Komunitas 1000 Guru Kalbar Bagikan Sarapan Pagi

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 106

Komunitas 1000 Guru Kalbar Bagikan Sarapan Pagi
ilustrasi
PONTIANAK, SP - Belasan anggota yang tergabung dalam komunitas 1.000 Guru Kalbar, sejak pagi sekitar pukul 06.00 WIB sudah terlihat berkumpul di sebuah toko sembako modern, tepat di sebelah SPBU di jalan Trans Kalimantan, Kubu Raya, Minggu (23/3). 

Hari ini, mereka punya agenda besar, menyalurkan program yang mereka namakan program Smart Center 2019 ke sebuah sekolah, MIS Nurul Mukhlisin di Desa Puguk, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. 

Program Smart Center merupakan sebuah program pemberian nutrisi untuk siswa-siswi ke Sekolah Dasar, berupa sarapan pagi yang bergizi. "Program ini adalah hasil kerjasama 1000 Guru Foundation dengan KFC secara serentak di Seluruh Indonesia," jelas Project Manager, Madian Adi Putra.

Mereka berangkat menggunakan sepeda motor. Ada yang berboncengan, ada yang membawa motornya masing-masing. Total peserta dalam perjalanan kali ini kurang lebih berjumlah 21 orang. 

Kata Marian, ada beberapa alasan mengapa Sekolah MIS Nurul Mukhlisin menjadi target penyaluran program ini. Di antaranya karena akses dari Kota Pontianak menuju ke sekolah ini dirasanya cukup dekat, sehingga memudahkan anggota lain ikut berpartisipasi, mengingat kesibukan masing-masing anggotanya yang cukup padat. 

"Jadi kita bisa akses lewat darat dan tak perlu nginap," jelasnya. 

Kedua, meskipun jaraknya tidak jauh dari pusat kota, namun sayangnya  kondisi sekolah itu bisa dibilang cukup memprihatinkan. Beberapa dinding bangunan sudah berlubang. Begitu juga atap-atapnya. 

Ditambah lagi, kondisi ekonomi masyarakat sekitar, masih didominasi buruh dan penoreh karet. Tentu untuk mencukupi kebutuhan sarapan pagi yang bernutrisi untuk anak-anak mereka menjadi perihal tugas yang berat bagi mereka. 

Jika dari Kota Pontianak, jarak sekolah sekitar 80 kilometer. Butuh waktu kurang lebih satu jam jika menggunakan sepeda motor. 

Madian mengatakan, dirinya sangat bersyukur karena komunitasnya dipercaya kembali oleh 1000 Guru Foundation, mengelola Smart Center di tahun 2019. Ini merupakan program kedua setelah, tahun lalu pada kegiatan yang sama sekolah MIS Nurul Hikmah, Sungai Ambawang menjadi sasaran. 

"Harapan kami, dengan adanya program ini bisa adik-adik lebih semangat lagi belajarnya, dan rajin datang ke sekolahnya" imbuhnya.
Dengan program ini, siswa-siswi akan diberikan sarapan pagi tiga kali dalam seminggu. Anggarannya Rp3-4 juta, namun disalurkan sudah dalam bentuk bahan makanan sarapan. Sesuai dengan program Smart Center yang berlaku selama enam bulan. "Tapi setiap tiga bulan kita evaluasi," tuturnya. 

Kata Kepala Sekolah MIS Nurul Mukhlisin, Zubairi mengatakan, total siswa-siswinya ada 116 dengan 18 orang tenaga pengajar. Dikarenakan sekolah ini sejauh yayasan, otomatis tenaga pengajar juga berstatus non PNS. Gaji pun dicukup-cukupkan, tanpa satu patah katapun untuk mengeluh. 

"Kami ikhlas mengajar di sini, untuk kebutuhan sekolah, kami selalu ikhtiar," katanya.  

Begitu juga memperbaiki dinding dan atap-atapnya sekolahnya. Ada beberapa donatur, namun tidak begitu besar, hanya cukup untuk kebutuhan dasar sekolah saja. Selain itu, ia akan berusaha mencari bantuan-bantuan ke tempat lain. 

Mengenai saluran program yang diberikan oleh komunitas 1000 guru ini, dia sangat berterima kasih. Anak-anak yang jarang bahkan tidak pernah merasakan sarapan dengan menu lengkap, akhirnya terjamah juga. 

"Lihat saja mereka makan roti, telur, susu, sama kacang hijau dengan lahap," tuturnya. 

Dirinya berharap, agar penyaluran ini sebisa mungkin jangan sampai di sini saja. Jika bisa, berkelanjutan karena sarapan seperti ini, sangat dibutuhkan bagi siswanya. 

Walaupun fasilitas sekolah tidak mendukung, seperti buku dan lain-lain, paling tidak muridnya bisa bersarapan yang bergizi. “Setidaknya mereka bisa cerdas, bisa cepat menangkap pelajaran dari alam, dari pengetahuan yang kami berikan dengan otak yang cerdas," katanya. (din/lis)