda harus mampu memanfaatkan dengan bijaksana. Tentu mereka di OKP belajar kepemimpinan, ini menjadi bekal mereka sebagai calon pemimpin di masa datang," katanya. (iat/mul/biz)

Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat atau yang disebut DISPORA, dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 10 tahun 2008 tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat serta Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 42 tahun 2008 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat.

Tugas dan Fungsi

Dinas Pemuda dan Olahraga bertugas melaksanakan urusan Pemerintah Provinsi di Bidang Pemuda dan Olahraga, melaksanakan tugas dekonsentrasi dan tugas lainnya yang diserahkan oleh Gubernur sesuai dengan Perundang-undangan yang berlaku. Untuk penyelenggaraan tugas sebagaimana dimaksud, Dinas Pemuda dan Olahraga mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang kepemudaan, olahraga serta sarana, prasarana dan kemitraan;
b. Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum di bidang kepemudaan, keolahragaan, serta sarana, prasarana dan kemitraan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku;
c. Pelaksanaan tugas di bidang Kepemudaan, Keolahragaan serta Sarana, Prasarana dan Kemitraan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku;
d. Penyelenggaraan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kepemudaan, keolahragaan, serta sarana, prasarana dan kemitraan;
e. Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan tugas dan fungsi di bidang kepemudaan, keolahragaan, serta sarana, prasarana dan kemitraan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku;
f. Pengelolaan administrasi kepegawaian, keuangan, dan asset di lingkungan dinas;
g. Pelaksanaan tugas dekonsentrasi, tugas pembantuan dan tugas lainnya di bidang pemuda dan olahraga yang diserahkan oleh Gubernur.
 
Struktur Organisasi

Kepala Dinas berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah. Kepala Dinas mempunyai tugas memimpin, membina, mengkoordinasi dan memfasilitasi, menyelenggarakan, mengawasi, mengevaluasi dan mengendalikan kegiatan Dispora sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di mana untuk melaksanakan tugas Kepala Dinas mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. Menetapkan program kerja di bidang pemuda dan olahraga sebagai bahan pelaksanaan tugas.
b. Merumuskan kebijakan teknis di bidang pemuda dan olahraga berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c. Mengkoordinasi dan fasilitasi kegiatan di bidang pemuda dan olahraga berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d. Mengendalikan kegiatan di bidang pemuda dan olahraga berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
e. Pembinaan dan pengawasan pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang pemuda dan olahraga sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
f. Pemberian perizinan dan pelayanan umum di bidang pemuda dan olahraga berdasarkan peraturan yang berlaku.
g. Pemberian saran dan pertimbangan kepada Gubernur berkenaan dengan kebijakan di bidang pemuda dan olahraga.
h. Menyelenggarakan monitoring, evaluasi dan laporan terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di bidang pemuda dan olahraga berdasarkan program kerja yang ditetapkan.
i. Pelaksanaan tugas dekonsentrasi, tugas pembantuan dan tugas lainnya di bidang pemuda dan olahraga yang diserahkan oleh Gubernur.