Sosialisasi Masuk PTN Tahun 2019, Pemerintah Bentuk Panitia Seleksi

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 140

Sosialisasi Masuk PTN Tahun 2019, Pemerintah Bentuk Panitia Seleksi
SOSIALISASI - Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menggelar Sosialisasi Masuk PTN Tahun 2019, di Auditorium Untan, Rabu (9/1). Rektor Thamrin Usman mengatakan, pada tahun ini terjadi perubahan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). (SP/Giat)
Rektor Universitas Tanjungpura, Thamrin Usman
"Ini berbeda dari sebelumnya, dimana pemerintah membentuk panitia ad hoc setiap penyelenggaraan SMPTN."

PONTIANAK, SP - Rektor Universitas Tanjungpura, Thamrin Usman mengatakan, pada tahun ini terjadi perubahan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). 

Hal itu diungkapkan Thamrin pada kegiatan Sosialisasi Masuk PTN Tahun 2019 yang dihadiri oleh Kepala Sekolah dan Dinas Kabupaten/Kota yang ada di Kalbar. 

Menurut dia, perubahan yang paling mendasar dibentuknya Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). 

"Ini berbeda dari sebelumnya, dimana pemerintah membentuk panitia seleksi setiap penyelenggaraan SMPTN," katanya, Rabu (9/1).

"Ini menunjukkan kemajuan. Karena tadinya panitia ad hoc, sekarang sudah lembaga yang berbadan hukum atau permanen. Otomatis sudah tidak lagi ada panitia ad hoc," lanjut Thamrin.

Secara umum SMPTN tahun ini masih sama seperti sebelumnya, dimana mempunyai tiga jalur penerimaan calon mahasiswa baru, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri PTN.

Hanya saja, dia untuk jalur SBMPTN  harus terlebih dahulu mengikuti tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Dimana UTBK akan menjadi penentu untuk mendaftar jalur SBMPTN.

"Tahap pertama itu mereka harus mendapatkan nilai dari tes menggunakan komputer. Ini sebagai syarat, misalkan dia mau memilih prodi kedokteran Universitas Tanjungpura. Maka dia harus punya dulu hasil ujian tulis berbasis komputer  itu," jelas dia.

Jadwal pendaftaran UTBK sendiri akan dibuka 21 Januari - 27 Maret 2019. Sedangkan pelaksanaannya pada 30 Maret - 26 Mei dan pengumuman hasil UTBK sebelum pendaftaran SBMPTN berlangsung. 

Thamrin menambahkan, peserta hanya dibolehkan maksimum dua kali mengikuti UTBK dan para peserta dibebankan 200 ribu setiap mengikuti UTBK.

"Dari skor ini (Hasil UTBK) nanti, dia dikirim untuk ikut seleksi dari prodi yang dipilih. Nanti namanya terdaftar, kemudian pada hari H kami akan menetapkan, apakah dengan skor itu dia lulus apa tidak. Sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia. Jadi akan ada kompetisi setelah itu," jelas dia. 

Dia juga menjelaskan, untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN tidak sama lagi seperti tahun sebelumnya, dimana peserta dapat memilih tiga program studi dengan persyaratan satu program studi pilihannya harus di PTN yang berada dalam satu wilayah pendaftaran dengan peserta mengikuti ujian.

"Sedangkan untuk tahun 2019, setiap siswa diperbolehkan memilih paling banyak dua program studi dari satu PTN atau dua PTN. Jadi terserah PTN mana, tidak harus sama wilayahnya dengan tempat tes," jelas dia.

Sementara itu, Wakil Rektor Untan, Aswandi mengatakan, tahun 2019 Untan menambah kouta penerimaan mahasiswa baru sebanyak 1000 orang.

Adanya perubahan tersebut, dikarenakan Untan mempunyai gedung baru. Pada SMPTN 2018 Untan menerima sekitar 7000 mahasiswa baru.

"Nanti akan kita pastikan dengan SK Rektor. Jumlah pasti belum tau, kemungkinan sekitar 8000 calon mahasiswa baru yang diterima," jelas dia. 

Pria yang dikenal sebagai pengamat pendidikan Kalbar ini menilai penggunaan UTBK pada SNMPTN Tahun 2019 akan jauh lebih efektif.

Salah contoh saja terkait dengan pengawasan, yang ketika menggunakan sistem komputer, maka pengawasan akan lebih mudah, karena jumlah pengawas tidak terlalu banyak. 

"Itu dari sisi pengawasan belum yang lain. Saya pastikan ini akan lebih efektif, kalau kita menggunakan UTBK itu," jelas dia. 

Menurut dia untuk tempat pelaksaan UTBK, Untan bekerjasama dengan beberapa sekolah yang mempunyai sarana prasarana komputer. 

Sejauh ini, pihaknya sendiri sudah memetakan sekolah mana saja yang akan dijadikan tempat UTBK. 

"Jadi tesnya bukan hanya di Untan, hampir semua SMA dan SMP kita jadikan tempat tes. Tentu dengan sarana dan prasarana komputer yang baik," jelas dia.

Dia berharap adanya perubahan sistem SMPTN tahun 2019 ini, dapat memberikan dampak baik untuk perkembangan pendidikan tinggi Indonesia. Oleh karena itu, dia juga mengharapkan semua pihak untuk bekerjasama agar mensosialisasikan sistem baru ini kepada sekolah, murid maupun masyarakat umum. (iat/bob)

Sekolah Siap Berikan Pembekalan

Kepala Sekolah SMA Pancasila Sungai Kakap, Joni Harun mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Menurut dia dengan adanya sosialisasi ini, dapat membantu pihaknya memahami terkait SMPTN tahun 2019. 

"Terimakasih atas sosialisasi yang dilakukan Untan ini. Kegiatan ini membuat kita punya persiapan yang lebih matang untuk mempersiapkan anak-anak masuk ke perguruan tinggi negeri," tutur dia.

Menurut dia, anak didiknya sudah siap untuk mengikuti tahapan SMPTN, termasuk tes menggunakan soal sistem komputer. Ia menganggap perubahan tersebut tidak akan menjadi masalah.

"Kita sudah siap. Karena kita ujian nasional sudah menggunakan UNBK. Jadi kalau untuk itu tidak ada masalah," jelas Jono.

Hanya saja untuk UTBK, pihaknya masih belum memahami secara detail. Oleh karena itu, adanya kegiatan itu akan membantu pihak sekolah. 

Sementara itu, untuk persiapan UTBK yang dihadapi anak didiknya nanti akan disosialisasikan, dan pihaknya akan memberikan pelatihan untuk pembekalan siswa. 

"Kita ada simulasi. Dengan adanya simulasi itu menambah kepercayaan diri anak dalam menghadapi ujian komputer ini," tutur dia.

Dia berharap anak didiknya bisa lebih banyak masuk ke perguruan tinggi negeri melalui SMPTN dan mendapat Beasiswa Bidik Misi, mengingat anak-anaknya yang notabene di pinggir kota banyak yang tidak mampu. 

"Kita arahkan ke sana. Karena rata-rata anak-anak kita tidak mampu," tutur dia. (iat/bob)