Senin, 14 Oktober 2019


Anak Pontianak Punya Potensi Mendongeng

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 116
Anak Pontianak Punya Potensi Mendongeng

Lomba Bercerita Anak Tingkat SD MI Tahun 2019

Anak-anak Kota Pontianak dinilai mempunyai kemampuan bercerita yang baik. Hal ini terbukti dengan beberapa anak-anak Kota Pontianak berhasil menjuarai lomba tingkat nasional. 

Untuk itu perlombaan tingkat kota menjadi ajang yang sangat diminati oleh sekolah untuk lebih memperkenalkan sekolahnya.

“Potensi sangat besar bagi anak-anak Kota Pontianak untuk dapat berkancah di nasional,” kata Pelatih Teater Topeng Pontianak, Budi Susanto (Budi Kaka), yang menjadi juri dalam ajang Lomba Bercerita Anak Tingkat SD MI Negeri dan Swasta Kota Pontianak tahun 2019, di Aula Rumah Dinas Wakil Walikota Pontianak, Senin (25/3).

Budi mengatakan, mereka yang menang jika dibandingkan dengan yang lain, mempunyai kemampuan bercerita. Jadi setelah mereka membaca, pemenang ini mampu menyampaikan kembali dengan cara berdialog melalui pengantar yang lebih baik dari pada yang lainnya. 

Namun untuk mereka bisa menjuarai tingkat provinsi maupun nasional masih perlu latihan lebih dalam lagi, agar bisa menjuarai tingkat nasional. Ia menyampaikan melihat di tahun 2017 yang juara nasional itu dari Pontianak, teknik berceritanya sangat baik.

“Untuk yang juara saat ini mungkin sedikit di bawah, hal itu yang menyebabkan mereka harus latihan lebih giat karena waktu yang cukup panjang,” ucapnya.

Kemungkinan bisa menyamai yang pernah juara pada tahun-tahun sebelumnya. Hampir setiap tahun kualitas dari peserta meningkat. Untuk tahun ini jumlahnya 60 orang, dibandingkan tahun lalu 30 orang dan dari 60 orang dengan kualitas yang hampir sama dalam kategori baik.

Adpun yang menjadi aspek dari penilaian, yakni aspek penampilan, mulai dari gerak, baju, aksesoris. Kemudian teknik berceritanya, bagaimana anak-anak ini membawakan cerita menjadi sesuatu yang menarik. Selain itu, dinamika cerita yang baik, mulai dari pengantar sampai klimaks cerita. 


“Seperti sekolah mulai menyadari, untuk ikut kegiatan ini,” tutupnya.

Sementara itu, Plt Kepala Perpustakaan Kota Pontianak, Dwi Suryanto mengatakan, kegiatan ini digelar setiap tahun, dan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari kabupaten, kota, baru ke tingkat provinsi. 

“Kalau menang di provinsi, bisa dikirim ke nasional, karena kita pernah juara 1 nasional tahun 2016,” katanya.

Ia mengatakan, pada tahun ini ada peningkatan 97 persen peserta dari tahun lalu. Mayoritas peserta adalah perempuan, kurang lebih sekitar peserta itu  36 perempuan, laki 24 .

“Hari ini nampak antusias anak-anak di sekolah, baik SD maupun MI. Berbeda dengan sebelumnya,” ungkapnya.

Dirinya berharap kegiatan ini terus meningkat, seiring meningkatnya kunjungan perpustakaan dan daya baca anak-anak di Kota Pontianak. Ia mengatakan, anak SD lebih sering ke perpustakaan atau rumah baca di Kota Pontianak, termasuk mobil keliling.

“Jadi jika membaca semakin meningkat, seharusnya lomba semakin meningkat juga,” tutupnya.

Pemenang lomba juara satu kategori putra adalah, Baim Riefandi, siswa Kelas 5 SD Al Azhar yang membawakan cerita berjudul “Pak Konyat dan Hantu Bu Kong”. Sementara peserta putri yang berhasil meraih juara satu adalah Talita  siswi SD Bahumai yang membawakan cerita berjudul “Semangka Emas”.

Sementara itu , guru SD Al Azhar Pontianak, Lukniwati mengatakan, di sekolahnya ada kelas sastra dan menulis, serta mencipta sampai mendongeng pidato. Anak-anak ini menurutnya sudah terplot, antara yang pandai berpidato dan mendongeng, termasuk juga yang menang lomba ini.

“Dia sudah mendongeng dan jam terbangnya tinggi. Sudah pernah ikut KPCI waktu kelas 3 tingkat nasional mendongeng. Jadi progresnya makin lama makin bagus,” ucapnya. 

Ia mengatakan, pihaknya sudah membentuk anak-anak dari sejak awal masuk, lalu anak tersebut akan diikutkan ekskul sastra dan dicari lagi bidangnya. Jadi disesuaikan.  (dino/bob)