Mahasiswa 'Curhat' Infrastruktur Sekolah ke DPRD Kalbar

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 177

Mahasiswa 'Curhat' Infrastruktur Sekolah ke DPRD Kalbar
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Perwakilan Pemuda dan Mahasiswa Desa Terduk Dampak, Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau melakukan Audensi ke DPRD Kalbar, Selasa (8/1).

Kedatangan mereka untuk mengadukan permasalahan mangkraknya proyek pembangunan SMA Negeri 2 Belitang Hulu yang mulai dibangun tahun 2016.

"Saat ini kondisi pembangun sekolah masih belum selesai. Tahun 2018 sempat ada pengerjaan, tapi tidak signifikan," kata Januardikdo, perwakilan massa kepada awak media.

Ia mengungkapkan, karena belum selesainya proyek pembangunan tersebut, membuat sekolah yang mempunyai sekitar 60 siswa terpaksa menumpang di sekolah SMP Negeri 6.

"Walaupun belum selesai, adek-adek kita menumpang belajar di gedung SMP, mereka sudah menumpang semenjak pertama sekolah," tutur dia. 

Terkait permasalahan inilah, ia dan beberapa rekannya beraudensi ke DPRD Provinsi Kalbar. Berharap pembangunan SMA Negeri 2 Belitang Hulu dapat segera selesai.

Menurut dia, masyarakat sangat membutuhkan keberadaan sekolah tersebut. Dengan selesainya pembangunan nanti, menurut dia dapat meningkatkan SDM yang ada di desa tersebut. 

"Kalau gedung itu jadi, SDM kami di sana bisa meningkat," tutur dia.

Oleh karena itu, dia sangat berharap anggota DPRD Kalbar yang berasal dari Dapil Sanggau - Sekadau bisa mendesak Pemda untuk segera menyelesaikan proyek tersebut.

"Kami berharap DPRD Kalbar terus memfollow up. Langkah selanjutnya akan kita koordinasikan terlebih dahulu ke warga di sana," pungkasnya.

Anggota DPRD Provinsi Kalbar Daerah Pemilihan (Dapil) Sekadau-Sanggau, dari Fraksi Gerindra, Hendri Makaluas menyayangkan pembangunan sekolah yang mangkrak tersebut. 

Menurut dia dengan pembangunan yang sudah dimulai semenjak 2016, mestinya pembangunan sekolah tersebut sudah selesai dan dapat digunakan untuk proses pembelajaran. 

"Saya sangat menyayangkan, dengan dana Rp2,4 miliar itu seharusnya sudah selesai," kata dia.

Menurut dia, awalnya dirinya berpikir wewenang terkait SMA itu  sudah di ranah provinsi. Hanya saja ketika berkoordinasi dengan Disdikbud Kalbar, ternyata sekolah tersebut masih wewenang Disdikbud Kabupaten Sekadau.

Belum beralihnya wewenang terkait pembangunan tersebut kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, dikarenakan belum adanya penyerahan dari kabupaten yang diakibatkan masih adanya kendala administrasi. 

"Setelah berkoordinasi dengan Disdikbud Provinsi Kalbar, sekolah yang mempunyai kendala hukum belum bisa diserahkan kepada dinas provinsi," terangnya. 

Ia menegaskan sebagai perwakilan dari Kabupaten Sekadau, akan tetap memfollow up masalah ini, sehingga proses pengerjaan sekolah ini segara selesai.

Dia juga berharap kepada para pemuda yang hadir pada hari ini untuk juga menyampaikan persolan ini kepada Disdikbud dan DPRD Kabupaten Sekadau.

"Kita berharap ini tetap dilanjutkan, karena gedung sudah ada. Janganlah dana udah digelontor itu percuma, jadi mereka harus selesaikan," jelas dia. (iat/bob)