Masalah Kesehatan Kalbar, Bidan Masih Menumpuk di Perkotaan

Ponticity

Editor Admin Dibaca : 183

Masalah Kesehatan Kalbar, Bidan Masih Menumpuk di Perkotaan
Ilustrasi
PONTIANAK, SP - Banyaknya lulusan dari perguruan tinggi kebidanan yang ada di Kalimantan Barat, tidak sebanding dengan peluang kerja yang disiapkan pemerintah, khususnya untuk pegawai negeri sipil. Hal itu menyebabkan banyak lulusan kebidanan saat ini, tidak bisa menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku kuliah.

Persoalan lain yang mendera dunia bidan saat ini adalah, tidak meratanya persebaran bidan di Kalimantan Barat. Banyak bidan yang menumpuk di perkotaan, namun sangat minim di pedesaan.

Kondisi ini tentu harus jadi perhatian. Pasalnya, posisi bidan menjadi penting karena menjadi orang pertama melakukan pertolongan, terhadap kehidupan seorang manusia.

“Kalau dilihat sekarang, lulusan kebidanan membludak dari berbagai perguruan tinggi. Setahun ada 800 bidan yang diluluskan. Sedangkan ruang diterima bidan menjadi pegawai itu sangat sedikit,” kata Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kalbar, Uray Rosdiana saat ditemui usai ikut melaksanakan pelatihan Senam Hamil Yogha Hatta bersama bidan-bidan di Kalbar. Kegiatan pelatihan dilakukan di Hotel Ibiz, Minggu (17/2).

Ketua IBI Kalbar ini mengatakan, “Selama ini kalau dilihat saat kondisi sekarang, bidan di desa itu sangat kekurangan. Bidan sangat banyak menumpuk di kota.”

Menurutnya, bidan tidak mau kembali ke desa biasanya dikarenakan kehidupan di kota sudah enak, baik dari segi komunikasi, hiburan dan segala macam.

Hal ini menjadi dilema karena kehidupan di kota dianggap lebih menjanjikan. Kalau di kampung paling berkumpulnya dengan masyarakat kampung.

Ia menjelaskan, kalau mereka kembali ke desa, dirasa lapangan pekerjaan masih terbuka. Namun sayangnya, selama ini setelah lulus para bidan berkumpul di kota karena sudah keenakan.

“Juga yang menjadi masalah adalah, bekerja di kota lebih dipandang positif. Sebenarnya di desa bisa lebih mendapatkan materi dan uang dari jasa,” ucapnya.

Rosdiana mengatakan, penerimaan sedikit akibatnya banyak bidan yang menganggur, diharapkan dengan pelatihan ini, bidan tidak terlalu berharap menjadi pegawai negeri sipil, atau bekerja di rumah sakit.

Pelatihan ini diharapkan para bidan bisa membuka pelatihan sendiri dan dapat menghasilkan, salah satunya adalah pelatihan senam hamil. Banyak peluang kerja lain yang bisa dilakukan oleh bidan, misalnya pijat bayi, menjual makanan baik, yang menjadi peluang kerja.

“Cuma, saat ini bidan hanya didik untuk fokus menolong persalinan, mainset mereka perlahan akan coba kita ubah,” ucapnya.

Pengurus IBI Kalbar sangat mengapresiasi Senam Hamil Yoga Hatta, dengan dilaksanakan senam ini, bisa dimanfaatkan selain untuk kesehatan diri sendiri, juga bisa nanti untuk menambah penghasilan dari peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Sementara itu, Sherlly Hungan, bidan dan pelatih instruktur pelatihan Senam Hamil Yogha Hatta mengatakan, dirinya bersama teman lain dibawah naungan Love Life Education Center mengadakan kegiatan untuk pelatihan intstruktur senam hamil, Yoga Hatha.

Menurutnya, latar belakang kegiatan itu adalah, satu usaha untuk ibu hamil mendapatkan kesehatan, kenyamanan dalam menjalani proses kehamilan.

"Karena proses kehamilan adalah proses dan anugerah yang luar biasa dari Tuhan, dimana ibu hamil akan melahirkan generasi bangsa," kata Sherlly Hungan.

Diharapkan selama proses kehamilan dapat berjalan dengan nyaman, enak, dan sehat, serta lancar. Maka, dibukalah senam kelas hamil. Saat membuka senam kelas hamil, tentu dengan tenaga profesional bersertifikasi.

Saat ini, Sherlly melatih 25 bidan dan satu ahli gizi.

Tujuan kegiatan itu, supaya bidan bisa membuka kelas senam hamil. Semakin banyak kelas hamil yang dibuka, akan menambah kesehatan untuk ibu hamil. Adanya ibu hamil yang sehat, tentu mencegah angka kematian ibu meningkat dan angka kesakitan, dan kesehatan untuk bayi juga.

Selain itu, adanya kelas instruktur senam ini, ibu hamil juga bisa melakukan privat kelas di rumah. Sehingga selama kehamilan, ibu-ibu ada kegiatan positif.

"Jadi, segala kecemasan dalam proses kehamilan nanti, ada fase relaksasinya. Yoga bagus untuk keseimbangan tubuh, main and soul," ujar Sherlly.

Sherlly berharap dengan banyaknya kelas senam ibu hamil ini, semakin menambah kesehatan ibu, dan meningkatkan pelayanan ke masyarakat. Hal itu merupakan salah satu sumbangsih pihaknya di Kalimantan Barat, agar ibu hamil selalu dapat sehat.

Ia mengatakan, kesehatan tidak hanya melalui senam, bisa saja lewat makanan, gizi pemeriksaan kehamilan. Salah satu dukungan dengan senam hamil dan pesertanya banyak dari daerah.

"Kami berharap begitu selesai kembali ke daerah masing-masing, bisa membuka unit senam hamil sehingga nanti dalam senam hamil, juga ada kelas edukasi,” tutupnya. (dino/lis)