PLN Kalbar Deklarasikan Program Pengurangan Sampah Plastik

Ponticity

Editor M. Eliazer Dibaca : 214

PLN Kalbar Deklarasikan Program Pengurangan Sampah Plastik
Pegawai PLN saat mengikuti kegiatan Senam Bersama dan Deklarasi Pengurangan Sampah Plastik
PONTIANAK, SP - PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalimantan Barat menggelar acara senam bersama dan deklarasi pengurangan sampah plastik di halaman kantor UP3 Pontianak, Jalan Ayani Pontianak, Jumat (18/1).

Deklarasi pengurangan sampah plastik ini merupakan komitmen PLN dalam membantu menjaga dan melestarikan lingkungan dari dampak buruk penggunaan plastik.

Dalam sambutannya, Richard Safkaur mewakili Direksi PLN mengungkapkan, program pengurangan sampah plastik sudah dicanangkan PLN sejak akhir tahun lalu dan efektif berlaku sejak 1 Januari 2019. Aturan ini mewajibkan seluruh unit PLN menggunakan wadah non plastik dalam tiap-tiap aktifitas kerja, semisal dalam kegiatan rapat, seminar, serta kegiatan-kegiatan lainnya.

"Sekarang sudah tidak ada lagi wadah plastik yang digunakan oleh pegawai dalam ruang kerja serta dalam kegiatan rapat dan lain-lain, semua kita ganti dengan menggunakan tumbler. Saya berharap deklarasi kali ini dapat menjadi pendorong dan penyemangat bagi seluruh karyawan PLN dimana pun berada untuk terus berkomitmen mengurangi dampak buruk sampah plastik," ungkap Richard.

Senada dengan apa yang disampaikan Richard, Senior Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan, Parulian Noviandri senang menggunakan tumbler sebagai wadah tempat air minum. Menurutnya, sudah saatnya seluruh pegawai dan keluarga turut ambil bagian dalam upaya melestarikan lingkungan hidup dengan cara mengurangi sampah plastik.

"Biasanya saya senang minum air putih yang hangat, dan tumbler ini sangat efektif menyimpan air hangat dalam waktu yang cukup lama. Sekarang ke mana-mana saya selalu bawa tumbler ini, jadi selalu ingat minum air putih. Hati senang badanpun sehat," kata Novi.

Lebih lanjut dijelaskannya sampah plastik kini menjadi momok limbah yang cukup memperihatinkan. Menurut catatan Assosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik, Indonesia masuk dalam urutan kedua sebagai negara penyumbang limbah plastik terbesar di dunia. Dalam setahun Indonesia menghasilkan limbah plastik sebanyak 64 juta ton, berarti dalam sehari ada 178 ribu ton sampah plastik yang dihasilkan.

"Dapat dibayangkan jika kondisi ini terus berlangsung dan kita tidak peduli maka akan semakin banyak limbah plastik yang dihasilkan, baik dari sektor industri, bisnis maupun rumah tangga," pungkas Novi. (jee)