Sistem Kuliah Online di Indonesia, Pontianak Jadi Lokasi Uji Coba

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 238

Sistem Kuliah Online di Indonesia, Pontianak Jadi Lokasi Uji Coba
Ist
Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Thamrin Usman
"Sekarang kita sudah bisa melakukan cyber university. Kita bisa kuliah online."

PONTIANAK, SP - Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan pihaknya tengah melakukan uji coba sistem kuliah online atau pembelajaran secara daring (e-learning) di tujuh perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya di Pontianak.

Ia mengatakan, beberapa lokasi uji coba itu masing-masing berada di perguruan tinggi di Yogyakarta, Manado (Sulut), Gorontalo, Pontianak, Banjarmasin (Kalsel) dan Banda Aceh.

"Jadi pada tanggal 2 Februari 2019 di Yogyakarta, sistem pembelajaran yang baru dimulai yakni kuliah online atau e-learning," katanya, kemarin. 

Dengan sistem perkuliahan daring ini, kata dia, maka mahasiswa tidak harus datang ke kota (kuliah di kampus), tidak harus kos, termasuk tidak harus meninggalkan pekerjaan, namun tetap bisa menjalankan aktivitas perkuliahan.

Ia menjelaskan, sistem kuliah online seperti itu bukan hal yang baru di dunia. Sebab telah banyak Universitas kelas dunia yang menerapkan, di antaranya The Ohio State University (USA), University of Oregon (USA), dan Kings College London (Inggris).

Untuk itu, pihaknya mengaku optimistis apa yang dilakukan dapat memberikan efek yang positif khususnya dalam meningkatkan potensi dunia pendidikan di Tanah Air.

Menristekdikti juga percaya mahasiswa Indonesia sudah tidak asing dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat belakangan ini.

Hal itu dinilai akan membuat mahasiswa lebih paham dan mengerti penggunaan e-learning atau sistem kuliah daring.

"Jika itu berjalan maka ke depan satu dosen 1.000 mahasiswa harus kita wujudkan. Negera-negara maju telah menjalankan itu," ujarnya.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan saat ini Kalimantan Barat sedang mengalami  kekurangan guru dan ruang belajar. Hal ini menurutnya bisa diatasi dengan kebijakan sistem pembelajaran jarak jauh. Yaitu  dengan sistem pembelajaran melalui internet.

“Kita minta nanti Telkom atau provider lainnya itu memperkuat sinyal internet disatu kawasan tertentu nanti proses belajar mengajarnya jarak jauh,” kata Midji

Kemudian materi ajarnya menurut Midji bisa diambil dari internet, hal ini sangat efisien dengan menyediakan satu laptop dan satu infokus. Kemudian untuk ruangan belajarnya bisa menumpang di rumah masyarakat. 

Dirinya juga mendorong yang menjadi fasilitator program ini adalah anak semester tujuh di perguruan tinggi yang harusnya magang.

Atau memang sarjana bidang pendidikan yang ada didesa tersebut itu lebih bagus nantinya Pemerintah Provinsi akan beri uang transportasi.

Hal ini menurutnya bisa dikerjasamakan dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Barat seperti Untan dan IKIP PGRI Pontianak. Setiap lulusan terbaik disiapkan kuota lima persen untuk menjadi pegawai negeri.

Sementara itu, Rektor Universitas Tanjungpura, Thamrin Usman mengatakan, Kemenristek Dikti sudah mengizinkan Universitas Tanjungpura untuk melakukan cyber university.

"Sekarang kita sudah bisa melakukan cyber university. Kita bisa kuliah online," katanya. 

Sistem ini, dikatakannya sangat membantu anak-anak remote area yang jauh. Dengan menerapkan cyber university, maka mereka bisa mendapatkan akses pendidikan meski secara fisik jauh dari Untan.

"Kita bisa bangun sistem dan mereka bisa menjadi salah satu pelajar atau mahasiswa kami. Dengan demikian maka mereka akan terdidik dengan baik," ujarnya.

Dia mengatakan pembangunan di tingkat perguruan tinggi negeri akan semakin baik jika dibantu oleh APBN. (iat/ant/bob) 

Menunggu Izin Pemerintah

Program pendidikan jarak jauh sangat cocok dilakukan di Kalbar, melihat letak geografis yang cukup jauh. 
Perkuliahan seperti ini akan lebih efektif, karena tidak perlu jumlah dosen yang banyak. Seperti di Amerika sudah menggunakan sistem ini dan muridnya dari seluruh dunia. 

“Pontianak termasuk daerah yang secara geografis cukup jauh dari daerah seperti Kapuas Hulu, jadi program pendidikan jarak jauh ini sebagai upaya mendekatkan pendidikan kepada masyarakat.” kata Pengamat Pendidikan Kalimantan Barat, Aswandi.

Selama ini, beberapa pihak sering mengatakan kekurangan dosen dan itu sering dijadikan alasan. 

Dirinya mengatakan, pemerintah juga mensyaratkan dengan jumlah dosen baru bisa membuat program tertentu. Namun, dengan sistem IT ini tidak ada alasan untuk kekurangan dosen, karena dengan sistem ini bisa melayani jutaaan mahasiswa.

“Selama ini juga dikeluhkan tidak ada ruangan, meja dan kursi, namun dengan sistem online hak itu semua bisa diatasi,” ucapnya. 

Pembelajarannya jarak jauh itu 60 persen menggunakan daring, tapi masih ada 40 persen yang tatap muka. Tatap mukanya bisa saja dilakukan di daerah atau di Kota Pontianak. Tapi pembukaan program ini tergantung akreditasi program studi masing-masing.

Kemudian, pembelajaran online merupakan bagian dari program seven in one, dan Universitas Tanjungpura memang sudah ditunjuk dan sudah mulai melaksanakan. Saat ini Untan hanya menunggu izin dari pemerintah pusat untuk melakukan program pembelajaran jarak jauh ini.

Program daring ini kuliah berbasis online, dan sudah dirintis oleh program Seven in One. 

Program ini dalam rangka memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan bahasa sehari-hari adalah akses.

Bahkan, ke depan menurut Aswandi rencananya sistem e-learning ini akan diarahkan bisa menggunakan sistem Android, sehingga berkuliah bisa melalui handphone. 

Namun yang mesti bisa menjadi pembenahan adalah jaringan internet yang lancar. Untuk itu, Telkom sebagai penyelenggara sampai saat ini sudah menyanggupi program ini.

Wakil Rektor Universitas Tanjungpura ini juga menyampaikan, saat ini Untan sudah melaksanakan kegiatan itu, namun sebatas e- learning. 

Lalu dirinya mengatakan kesiapannya, dalam melakukan program ini, Untan hanya menunggu izin dari pemerintah pusat. 

Sampai saat ini, sudah ada mahasiswa yang mendaftar di program ini. (din/bob)