Dinkes Segera Tetapkan Standar Pelayanan Kesehatan

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 106

Dinkes Segera Tetapkan Standar Pelayanan Kesehatan
Ist
PONTIANAK, SP - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harry Agung menuturkan sejak dikeluarkan Permendagri Nomor 100 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Maka pada tahun 2019, tahapan sosialisasi dan persiapan untuk identifikasi kebutuhan masalah sudah harus dimulai tahun depan.   "Standar ini adalah khusus di bidang kesehatan yang menjadi hak setiap warga negara, terhadap pelayanan yang sudah ditetapkan," ujarnya, Rabu (13/3).  

Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama dengan tenaga kesehatan lain, berupaya untuk menetapkan standar minimal kesehatan. Standar ini juga merupakan salah satu penilaian performa kinerja pemerintah daerah.  

"Kita siapkan implementasinya, berkaitan dengan pembiayaan, apakah itu kabupaten kota, provinsi, atau pusat. Itu hak 100 persen warga negara," ujarnya.   Harry menuturkan, ada 12 indikator standar pelayanan minimal untuk kabupaten/kota, yakni ibu hamil, melahirkan, pelayanan bayi, balita, anak, usia sekolah, usia produktif, PTM (diabet, kesehatan jiwa, HIV/AIDS).

Kemudian dua indikator untuk tingkat provinsi yaitu bencana, dan KLB.   "Memang perlu kesiapan, baik jajaran kesehatan provinsi maupun daerah," katanya.   Kemudian, Harry menuturkan  hasil riset kesehatan daerah yang pada kesimpulannya adalah indikator tingkat kesejahteraan itu menurun.

Seperti angka kematian ibu begitu juga gizi. Contohnya stunting. Justru angka yang berkaitan dengan penyakit tidak menular mengalami kenaikan.
  "Kaitannya dengan perilaku dan gaya hidup. Oleh karena itu, memang menjadi evaluasi dari Dinkes. Kita perlu melakukan upaya preventif dan promotif. Promotif ini seperti lifestyle," paparnya.  

Sementara itu, pencegahan, termasuk kanker mengalami kenaikan. Ada beberapa hal yang menjadi faktor pencetus terjadinya penyakit tidak menular ini, seperti pengaruh dari bahan kimiawi berkaitan dengan makanan.   

Untuk itu, pihaknya berupaya untuk  menghambat perilaku yang tidak baik di bidang kesehatan. Selain itu, juga harus diperhatikan pola hidup sehat. Ternyata asupan makanan yang baik juga tidak cukup, tetapi juga aktifitas hidup seperti kecanduan gadget mesti diperhatikan.
 

"Mulai dari anak-anak sampai dewasa. Seperti obesitas itu bisa menyebabkan dapat penyakit tidak menular," katanya.   "Mengubah perilaku itu tidak mudah, apalagi lingkungan membantu. Makanan atau teknologi dan sebagainya itu menjadi tantangan bagi Dinas Kesehatan," pungkas Harry. (iat/bob)