Pemerintah Siapkan Langkah Tegas Tanggapi Larangan Uni Eropa Ekspor Minyak Sawit sebagai Biodiesel

Ponticity

Editor Shella Rimang Dibaca : 109

Pemerintah Siapkan Langkah Tegas Tanggapi Larangan Uni Eropa Ekspor Minyak Sawit sebagai Biodiesel
Pelaksanaan Borneo Forum 2019, di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (20/3).
PONTIANAK, SP - Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Bidang Perekonomian RI, IR Musdhalifah Machmud mengatakan, daya saing komoditas kelapa sawit Indonesia di pasar dunia paling baik.

Tentunya, hal ini disebabkan oleh kualitas dari kelapa sawit itu sendiri yang juga baik.

Berangkat dari inilah alasan Uni Eropa mengeluarkan kebijakan menghentikan penggunaan kelapa sawit sebagai biodiesel.

Hal tersebut disampaikannya ketika memberikan kata sambutan pada acara Borneo Forum yang dilaksanakan oleh Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) di Ibis Hotel, Pontianak, Rabu (20/3).

 Dikatakan dia, Uni Eropa memutuskan untuk mengakhiri minyak kelapa sawit sebagai bahan dasar kendaraan dengan alasan perkebunan kelapa sawit di Indonesia lebih banyak berdampak deforestasi berlebihan. Itu hanya alasan untuk melakukan black campaign terhadap komoditas sawit Indonesia di pasar dunia.

"Daya saing kita itu paling baik, kualitas sawit kita juga baik. Makanya kita diserang terus-menerus," ujarnya.

Menurutnya, untuk menanggapi hal tersebut, 18 Maret 2019 lalu, Menteri Koodinator Perekonomian, Darmin Nasution sudah melayangkan surat penolakan terhadap kebijakan tersebut ke Uni Eropa. Seandainya Uni Eropa masih bersikukuh, maka pemerintah saat ini telah menyiapkan langkah yang tegas dan lebih keras. (sms)

Komentar