Sabtu, 21 September 2019


Pemkot Pontianak Tiadakan Hidangan dengan Kemasan Plastik

Editor:

Dede

    |     Pembaca: 566
Pemkot Pontianak Tiadakan Hidangan dengan Kemasan Plastik

PONTIANAK, SP - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta setiap pertemuan maupun rapat di lingkungan pemerintah kota itu, agar tidak lagi menyediakan hidangan yang menggunakan kemasan plastik.

"Pemkot Pontianak sudah mengeluarkan edaran terkait dengan penyediaan hidangan rapat tanpa kemasan atau pembungkus berbahan plastik. Surat edaran itu ditujukan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga ke tingkat kelurahan," kata Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Kamis (7/3).

Ia menjelaskan, dasar dikeluarkannya edaran itu yakni UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, PP No. 81/2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga.

Kemudian Perpres No. 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga hingga Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Perwa Kota Pontianak No.68/2018.

"Sebagai penggantinya bisa menggunakan wadah yang mudah didaur ulang. Dan kebijakan itu juga mendukung Wali Kota Pontianak tentang pengurangan sampah sebesar 30 persen hingga 2025 mendatang," ungkapnya.

Edi menambahkan, pihaknya juga sedang menyiapkan Peraturan Wali Kota Pontianak tentang pengurangan sampah plastik, termasuk kantong plastik yang digunakan untuk membungkus.

"Sebenarnya ini bukanlah kebijakan baru, dan jauh hari sebelumnya pun sudah diberlakukan, tetapi belum efisien," ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagai penggantinya, masyarakat bisa membawa tas ketika berbelanja, apalagi sekarang sudah canggih.

Tas itu bermacam-macam, ada yang mudah penggunanya, bisa dilipat dan kemudian dibuka ternyata lebar.  

Ancaman sampah plastik di kawasan perkotaan membuat Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Lingkungan Hidup setempat sedang menyiapkan dan merancang Peraturan Wali Kota terkait upaya mengurangi sampah dari bahan plastik di kota itu.

"Perwa tersebut dirancang agar sampah yang berbahan plastik ke depan terus berkurang yang kini angkanya masih cukup banyak yakni sekitar 30 persen sampah plastik dari sekitar 400 ton total sampah per harinya," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Tinorma Butar-butar, kemarin.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya sudah menyiapkan draft yang nantinya diajukan menjadi Peraturan Wali Kota tentang Sampah Plastik.

"Proses hingga menjadi Perwa masih panjang, karena kami harus mengajukan dulu ke Kabag Hukum, baru kemudian ke OPD terkait, tetapi yang pastinya drafnya sudah kami buat dan Pak Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono juga sudah mengetahuinya," ujarnya.

Menurut dia, dalam Perwa itu nantinya akan lebih mempertegas peran masing-masing pihak dalam pengurangan sampah plastik, dan ada tiga komponen yang disebutkan di dalam Perwa tersebut nantinya.

"Seperti peran dari produsen, diaturan itu nantinya meminta produsen membuat plastik menggunakan bahan baku yang mudah terurai. Bahan bakunya bisa saja dari umbi atau jagung karena bahan-bahan itu mudah terurai, beda dengan plastik yang biasa digunakan itu dalam waktu 500 tahun saja belum bisa terurai," ungkapnya.

Ia menambahkan, penerapan itu tentu ada kelebihan dan kekurangan, seperti mengganggu produksi dan bisa juga berdampak pada perekonomian usaha yang membuat plastik tersebut.

"Tetapi yang jelas UU sudah menyatakan seperti itu, bahkan targetnya tahun 2025 mendatang harus benar-benar mengurangi berbagai sampah, dan termasuk sampah berbahan plastik," ujarnya.

Kemudian, menurut dia, sasaran selanjutnya pada pengguna retail, bahkan penggunaannya pun dikenakan biaya semahal-mahalnya agar masyarakat pikir-pikir dalam menggunakan plastik.

"Sedangkan penekanan kepada masyarakat sebagai pemanfaat diharapkan tidak lagi menggunakan kantong plastik saat belanja, sehingga ke depannya kalau belanja bawa kantong sendiri dari rumah yang bisa dipakai berulang-ulang. Jadi ini dibuat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang bisa diganti dengan membawa tas yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak menambahkan, beberapa tahun lalu cara yang dilakukan dalam mengurangi sampah plastik sudah dilakukan, yakni dengan cara membayar untuk retail tetapi belum maksimal, sehingga dengan aturan yang lebih spesifik tentu bisa mengurangi volume sampah khususnya plastik di Kota Pontianak. (ant/bob)