SLB Dharma Asih Sampaikan Terima Kasih ke OSO

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 53

SLB Dharma Asih Sampaikan Terima Kasih ke OSO
RIANG – Siswa-siswi di SLB Dharma Asih menari riang dalam peringatan HUT ke 47 sekolah mereka, Rabu (13/3).
PONTIANAK, SP - Lembaga pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Asih Pontianak menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO).

Pasalnya, OSO menjadi donatur tetap sekolah tersebut.
  “Kita benar-benar berterima kasih kepada Bapak OSO yang memperhatikan dan memberikan uluran tangan dan tambahan jam mengajar kita berikan honor yang dananya dari Pak OSO,” kata Ketua SLB Dharma Asih, Toeti Mas'ud Abdullah, saat pembukaan perayaan ulang tahun SLB Dharma Asih ke 47, Rabu (13/3).

Jumlah siswa di sekolah itu, berjumlah 269 orang. Sedang total pengajarnya 54 orang terdiri dari guru bagian B 25 orang, bagian C 29 orang. Dari angka itu, 41 di antaranya tenaga honorer.   Sedikitnya ada 33 ruang belajar. Tersedia pula ruang terapi, ruang keterampilan, kesenian, perpustakaan, dan lain-lain.

Tiap siswa masuk dipungut bayaran Rp3,5 juta dan boleh dicicil. TK, SD, SMP, atau SMA tarifnya sama. Dana itu hanya sekali bayar sampai pendidikan selesai.   “Kecuali naik tingkatan dari SD ke SMP, dan hanya membayar Rp800 ribu,” katanya.   Walau sudah berusia 47 tahun, masih banyak kendala yang dihadapi lembaga.

Di antaranya kondisi bangunan yang sudah perlu perbaikan. Terlebih tiap tahun anak didik bertambah, butuh lokal kelas baru.   "Mengingat bahwa pendidikan di SLB ini, untuk setiap kelas hanya bisa digunakan maksimal delapan anak murid saja," ujarnya.   Para guru honorer pun digaji di bawah Upah Minimum Regional (UMR) Provinsi.

Pasalnya, sumber dana hanya berasal dari murid iuran murid yang sebagian besar berasal dari kalangan tak mampu. Bantuan dari pemerintah belum bisa menutupi semua.

Kini sekolah tengah merenovasi bangunan ruang kelas dan fasilitas pendukung. Sebelumnya, hanya dilakukan tambal sulam.
  "Bantuan dalam hal ini sangat diperlukan dan memang kita merasa sangat kekurangan ruangan untuk siswa kita," ujarnya.

Toeti sebenarnya kasian pada guru yang setia mengabdi meski dibayar minim. Semua pengurus lembaga pun semuanya berusia lanjut. Mereka tak dibayar, tetap membantu demi pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
 

"Berdirinya SLB Dharma Asih di Pontianak adalah wujud nyata partisipasi masyarakat yang ikut membantu program pemerintah di bidang pendidikan anak ABK," ujarnya.   SLB Dharma Asih Pontianak berdiri sejak 13 Maret 1972 oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Dulunya SLB ini berlokasi di Gedung GOW Jalan Diponegoro.

Kini pindah ke Jalan Jenderal Ahmad Yani Pontianak, karena mendapat sumbangan gedung baru dari Adiyanto.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan di tahun 2020 akan membentuk tim yang terdiri dari Dinas Pendidikan bersama pengurus SLB, untuk mencari benang merah peningkatan kualitas pendidikan.

Dia berjanji akan membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi sekolah.   “Kita juga berharap masyarakat yang memiliki kemampuan, baik badan usaha maupun perorangan yang peduli juga ikut membantu,” katanya. (din/bls)