Sutarmidji Bantu Bangun Rumah Adat Bugis di Kalbar Tahun 2020

Ponticity

Editor Admin Dibaca : 215

Sutarmidji Bantu Bangun Rumah Adat Bugis di Kalbar Tahun 2020
Pelantikan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalbar, di Pendopo Gubernur, Rabu (27/2) malam. (tribun)
PONTIANAK, SP - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji berencana akan menggelontorkan Rp1 miliar dari APBD untuk pembangunan Rumah Adat Bugis (Sulawesi Selatan) di tahun 2020.

Hal itu diungkap Gubernur Kalbar, Sutarmidji ketika memberikan sambutan pelantikan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalbar, di Pendopo Gubernur, Rabu (27/2) malam.

Adapun perencanaan pembangunan rumah adat Bugis di Kalbar, dilatar belakangi, karena Provinsi Kalbar memiliki berbagai multi etnis yang ada dan dirinya berkeinginan menjadikan Provinsi kalbar menjadi miniatur Indonesia.

"Mudah-mudahan pada saat Musrembang nanti, saya akan masukkan sekitar Rp1 Miliar dari APBD untuk pembangunan rumah adat bugis (Sulawesi Selatan) di Kalbar. Kita ingin semua etnis ada di Kalbar, dan kita bangun miniatur multi etnis di Kalbar," kata Midji.

Tidak hanya itu, Midji juga berkeinginan membangun museum raja-raja yang ada di Kalbar, sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat di luar untuk berkunjung ke Kalbar.

"Saya setuju dibangun museum raja-raja yang ada di Kalbar. Kita akan siapkan dan desainnya silahkan dirancang, harus unik dan memiliki ciri khas, sesuai daerah masing-masing," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengapresiasi keinginan Sutarmidji tersebut membangun Rumah Adat Bugis dan museum raja-raja di Kalbar.

"Itu luar biasa, saya sangat berapresiasi buat pemerintah Kalbar yang begitu peduli terhadap keberlangsungan budaya dan pelestariannya. Dengan adanya museum raja-raja, ini akan menjadi sebuah tangan sejarah bagi generasi ke depan, agar mengetahui budaya yang ada," sambungnya.

Oleh karena itu, ia berharap warga yang memiliki keturunan Bugis yang di Kalbar bisa membantu Pemprov Kalbar dalam berbagai program pemerintahan selama Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan menjabat.

Dirinya juga berpesan kepada masyarakat Bugis (Sulawesi Selatan) yang ada di Kalbar, dengan adanya perhatian tinggi dari Pemerintah Provinsi Kalbar, maka jadilah warga yang baik dan patuh pada pemerintah dan ikut mendorong percepatan pembangunan di Kalbar.

"Untuk saudara-saudara kita (Sulawesi Selatan_red) bisa membantu pemerintah dan mendorong percepatan pembangunan, peningkatan ekonomi dan muaranya pada kesejahteraan masyarakat. Harapan kita supaya menjadi mitra strategis pemerintah," imbau Nurdin.
Diketahui, Badan dan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Barat, sebelumnya telah berencana melakukan pencanangan pembangunan rumah adat Sulawesi Selatan. Pencanangannya dinilai tepat, sebab selama ini warga Bugis di Kalbar mengambil andil besar dalam pembangunan di provinsi tersebut.

Terlebih, rumah adat ini juga sekaligus untuk mengangkat budaya, serta sebagai simbol pemersatu warga Sulsel yang ada di Kalimantan Barat.

Pembangunan rumah adat ini diyakini dapat mengaktualisasikan peran warga Sulawesi Selatan dalam membangun daerah Kalimantan Barat di berbagai bidang.
Apalagi, keberadaan Kabupaten Mempawah dan Kota Pontianak tidak terlepas dari peran warga Bugis, di mana pemimpin Kerajaan Panembahan Mempawah, yakni Opu Daeng Menambon, berasal dari Kesultanan Luwu Bugis Sulawesi Selatan. Sementara, istri pendiri Kota Pontianak juga dari keturunan Opu Daeng Menambun.

Saat ini, di Kalbar telah berdiri dua rumah adat, di antaranya Rumah Betang (rumah adat Dayak) dan Rumah Adat Melayu yang arsitekturnya terinspirasi dari bangunan istana kerajaaan Melayu di Kalbar yang kokoh berdiri di Jalan Sultan Syahrir.

Penyebaran masyarakat Bugis di Kalbar juga besar. Tercatat, 30 persen dari jumlah penduduk Kalbar adalah warga Bugis. (giat anshorrahman/bob)