Sabtu, 07 Desember 2019


Tatkala Satgas Udara Berjibaku Padamkan Karhutla di Kalbar (bagian 1)

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 243
Tatkala Satgas Udara Berjibaku Padamkan Karhutla di Kalbar (bagian 1)

PESAWAT CASSA – Pesawat Cassa 212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdurrahman Saleh Malang, turut membantu memadamkan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di Kalbar. Pesawat ini jadi bagian Satgas Udara Karhutla yang dipimpin oleh Danlanud Supadio.

Lanud Supadio Siagakan Personel dan Alutsista Moderen


Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di Kalbar, seakan menjadi bencana tahunan. Tidak saja berakibat pada terganggunya seluruh aktivitas masyarakat, namun telah menelan korban jiwa. Kondisi ini tentu memantik keprihatinan semua pihak.   

Keadaan terparah terjadi pada 2018, di mana ada empar orang korban meninggal dunia, yang rata-rata terkena penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Tidak hanya korban meninggal dunia, pada tahun tersebut, ada seorang bayi, yang baru berusia 45 hari, divonis menderita pneumonia, dan harus menjalani perawatan intensif.

Melihat kondisi ini, berbagai pihak pemegang kendali kebijakan bahu membahu mengatasinya. Pemerintah daerah (Pemda), TNI-Polri, dan stakeholder lainnya melalukan yang terbaik, agar tidak jatuh korban yang semakin banyak.

Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, menjadi salah satu elemen terpenting dalam mengatasi bencana Karhutla di Kalbar. Peranan penting tersebut dijabarkan dalam dalam penyiapan sarana dan prasarana, alat, dan pengendalian Karhutla.

Salah satu sarana dan prasana yang digunakan adalah pesawat Cassa 212. Pesawat jenis angkut ini, digunakan untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan di wilayah udara Bumi Khatulistiwa. Pesawat Cassa 212 TNI Angkatan Udara, selalu siaga di Main Apron Lanud Supadio.

Crew pesawat angkut yang merupakan anggota Skadron Udara (Skadud) 4, Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, tersebut, menyiapkan dan melakukan TMC. Dipimpin oleh sang pilot, Mayor Pnb Dian Ivantoko, crew dan personel Lanud Supadio lainnya,terus mencoba membuat hujan buatan.

Pada rapat-rapat persiapan dengan sejumlah instansi terkait, yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan (BPPT), Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, dan langsung dihadiri Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Supadio, Kolonel Pnb Reka Budiarsa.

Selain membantu pemadaman bencana Karhutla di Kalbar, secara umum tugas crew pesawat Cassa TNI AU adalah menaburkan NaCL ke koordinat di angkasa. Pada pelaksanaan TMC ini. Pesawat Cassa, telah didesain untuk membawa dan menaburkan NaCl, dengan terbang pada ketinggian tertentu. 

Selain menyiagakan pesawat Cassa TNI AU, pada penanggulangan Karhutla, Lanud Supadio juga berperan aktif dengan menerjunkan anggota. Para personel ini turut ke wilayah kebakaran dengan cara memadamkan api melalui darat. Karhutla adalah masalah nasional setiap tahunnya, sehingga jadi salah atensi pimpinan TNI AU, untuk turut mengatasinya.

“Oleh karena itu, sesuai dengan tugas dan wewenang yang diemban, Lanud Supadio terus memberikan sumbangsihnya. Lanud Supadio adalah Satgas Udara dan menjadi home base. Kita turut siap siaga setiap saat,” papar Kepala Dinas Operasi (Kadisops), Kolonel Pnb Reka Budiarsa.

Adanya pesawat Cassa 212 dan anggota yang turut ke lokasi kebakaran, Lanud Supadio juga memanfaatkan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau lebih dikenal dengan nama Aerostar Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Alutsista moderen ini diawaki oleh personel Skadron Udara (Skadud) 51 Wing 7 Lanud Supadio. 

“Alutsista ini bisa diandalkan dalam mendeteksi terjadinya Karhutla dan hotspot pada titik-titik tertentu. Medan berat dan sangat jauh, bisa dipantau secara langsung oleh Aerostar UAV Skadud 51 Wing 7 Lanud Supadio,” tuturnya. 

Dengan peran yang dilakukan oleh personel Aerostar UAV Skadud 51 Wing 7 Lanud Supadio, semua titik api yang ada di wilayah Kalbar dapat terpantau. Sehingga, tugas dari Pesawat Cassa 212 yang membuat hujan buatan tepat pada sasarannya.

“Karhutla di Kalbar, biasanya diperparah dengan cuaca panas dan tidak turun hujan. Maka TMC yang dilakukan oleh tim, bisa mengatasi meluasnya wilayah Karhutla,” ungkap Kolonel Pnb Reka. (aep mulyanto)