Midji Soroti Pembangunan Kota Pontianak

Ponticity

Editor Admin Dibaca : 340

Midji Soroti Pembangunan Kota Pontianak
Gubernur Kalbar Sutarmidji (istimewa)
PONTIANAK, SP - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyoroti beberapa hal terkait pembangunan Kota Pontianak yang dahulu sempat di pimpinannya.



"Saya harap pembangunan Kota Pontianak harus tetap berjalan dengan baik," harapnya saat Musrenbang Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Pontianak Tahun Anggaran 2020. Kegiatan tersebut digelar di Ballroom Grand Mahkota Hotel Pontianak, Senin (4/3).


Hal pertama yang disorotinya, adalah soal percepatan penanganan genangan air di sekitar Jalan Ahmad Yani. Menurutnya, persoalan itu sangat gampang, tinggal rumah-rumah yang ada di sepanjang Parit Tokaya itu harus direlokasi.


“Tidak boleh ada bangunan apapun di atas parit itu,” tegas Midji.


Mantan Walikota Pontianak ini juga menyampaikan akan membangun trotoar di Jalan Ahmad Yani. Dari rumah jabatan Gubernur hingga ke Taman Digulis.


"Pembangunan trotoar dari Kantor Gubernur hingga ke Taman Digulis akan kita lakukan pada tahun depan," katanya.


Kemudian, pelebaran jalan dari Jalan Husin Hamzah ke Jembatan I. Midji mengatakan, jalan itu harusnya dilebarkan dari 8 meter menjadi 12 meter.


“Pembangunan kota baru dari pemerintah pusat tetap berlanjut,” kata Midji.

Dirinya mengatakan, alokasi anggaran dari pemerintah pusat Rp4 triliun, termasuk penataan tujuh saluran primer.


Parit Sungai Raya Dalam, itu tahun depan diturap dari RSUD Sudarso. Parit H Husin, Parit Media, Parit Tokaya, Parit Diponegoro, Parit Sungai Serok dan Sungai Jawi penurapannya sudah dianggarkan dalam program kota baru.


Sementara itu, Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Musrenbang RKPD Tahun Anggaran 2020 ini, untuk program tahun depan.


Menurutnya Pemkot tahun ini lebih banyak perencanaan infrastruktur, berkait dengan pelebaran jalan, trotoar, persimpangan, pasar, waterfront, bangunan Kapuas Indah, rumah sakit di Pontianak Utara, sehingga di tahun 2020 akan dianggarkan dan langsung lelang fisik.


“Saya nanti akan anggarkan untuk promenade atau jalan paralel dari Kapuas Indah ke Senghie,” kata Edi


Jadi Pemkot akan memotong bangunan-bangunan di sepanjang sungai dengan menerapkan Garis Sempadan Sungai (GSS).



Dirinya yakin pemilik bangunan ruko-ruko itu harus mendukung. Nanti bangunnanya harus menghadap ke sungai. Tidak hanya menghadap di Jalan Sultan Muhammad.


Ia juga menyampaikan akan melakukan pembenahan dan merapikan sejumlah ruas jalan, seperti di Jalan Ahmad Yani.

"Trotoarnya kita lebarkan sekitar 6 meter," kata Edi..


Jadi pagar-pagar yang terkena dampak pembangunan trotoar harus dimundurkan. Supaya ada space. Intinya, ruas tersebut akan dilebarkan semaksimal mungkin, maksimal hingga 12 meter.


Selain itu, pembangunan trotoar akan mengedepankan aspek humanis dan representatif, yang berkarakter taman, sehingga masyarakat bisa menikmatinya dengan lampu-lampu hias.


“Kita sudah harus mengarah ke kota yang cantik,” jelas Edi.


Di samping itu, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku UMKM juga akan menjadi skala prioritas. Nanti jika UMKM Center sudah diresmikan, Pemkot akan mengajak generasi muda millenial untuk berjiwa entrepreneur.


"Makanya mulai dari tingkat TK, SD, dan SMP kita akan bangun bank sampah di sekolah," terangnya.


Edi berharap para siswa, bisa mengolah atau mendaur ulang sampah, terutama sampah plastik, untuk ditukarkan dengan uang jajan atau makan gratis.


"Dengan demikian, selain menjaga lingkungan, mereka juga tertanam jiwa entrepreneur. Itu juga sebagai edukasi bagi anak-anak," tutur Edi.



Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Dapil Kota Pontianak, Syarif Ishak Ali Almutahar mengatakan, dalam mengembangkan Kota Pontianak yang terdiri dari enam kecamatan dan 29 Kelurahan. Program yang diajukan oleh Walikota sudah memiliki nilai yang positif.


Namun, dirinya menyayangkan beberapa hal yang tidak menjadi fokus dalam penyampaian Walikota Pontianak. Di antaranya yang menjadi sorotannya adalah minimnya perhatian Pemerintah Kota Pontianak dalam persoalan pariwisata.


Sepanjang Musrenbang RKPD Tahun Anggaran 2020, dirinya tidak mendengar sekalipun Walikota Pontianak menyinggung pembangunan infrastruktur pariwisata. Padahal menurutnya sektor pariwisata menjadi hal yang penting dalam pembangunan kota.


“Kita menggaris bawahi tidak ada sektor pariwisata yang diangkat,” tegasnya.


Ia menjelaskan, padahal pariwisata memiliki peran penting di Kota Pontianak, yaitu kawasan segitiga emas. Salah satunya adalah Tugu Khatulistiwa yang menjadi ikon yang selalu dibangga-banggakan oleh masyarakat Kota Pontianak, bahkan monumen ini sudah terkenal di seluruh dunia.


“Tetapi bisa dilihat tugu tersebut masih saja kumuh,” katanya.


Maka dari itu diperlukan kerjasama dengan pihak swasta. "Jadi ditekankan lagi untuk kerjasama dengan pihak ke tiga. Karena pihak ketiga yang ada saat ini nampaknya asal asalan saja yang bekerja. Dan seharusnya dilakukan evaluasi terhadap pihak ketiga yang mengurus tugu khatulistiwa sekarang," ungkap Ishak.


Apalagi menyongsong penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat nasional yang akan dilakukan di Tugu Khatulistiwa.


Namun, intinya, dirinya mengapresiasi sejumlah upaya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah kota.


“Kita siap mendukung pembangunan di Kota Pontianak,” tuturnya.

Terakhir, ia mengatakan saat ini Kecamatan Pontianak Timur dan Utara masih kekurangan sekolah. Untuk itu, sebaiknya dilakukan penambahan sekolah di daerah tersebut.


"Karena setiap tahun pelajar pasti melimpah di Kota Pontianak, hal itu yang menyebabkan wajib adanya pembangunan SMA di Kecamatan Pontianak Timur dan Utara," harap dia. (din/bob)