Rabu, 18 September 2019


Kawin Muda Sebabkan Berbagai Masalah

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 203
Kawin Muda Sebabkan Berbagai Masalah

TARIAN - Remaja Putra-Putri melakukan tarian dalam kegiatan Genre Ceria 2019 di halaman Museum Provinsi Kalbar, Minggu (17/3), Pernikahan usia dini menjadi sorotan karena banyak masalah terjadi pasca pernikahan

PONTIANAK, SP - Fakta menunjukkan mereka yang terlibat kawin muda tidak hanya tinggi terkait angka perceraian, juga kekerasan di keluarga. Yang terpenting masa depan dari kedua orang yang kawin muda akan terhapuskan, dibandingkan dengan kawan sebayanya yang pada waktu itu masih bermain, atau bahkan sedang meniti karir dan pendidikan.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), M. Yani, pada saat diwawancarai usai acara acara Genre Ceria 2019 di halaman Museum Provinsi Kalbar, Minggu (17/3).

Dirinya mengatakan, dari penelitian terutama bagi mereka yang terlibat perkawinan dini, tidak hanya laki-laki terutama perempuan, pupus sudah biasanya harapannya, pendidikannya.   Dirinya berharap kepada mereka yang sudah melakukan perkawinan dini, agar betul-betul menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.

“Kalbar, Kalsel dan Sulawesi Barat dan provinsi lainnya yang angka perkawinan anaknya cukup tinggi,” ucapnya

Hal ini juga sebagai penghambat program BKKBN terkait keluarga berencana, karena kawin dini akan memberikan kesempatan bagi pasangan muda untuk punya anak lebih. Pihaknya akan mendorong para pemuda pemudi, merencanakan pendidikan dan karir untuk hidup yang lebih baik.


Tantangan budaya menjadi tugas penting bagi BKKBN untuk mewujudkan hal tersebut. Dalam forum genre ini juga menjadi penting, karena para anak-anak akan menjadi agen untuk menyampaikan kampanye menekan angka perkawinan muda.


Dirinya juga mengatakan, acara genre ceria dengan kemitraan juga dikolaborasikan dengan dukungan dari anggota dewan. Tujuan utama kegiatan ini adalah, merangkul remaja sebanyak mungkin yang tergabung dalam forum genre atau yang lainnya, agar menyampaikan misi sebagai agen perubahan. Yang akan membawa perubahan bagi setiap daerah.

Tidak hanya soal isu kawin muda para agen ini, juga membawa nilai karakter yang dibutuhkan oleh bangsa ini kedepannya. Perkembangan IT juga diharapkan bisa digunakan setepat mungkin, lewat informasi yang berlebihan yang sebagian besar adalah sampah harus disikapi dengan arif oleh orang tua dan masyarakat.

Peran orang tua sebagai pengawas anak harus mampu untuk mengawasi aktivitas anak. Sekarang hanya 30 persen ibu yang juga terpapar dengan kemajuan teknologi. “Semua pihak diharapkan mampu menyadarkan orang sekitarnya, termasuk para ibu agar mampu mengawasi aktivitas anak. Berbeda dengan dulu karena orang tua dulu cukup dengan kehadiran fisik,” ujarnya.


Ia menegaskan, kalau anaknya pulang berarti sudah sampai di rumah sekarang. Anaknya di rumah tapi bisa berselancar ke mana-mana.
Hal itulah yang dibutuhkan kemampuan orang tua, untuk lebih aktif mengawasi anak-anaknya. Tantangan keluarga kedepannya terhadap arus informasi ini, tidak hanya seputar perkawinan muda, akan tetapi juga soal radikalisme, terorisme juga bisa masuk lewat gadget yang dipunya. Peran orang tua menjadi penting untuk bisa meningkatkan pengawasan.


Kemudian, Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, Kusmana mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin BKKBN. Secara nasional BKKBN fokus kepada genre, di Kalbar sejak lima tahun kebelakang sudah fokus kepada genre, karena data yang diketahui persoalan di Kalbar yang berkaitan dengan remaja sangat banyak mulai dari usia lama bersekolah yang masih rendah.
 

 “Kemudian narkoba, hubungan diluar nikah juga sangat banyak. dipelosok Kalbar masih banyak anak-anak yang punya anak,” ujarnya. Berangkat dari persoalan itu sehingga pihaknya terus mengkampanyekan genre atau generasi yang berencana dan hasilnya juga sudah mulai nampak. Kalau hasilnya sudah mulai nampak jangan letih jangan lemah.

Malah harus meningkatkan kinerja karena anak-anak merupakan investasi masa depan dan harus dipersiapkan sehingga bisa menyongsong generasi emas di tahun 2045 nanti.
  “Ini yang harus menjadi cita-cita semua pihak sehingga dibuat kegiatan seperti ini,” ucapnya

Dirinya mengatakan, angka kehamilan yang tidak direncanakan di Kalbar masih tergolong tinggi. Berdasarkan survei Kalbar masih berada di angka 24,7 persen. Angka ini harus disikapi dengan program yang mengarah ke remaja harus terus digalakkan. Itu sebabnya kebijakan gubernur, yakni sekolah gratis juga sebagai cara untuk menekan angka kehamilan yang tidak diinginkan.

Dengan bersekolah anak-anak secara otomatis tidak akan menikah di usia muda, dengan bersekolah anak-anak juga akan punya aktivitas dan pemikiran yang cemerlang. Dari aspek pernikahan dini, Kalbar tidak kalah dengan provinsi lain. Namun angka ASFR untuk kelompok umur 15  hingga 19 tahun Kalbar masih tertinggi di Indonesia.
“Malu kita karena banyak anak muda sukses yang dihasilkan Kalbar,” tutupnya

Anak Muda Penyebar Manfaat  

 Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang juga hadir pada acara tersebut mengajak anak semua remaja Kalbar tidak eksklusif dan menghargai perbedaan. Ia mengaudiensikan yang paling penting adalah merawat keberadaban terhadap tata Krama dan kesopanan.

Ia juga mengingatkan anak muda, tidak berpikir sekedar-sekedar nanti hasilnya juga sekedar. Kalau punya idola ingin jadi gubernur, bupati harus ditancapkan keras-keras. Soal dapat atau tidak impian itu urusan lain. Yang terpenting keinginan itu ditancapkan dengan keras


“Saya juga dipesankan untuk peduli orang banyak dan lingkungan, artinya kita bisa merasakan yang orang lain rasakan,” ucapnya.


Dirinya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena hal ini merupakan bentuk kegiatan yang bagus. Kedepan dirinya berharap, semua stakeholder lebih bisa keroyokan untuk mempersempit hal yang negatif, guna menghindari hal-hal yang memberikan gangguan kepada generasi muda. Salah satu yang juga ditekankan agar anak muda jangan menjadi beban.

Anak muda itu harus tumbuh sebagai penyebar manfaat. Akan sangat malu sekali jika anak muda hanya bisa menjadi beban bagi masyarakat. Sangat kampungan sekali jika anak muda masih menjadi beban.

Semua pihak juga harus bisa mengatur keseimbangan antara perkembangan teknologi dengan rasa memiliki dan kepekaan terhadap alam agar selalu terjaga. Dirinya juga menekankan aktivitas di luar ruangan lebih dikembangkan, seperti di alam terbuka. Karena masa remaja anak-anak jika menyatu dengan alam, akan seimbang antara karakter dan kepekaan.

“Karena soal remaja adalah soal imajinasi, diharapankan kita bisa menggiring imajinasi anak muda ke arah yang positif,” ucapnya

Jika hanya cerdas dan pintar tapi ego itu juga akan berbahaya. Pada kegiatan seperti inilah semua pihak berharap hal yang diinginkan bisa terwujud. Pengembangan terhadap remaja juga harus disesuaikan dengan kearifan lokal.

Dirinya juga akan mencoba untuk mengajukan kegiatan serupa yang akan dilakukan pada tempat yang menjadi magnet dan isu bagi anak muda. Semua kegiatan tidak hanya di hotel, justru di dunia luar akan lebih bermanfaat.

Jika kawin muda cenderung akan menjadi beban bagi masyarakat sekitar. Karena akhirnya banyak hal yang berpotensi misalnya dari resiko dan juga akan merugikan orang lain. Untuk itu menurutnya pemerintah harus mensinergikan perannya untuk memberikan pemahaman agar bisa menekan angka kawin muda.


“Aktivitas menyatu dengan alam juga harus ditingkatkan, jangan beri ruang imajinasi negatif,” tutupnya. (din/lis)