Selasa, 24 September 2019


KPU Pontianak Kerahkan 250 Relawan Lipat Kertas Surat Suara

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 195
KPU Pontianak Kerahkan 250 Relawan Lipat Kertas Surat Suara

Pelipatan kertas surat suara di Pontianak

PONTIANAK, SP - Sekitar 250 orang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pontianak Kota sebagai relawan pelipatan dan penyortiran kertas surat suara untuk pemilihan umum 17 April 2019 mendatang.



Dalam pengerjaannya, dari 250 relawan ini dibagi menjadi beberapa kelompok, di mana dalam satu kelompoknya terdiri dari lima orang.


Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU Pontianak, Heru Hermansyah di sela-sela mengawasi proses pelipatan dan penyortiran kertas surat suara yang dilakukan hari ini, Senin (4/3) di gedung eks Bank Pasar Kota Pontianak, Jalan Zaenudin.



Diketahui, pelipatan dan penyortiran kertas surat suara ini merupakan hari pertama, dan masih difokuskan untuk kertas surat suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden.



Dijelaskan Heru, dalam penyortiran ini setiap kelompok relawan tersebut diberi waktu kurang lebih lima jam. Dan dalam waktu lima jam, minimal lima koli yang mesti dilipat dan disortir. Sedangkan dalam satu koli terdapat dua ribu surat suara.



Selain itu, proses penyelesaian pelipatan dan pesotiran kertas suara ini ditargetkan besok, Selasa (5/3) atau lusa, Rabu (6/3) sudah terselesaikan, meskipun pada dasarnya waktu yang diberikan untuk penyelesaian penyortiran semua kertas surat suara ini selama 15 hari.



"Tapi kalau emang kita (KPU Pontianak Kota) bisa lebih cepat lagi, satu minggu ke depan pun sudah selesai," ujarnya.


Dalam pelipatan dan penyortiran ini, sebetulnya sudah ada beberapa kertas surat suara yang ditemukan dalam keadaan rusak. Dan tentu hal itu sudah bisa dipastikan dari proses percetakannya, baik itu koyak maupun terkena noda tinta.


Namun, dijelaskan Heru, ia belum memastikan terkait jumlahnya. Sebab saat ini masih dalam proses pelipatan dan penyortiran.



"Jadi kita (KPU Pontianak Kota) nunggu selesai dulu (penyortiran). Kalau udah selesai baru kita tahu persis berapa yang rusak dan yang tidak bisa dipakai," ucapnya.



Ditambahkan Heri, jika pelipatan dan penyortiran ini sudah selesai dilakukan, dan sudah terdata terkait dengan jumlah kerusakan pada kertas suara tersebut, maka langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh KPU Pontianak adalah berkoordinasi dengan KPU Provinsi Kalbar, melaporkan seberapa banyak kertas surat suara yang rusak dan selanjutnya akan dimusnahkan dengan cara dibakar.


Perlu diketahui, adapun kertas surat suara yang telah diterima oleh KPU Pontianak sebanyak 2.349.330 kertas surat suara. Sedangkan untuk cadangannya sendiri, saat ini sudah ditetapkan bahwa untuk kertas surat suara cadangan sebanyak dua persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).



"Namun untuk jumlah yang detail tentulah akan kita rapati setelah penyortiran secara keseluruhan selesai," kata dia.



Sebelumnya, sebanyak tiga kontainer berisi logistik berupa surat suara Pemilu 2019 untuk wilayah Kota Pontianak sudah tiba, Kamis (28/2).


"Dua dari tiga kontainer surat suara tersebut sudah dibawa ke Gudang KPU di Jalan Zainudin Pontianak hari ini, sementara sisanya menyusul," kata Deni.


Ia menjelaskan, tiga kontainer tersebut berisi surat suara sebanyak empat ribuan koli atau sekitar dua jutaan surat suara untuk Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.


Saat ini, KPU Kota Pontianak melayani pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) melalui dua tahap, sehingga saat ini ada penambahan sebanyak 47 pemilih tersebut.


Tahap pertama pelayanan DPTb tanggal 17 Februari dan didapati ada 627 pemilih yang keluar dari Kota Pontianak, kemudian ada 674 pemilih yang masuk dari kabupaten/kota lain ke Kota Pontianak, sehingga ada penambahan pemilih sebanyak 47 orang tersebut.


"Dari penambahan daftar pemilih itu, otomatis menambah jumlah pemilih Kota Pontianak, dari sebelumnya 458.889 pemilih menjadi 458.936 pemilih. Selain terjadi penambahan jumlah pemilih, juga ada penambahan jumlah TPS. Di mana sebelumnya sebanyak 2001 TPS kini menjadi 2007 TPS," ungkapnya.



Menurut dia, penambahan sebanyak enam TPS di Kota Pontianak itu disebabkan pihak KPU membuat TPS khusus DPTb di Rutan dan dua di Universitas Tanjungpura mengingat banyak mahasiswa yang pindah memilih, dan kemudian satu TPS di Akbid Aisyiah, serta satu di Poltekes, Kecamatan Pontianak Utara," ujar Deni.


Ia menambahkan, mungkin masih akan dilakukan penambahan TPS, karena ada sejumlah rumah sakit yang biasanya pasiennya cukup banyak, seperti Rumah Sakit Soedarso, Rumah Sakit Santo Antonius dan Rumah Sakit Kota Pontianak.



"Kami akan melakukan pendataan di Rumah Sakit tersebut, dikarenakan ada pasien atau pun pegawai rumah sakit yang tidak sempat memilih di TPS di daerah kediamannya masing-masing," ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Kota Pontianak menyatakan, pihaknya akan memberikan TPS khusus bagi mereka yang tidak sempat pulang untuk memilih pada Pemilu 2019 mendatang. (suria mamansyah/bob)