Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahun 2019

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 776

Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahun 2019
PO: Kalbar kita dorong untuk coba ikut dan ambil kesempatannya, guna tergabung dalam beasiswa. Ketua Alumni Beasiswa LPDP Kalbar, Rahmad Putra Yudha
PONTIANAK, SP - Ketua Alumni Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP ) yang tergabung dalam Mata Garuda Kalimantan Barat, Rahmad Putra Yudha mengatakan, minat mahasiswa di Kalbar untuk mengikuti beasiswa masih kurang dibandingkan provinsi lain, karena beberapa alasan.

Hal itu diperkuat dengan jumlah alumni yang ada di Kalbar sendiri baru ada 60 orang yang menjadi alumni, dan sekitar 40 orang sedang menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri. Sedangkan provinsi lain ada yang sudah mencapai ribuan.

Keberadaan Mata Garuda di Kalimantan juga menjadi salah satu penyebar informasi kepada teman-teman yang ingin mengikuti beasiswa. Mata Garuda juga akan meresmikan kantor yang berada di Kota Pontianak, dalam waktu dekat ini.

"Setiap kita mengadakan acara sosialisasi info beasiswa mereka antusias, untuk melihat cara daftar," ujar Yudha usai mengisi acara Sosialisasi Beasiswa LPDP di IAIN Pontianak, kemarin.

Namun kendala mereka (mahasiswa) adalah pada persiapan, dan kebanyakan tidak masuk dalam seleksi. Untuk itu, ia mendorong calon peserta ke persiapan untuk mengikuti beasiswa.

Yudha mengatakan, Anggota Mata Garuda yang aktif dan akan membantu calon peserta berjumlah 30 orang, dan tersebar di seluruh Kalbar. Tapi jumlah tersebut masih sedikit dibandingkan provinsi lain yang jumlahnya hampir ribuan.

"Kalbar kita dorong untuk coba ikut dan ambil kesempatannya, guna tergabung dalam beasiswa," jelasnya.

Kalau dilihat dari statistik yang ada, kebanyakan mereka tidak lulus karena punya kelemahan tersendiri, misalnya dalam bahasa, IPK, dan masalah jarak dalam persiapan. 

Contoh jika mengikuti beasiswa luar negeri harus ada The International English Language Testing System (IELTS)  dengan skor yang sudah ditetapkan, dan dipersiapkan.

"Mau tidak mau kita harus ke Jakarta, karena di Pontianak, belum cukup kuota untuk melaksanakan ujian IELTS," ujarnya.

Ada beberapa lembaga yang bisa mengadakan IELTS, tapi kuota tidak tercukupi, jadi tidak dilaksanakan. Akhirnya teman -teman yang mau mendaftar tidak jadi daftar. 

Keberadaan Mata Garuda di Kalbar untuk tugas tersendiri tidak ditentukan, tapi yang jelas, pihaknya selalu mengembangkan kegiatan sosial, dan yang paling penting sosialisasi beasiswa. 

Selain beasiswa juga ada pelatihan bahasa Inggris gratis, pelatihan menulis untuk guru. Jadi lebih pada ke pembangunan skill  dan pemberdayaan masyarakat.

"Kalau dari mental dan lain-lainnya, memang saya anggap mental pemuda di Kalbar belum matang dalam mengambil sikap," ujarnya.

Seandainya tidak lulus langsung luluh lantah dan langsung down, jadi mentalnya belum kuat.

"Kalau saya, sudah bisa menyikapi itu, karena memang dulu saya merantau ke Jakarta. Saya belajar banyak tentang hidup, juga belajar lewat pengalaman saya dalam mengatur pikiran untuk tidak terkontaminasi dengan lingkungan," ujar Yudha.

Karena, masalahnya pada pergaulan, yaitu sering terkontaminasi dengan lingkungan, lalu membentuk pola pikir dan akhirnya mentalnya tidak tangguh.

"Jadi kadang jangan kan mau nyoba, nggak nyoba saja mereka bisa berasumsi tidak lulus," tutupnya. 

Sementara itu, Kementerian Keuangan mencatat per 31 Januari 2019, jumlah penerima program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sudah mencapai 20.255 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 9.881 orang masih belajar dan 7.108 orang yang sudah lulus.

"Sudah 20 ribu orang kita kirim ke universitas terbaik. SDM yang menjadi concern para pengusaha, kita juga beri perhatian. Kita memberikan dari usia dini sampai very high," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani menegaskan, melalui program LPDP ini siapa saja memiliki kesempatan untuk menimba ilmu hingga keluar negeri. Dengan demikian, tidak hanya segelintir orang yang memiliki kebutuhan lebih saja, melainkan siapa pun akan memiliki kesempatan yang sama.

"Jadi tidak hanya Anin (Anindya Bakrie) yang sekolah di Stanford. Stanford itu adalah greeding ground dari berbagai startup yang luar biasa," kata Sri Mulyani.

Seperti diketahui, pada tahun 2018, LPDP menetapkan kuota penerima beasiswa mencapai 4.000 orang dengan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp35 triliun.

Sementara untuk tahun ini pemerintah kembali menganggarkan tambahan sebesar Rp 20 triliun. Dengan demikian, total yang sudah dianggarkan pemerintah melalui LPDP ini sudah mencapai lebih dari Rp 50 triliun. (din/mdk/bob)

Para Alumni Diminta Jadi Enterpreneur

Wakil Presiden Jusuf Kalla berpesan kepada ratusan alumni dan awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ( LPDP) untuk jangan terlalu berharap bisa bekerja di pemerintahan. Dia justru berharap alumni dan awardee LPDP bisa membuka lapangan pekerjaan baru ketimbang bergantung pada pemerintah. 

"Anda jangan terlalu berharap pulang ke Indonesia bekerja di pemerintahan," jelas Jusuf Kalla di kompleks Kementerian Keuangan (Kemkeu), Jumat (15/3) lalu. 

Justru, Jusuf Kalla berharap para alumni dan awardee dapat menjadi enterpreneur atau pengusaha dengan kualitas profesionalitas yang tinggi. Peningkatan jumlah pengusaha yang tinggi dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. 

"Tahun 50-an kita lebih kaya dari Korea Selatan, tapi sekaran dia lebih baik dari kita," ujar Jusuf Kalla. 

Dia mempertegas LPDP merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dengan tujuan dapat memberi sumbangsih dalam pertumbuhan ekonomi. Indonesia membutuhkan tenaga anak muda dengan produktivitas tinggi untuk mengejar ketertinggalan. 

Apalagi, kata Jusuf Kalla, saat ini investasi dan ekspor masih dalam tataran rendah. Sehingga dibutuhkan anak muda yang kreatif menciptakan lapangan kerja baru sehingga di sisi lain dapat menekan angka pengangguran. Imbasnya, penerimaan perpajakan bisa tumbuh tinggi. 

"Kita butuh pajak, pajak itu muncul dari kemajuan ekonomi yang baik. Kemajuan ekonomi yang baik muncul kalau dunia usaha baik, investasi baik dan masyarakat bekerja," jelas Jusuf Kalla. (knt/bob)