Momentum Cap Go Meh, Wismilak Foundation Bantu Vihara Paticca Samuppada Borneo

Ponticity

Editor Admin Dibaca : 188

Momentum Cap Go Meh, Wismilak Foundation Bantu Vihara Paticca Samuppada Borneo
Penyerahan bantuan kepada pengurus Yayasan Vihara Paticca Samuppada Borneo
PONTIANAK, SP - Vihara Paticca Samuppada Borneo di Jalan Waru, Pontianak, menerima bantuan dana dari Wismilak Foundation, Selasa (19/2).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi bangunan ikonik dan bernilai sejarah, karena merupakan salah satu vihara tertua di Kalbar.

Communtity Manager Wismilak  Foundation, Edric Chandra, mengataka, dalam momentum Cap Go Meh ini, ada sembilan bangunan ikonik yang diberikan apresiasi, yang tersebar di Pontianak dan Singkawang.

Menurut dia, mereka merasa penting menjaga warisan budaya. Karena itu, program bantuan ini juga bertujuan agar masyarakat dapat bersama-sama ikut merawat bangunan-bangunan bersejarah maupun bangunan dengan arsitektur ikonik di Indonesia

Kesembilan banguan yang mendapatkan bantuan di tahun ini di antaranya, Vihara Dharma Bhakti Pontianak, Klenteng Sumber Cahaya Pontianak,  Vihara Kwan Im Pontianak, Klenteng Nyien Shai Ja Pontianak, Vihara Paticca Samuppada Borneo Pontianak, Vihara Raja Surya Pontianak, Tri Dharma Hang Thian Siang Tie Kakap Pontianak, Adhi Mokkha Singkawang, serta Vihara Tria Dharma Bumi Raya Pemangkat Singkawang.

"Selain fungsi bangunan yang melekat erat pada masyarakat, arsitektur bangunannya memiliki sejarah panjang dan mengandung kekayaan langgam yang harus dilestarikan," kata Edric.

Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan dalam memberikan apresiasi tersebut, diantaranya sejarah dari bangunan, ornamen yang masih otentik, serta bagaimana pemeliharaannya.

Program pemeliharaan tersebut, sebetulnya sudah dimulai pada tahun 2017 saat memberikan dukungan pemeliharaan (pembuatan Tapekong) kepada Vihara Budha Kutub Utara di Pontianak.

Sementara itu, Herison sebagai Ketua Yayasan Vihara Paticca Samuppada Borneo Pontianak menerangkan, kendati lupa persis tahunnya, namun bangunan vihara tersebut telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda.

"Terakhir dipugar 30 tahun yang lalu," ucapnya. (*)