Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu, Akan Dijual ke Caleg

Ponticity

Editor Admin Dibaca : 767

Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu, Akan Dijual ke Caleg
Ilustrasi
PONTIANAK, SP - Kepolisian Sektor Anjongan berhasil mengungkap peredaran uang palsu yang disinyalir akan dipergunakan untuk kampanye Caleg. 

Total tersangka yang ditangkap kepolisian berjumlah 4 orang, satu perempuan dan 3 laki - laki. Hampir seluruh pelaku memiliki hubungan keluarga.

“Penangkapan di Pasar Anjungan pengembangan di Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah,” kata Kapolsek Anjungan Iptu Ambril pada Jumat (8/2).

Peredaran uang palsu di Anjongan diketahui berdasarkan laporan masyarakat, yang mana salah satu tersangka yakni Siti Maimunah membelanjakan uang palsu masing-masing dengan pecahan Rp100 ribu untun membeli petai, sendal dan buah langsat.

Akhirnya warga melaporkan ke Polsek. Setelah berdasarkan pemeriksaan itu Kapolsek beserta anggota lainnya langsung mengamankan Siti Maimunah yang diduga menjadi penyebar uang palsu tersebut.

Dari keterangan Siti Maimunah bahwa dirinya diserahkan duit dari Sumarwi, Husien Alkadri, Suraji dan Ahmadi. Kemudian yang menyerahkan duit kepada Siti Maimunah adalah Suraji yang merupakan kakak iparnya.

Dari keterangan itu, anggota kepolisian melakukan penggerebekan terhadap rumah Siti Maimunah di Jalan 28 Oktober Pontianak. 

Di sana ditemukan Husien Alkadri Suraji Ahmadi tengah tidur. Setelah diamankan dari keterangan tersangka tersebut mengatakan telah beredar uang selama satu Minggu di daerah Anjungan dan Sungai Pinyuh  sebesar Rp30 juta.

Kemudian dirinya melanjutkan berdasarkan pengakuan pelaku uang cukup banyak beredar di Kota Pontianak. Dalam satu bulan, sudah lebih Rp200 juta yang dicetak.

Dari keterangan Siti Maimunah Rp1 juta uang palsu akan ditukar dengan 200 ribu uang asli. Uang palsu tersebut rencananya akan dijual ke Caleg supaya duit itu bisa laku cepat.

“Barang bukti yang diamankan adalah uang palsu dan asli serta printer. Sisa uang palsu yang belum berhasil diedarkan sebesar Rp50 juta,” tutupnya. (din)