Kejati Jamin Tersangka 107 Kg Narkoba Dihukum Mati

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 255

Kejati Jamin Tersangka 107 Kg Narkoba Dihukum Mati
RILIS – BNN, Polda Kalbar dan instansi terkait menggelar rilis kasus tangkapan 107 kilogram narkoba di Kantor BNN Kalbar, Selasa (19/3).

PONTIANAK, SP -  Kepala Seksi Narkotika Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Meidi memastikan dua tersangka Hendri alias Muhamad Idris (39), dan Arnold Topan alias Ignasius Petrus Loli (41) kurir narkoba 123 bungkus sabu dengan berat 107 kilogram dan 114.699 butir pil ekstasi akan dihukum mati. Mereka ditangkap di Jalan Raya Sungai Duri, Bengkayang, Kamis (14/3) lalu.

“Jaminannya (kalau tidak hukum mati) saya lah yang menjamin,” tegasnya dalam rilis kasus tersebut di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalbar, Selasa (19/3).

Hukuman mati akan dituntukan pada tersangka karena perannya sangat potensial dalam peredaran narkoba. Namun bila hanya orang suruhan yang tidak tahu apa-apa, hukuman mati tidak mungkin bisa diterapkan. 

Dua tersangka yang merupakan warga Batam ini ditangkap tim gabungan berdasarkan informasi BNN Singkawang. Peredaran narkoba dalam jumlah besar itu akan melalui jalur air dengan tujuan Pontianak. Tepat pukul 22.00 WIB, kedua tersangka yang mengendarai dua mobil berbeda berhasil diringkus.

“Tersangka ini sudah tiga kali menjadi kurir narkoba di Kalbar, hanya saja kali ini berhasil diamankan oleh petugas dengan jumlah yang cukup besar dari sebelumnya,” kata Kepala BNN Kalbar, Brigjen Suyatmo.

Dari keterangan tersangka, narkoba berasal dari Malaysia yang masuk lewat jalur laut. Namun belum diketahui pasti, dari Malaysia bagian mana barang tersebut berasal. Hingga kini pendalaman masih dilakukan.

“Ada yang menjemput, tetapi terburu bocor. Dari situ kita bisa menyimpulkan ada tidaknya jaringan dan ini masih dalam penyelidikan kami dan menjadi PR kami (BNN) dan Polda,” jelasnya.

Operasi tim bocor lantaran ketika penangkapan, ponsel salah satu tersangka sempat berbunyi. Tersangka itu pun berusaha merebut. Alhasil, kakinya ditembus timah panas. 

Paket narkoba dalam fiber ikan itu didapat tersangka dari sekitar Pantai Gosong, Singkawang dari tiga orang tak dikenal. Dalam istilah kepolisian, praktik ini disebut jaringan terputus. Akibatnya mereka kesulitan mengungkap jaringan peredaran.

Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono mengatakan tangkapan ini membuktikan peredaran narkoba tidak hanya lewat dari darat, tapi juga jalur laut. Hal ini membuktikan Kalbar rentan. Polda terus bekerja sama dengan berbagai pihak dalam pengawasan.

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan meminta agar penegak hukum tidak ragu dalam menjatuhkan hukuman. Apalagi terhadap kedua tersangka kasus ini. 

“Penegak hukum jangan ragu-ragu, kalo dapat otak pelakunya hukum mati saja, supaya tidak ada lagi orang-orang jahat yang ingin merusak bangsa dan negara kita ini," tegasnya.

Selain itu, masyarakat Kalbar diimbau segera melaporkan ke pihak berwajib jika mendapati adanya dugaan peredaran narkoba. Narkoba adalah musuh negara yang ingin menghancurkan bangsa ini.

“Sekarang orang ingin menghancurkan suatu negara, tidak lagi menggunakan sistem angkat senjata. Tetapi startegi menghancurkan generasi-generasi muda dengan narkoba, diracuninya masyarakat kita dengan obat terlarang ini," tutupnya. (sms/bls)