Milenial Pertanyakan Anggaran Pendidikan di Talkshow Ngopi Bersama Bang Bonti

Ponticity

Editor Admin Dibaca : 108

Milenial Pertanyakan Anggaran Pendidikan di Talkshow Ngopi Bersama Bang Bonti
TALKSHOW - Bang Bonti menggelar Talkshow Ngobrol Pintar (Ngopi) Bersama Bang Bonti, di Warung Solidaritas, kemarin.
PONTIANAK, SP - Ngobrol Pintar (Ngopi) Bersama Bang Sab'in kembali digelar, kali ini tema yang diangkat "Anggaran Pendidikan, Seberapa Efektifkah?". 

Kegiatan digelar di Warung Kopi Solidaritas, Jalan Atot Ahmad, kemarin.

Mochamad Sab'in atau Bonti selaku owner warung aspirasi yang juga pada saat kegiatan berlangsung menjadi host, mengatakan kegiatan yang dihadiri oleh anak-anak muda ini merupakan bentuk mencerdaskan anak bangsa, khususnya generasi milenial.

"Kita tahu bahwa masih banyak persoalan-persoalan di negeri ini, khususnya di Kalbar. Nah, saat ini yang memang lagi hits di perbincangkan yaitu mengenai pendidikan kita," tutur dia.

Menurut Bonti, pendidikan merupakan sesuatu yang sangat fundamental sekali dalam berkehidupan, dan juga menjadi salah satu kebutuhan utama untuk masyarakat, khususnya generasi anak-anak negeri ini. 

Saat ini anggaran pendidikan dialokasikan sebesar Rp492,55 triliun atau 20 persen dari APBN. 

"Kita juga tahu bahwa persoalan pendidikan di Kalbar masih belum terselesaikan dengan baik.
Dari tahun ke tahun kita belum menemukan penyelesaian atau solusinya," katanya.

"Masih banyak lembaga pendidikan kita yang belum terbangun, baik infrastrukturnya atau pun sistem pendidikan yang diterapkan. 

Apalagi pendidikan bagi para penyandang disabilitas yang masih minim sekali, seperti lembaga pendidikan khusus mereka, apalagi yang berbentuk negeri," tambah dia. 

Alangkah sangat disayangkan sekali, jika persoalan pendidikan masih belum diatasi dengan baik.

Dirinya berharap dengan anggaran pendidikan yang sangat besar ini, bisa sedikit menyelesaikan persoalan pendidikan di Indonesia, khususnya di Kalbar.

"Masih banyak lembaga pendidikan di daerah-daerah terpencil yang belum terbangun infrastruktur yang memadai. Padahal di Kalbar ini lumayan banyak SDM. Jika bisa diberikan lembaga pendidikan yang memadai untuk mereka, sungguh ini merupakan sesuatu sangat bagus sekali," harapnya. 

Tidak lupa pula bahwa pendidikan moral atau akhlak sangat penting. Karena, jika dilihat para koruptor di negeri ini, mereka tidak memiliki rasa malu, sehingga mereka hanya bisa mengambil apa yang menjadi milik rakyat.

"Kita berharap dengan pemerintah daerah atau pusat bisa benar-benar mengefektifkan anggaran yang besar ini, demi pendidikan yang lebih baik untuk kedepannya. Kita akan terus mengkawal kebijakan-kebijakan pemerintah baik daerah atau pusat demi tercapainya pendidikan yang baik serta kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (iat/bob)