Senin, 23 September 2019


48 Tim Futsal Pelajar dan Mahasiswa Perebutkan Piala Bang Maman

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 190
48 Tim Futsal Pelajar dan Mahasiswa Perebutkan Piala Bang Maman

Pembukaan kompetisi futsal Piala Bang Maman

PONTIANAK, SP - Berangkat dari kecintaan dan semangat, serta motivasi untuk membangun daerah, terutama di bidang olahragaan futsal, Anggota DPR Maman Abdurahman menggelar kompetisi Student Futsal League 7 di GOR Pangsuma Pontianak, Selasa (5/3).

Kompetisi yang memperebutkan Piala Bang Maman, ini diikuti pelajar dari berbagai perwakilan sekolah dan perguruan tinggi di Kalbar.

Dalam acara pembukaan, Maman mengatakan, Kalbar
memiliki banyak anak muda yang memiliki potensi dalam bidang olahraga futsal. Hal tersebut bisa berkaca dari tim futsal andalan Kalbar, Kancil BBK.

Bagi dia, suka tidak suka, tim Kancil BBK sudah berhasil mengangkat eksistensi di bidang olahraga futsal Kalbar. "Hanya satu cara, kita tetap memotivasi dan mendorong mereka," ungkapnya.

Berangkat dari itu dia ingin membangun semua potensi pada anak muda. "Apapun ceritenye, carenye saya harus memanfaatkan posisi yang saya miliki saat ini," imbuhnya.

Perlu diketahui dalam laga pertandingan futsal Bang Maman ini, diikuti sebanyak 48 tim dari berbagai perwakilan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga perguruan tinggi.

Dijelaskan Maman l pertandingan ini tentu secara otomatis akan mengangkat nama sekolah atau perguruan tinggi. Dia berharap melalui laga ini, mampu menjaring bibit-bibit unggul di Kalbar. Paling tidak bisa memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak muda Kalbar untuk menyalurkan potensinya di olahraga futsal.

Mengenai infrastruktur pendukung keolahragaan di Kalbar, dirinya tidak menafikan bahwa saat ini pembangunan masih sangat dibutuhkan untuk mendukung potensi olahraga. Misalnya saja terkait dengan gedung atau lapangan yang selama ini digunakan dalam di even-even besar, GOR Pangsuma. Dapat dilihat banyak kerusakan di dalam bangunan tersebut.

Disebutkan dia, pemerintah harus memiliki solusi. Setidaknya terkait solusi yang bisa digunakan dalam jangka pendek dan jangka panjang.

"Jangka pendeknya, pemerintah harus segera mendorong mengalokasikan gedung ini. Solusi jangka panjangnya, harus disiapkan alternatif baru yang jauh lebih bisa merepresentasikan atau lebih besar kapasitasnya," tutup dia. (sms)