Ngopi Bareng Cak Lontong, Milenial Kalbar Diajak Cegah Hoaks

Ponticity

Editor Admin Dibaca : 199

Ngopi Bareng Cak Lontong, Milenial Kalbar Diajak Cegah Hoaks
Cak Lontong
PONTIANAK, SP - Rembuk Pemuda Kalbar menggelar kegiatan ngopi bareng Cak Lontong di Auditorium Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (26/2) malam.

Cak Lontong yang ditemani komedian Mucle, berhasil membawa suasana begitu meriah, melalui survei versi Cak Lontong mampu membuat gelak tawa dari ribuan milenial yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Rembuk Pemuda Kalbar, Angga Ariska mengucapkan syukur atas suksesnya kegiatan yang bekerjasama dengan TNI, Polri dan sebagainya.

"Ngopi bareng cak lontong terlaksana dengan baik dan pesertanya juga penuh kemungkinan 2.000 orang," tutur dia.

Dipilihnya Cak Lontong sebagai bintang tamu melalui pertimbangan yang begitu panjang dan membuat suasana baru dikalangan milenial, dimana pesan kebangsaan disampaikan oleh ala komedi dan menurut dia Cak Lontong berhasil menyampaikan pesan kebangsaan itu.

"Kita undang Cak Lontong untuk menyampaikan pesan milinial melalui komedian dan alhamdulillah semuanya terlaksana dan suasana baru pesan kebangsaan disampaikan dengan cara tidak kaku," jelas dia.

Angga juga berharap para milenial termotivasi setelah menghadiri kegiatan ini. Khususnya bagaimana Pemilu 2019 di Kalbar berjalan dengan sukses.

Sementara itu, Cak Lontong yang memiliki nama asli ini memberikan pesan kepada pemuda untuk memberantas hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.

Tidak hanya itu Cak Lontong juga mengajak mereka turut serat menjaga keutuhan NKRI dengan bijak menggunakan media sosial.

"Untuk pemuda Kalimantan Barat, mulai sekarang kita mulai dari diri sendiri untuk menyaring berita hoaks, berita bohong, berita dusta, sehingga kita bersama-sama memulai dari generasi milenial untuk menjaga keutuhan NKRI, bijak dalam bermedia sosial dan punya sikap yang tegas untuk menjauhi narkoba" jelas dia.

Terkait dengan sikap milenial di tahun politik, ia menyerahkan kepada masing-masing Individu menentukan pilihan untuk masa depan lima tahun kedepan.

"Silakan ditentukan masing-masing, yang terpenting adalah menjaga kesatuan dan persatuan, tidak memecah belah, tidak menghasut, kita memilih sesuatu yang terbaik untuk bangsa ini dan untuk masa depan milenial," pungkasnya. (iat)