Senin, 23 September 2019


Tiga Nama Calon Sekda Kalbar Dikirim ke Presiden

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 338
Tiga Nama Calon Sekda Kalbar Dikirim ke Presiden

ilustrasi

PONTIANAK, SP - Tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat definitif telah ditetapkan oleh Tim Panitia Seleksi Sekda Kalbar. 

"Hari ini proses penyerahan ketiga nama ke Kemendagri dengan komitmen awal dengan nilai tertinggi, kita serahkan untuk ditetapkan dan langsung dilantik sebagai Sekda Definitif," ungkap Sutarmidji, Senin (25/3).

Midji menegaskan semua proses diserahkan ke Pansel. Di mana semua tahapan dilakukan dengan cara transparan.

"Apa yang dibuat Pansel ya itu, kita akan menyampaikan ke Presiden melalui Kemendagri hari ini. Nah, terserah mau diputuskan yang mana, tapi harus dengan alasan yang rasional. Kalau saya siapapun bisa, tapi ya sebagaimana yang biasa saya sampaikan nilai sudah kita sampaikan secara transparan, dan nilainya bedanya tipis-tipis amat, tidak ada yang mencolok," urainya. 

Sesuai pengumuman dengan nilai tertinggi diraih Leysandri yang saat ini menjabat sebagai Sekda Sanggau, dengan capaian 78,11 poin. Nilai kedua tertinggi, poin 77,67 diraih Ignatius Ik, Kadis  Perpustakaan dan Kearsipan Kalbar dan nilai tertinggi ketiga oleh Alexander Rambunang yang saat ini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kalbar mencapai 77,14 poin. 

"Mudah-mudahan saja sesuai dengan pansel, jadi jangan ada yang mau coba melobi, mentang keputusannya di Kemendagri dan yang mengambil pertimbangan Presiden," kata dia.

Kasus ini, ungkap Midji pernah terjadi di Kaltim, bahkan sampai sekarang tidak dilantik, karena Gubernur terlebih dahulu meminta tiga nama. 

"Rekomendasinya yang tertinggi nilainya. Ada surat pernyataannya, tahu-tahu yang jadi bukan yang tertinggi, nah sampai sekarang ribut," ungkap Midji. 

Selain itu, pernah juga terjadi di Jawa Barat, seleksi Sekda Bandung timbulkan polemik.

"Saya tidak mau ada polemik dalam penentuan Sekda. Semua sudah lulus tes, hormati. Tidak untuk mendahului, tapi sebaiknya yang nilai tertinggi," tegasnya. 

Untuk itu, dirinya menegaskan, bahwa yang terpilih, yakni yang memiliki nilai tertinggi.  

"Namun yang jelas sebelum ada SK, tidak boleh dikatakan pasti. Tapi kalau dia, saya anggap menyimpang dari pakemnya. Maka bisa dipertimbangkan lagi. Tidak bisa artinya segalanya sesuai aturan, segala etika moral yang ada di situ," tuturnya. 

Terkait dengan hasil dari Pansel sendiri, Walikota Pontianak dua periode itu tidak mau lagi menilai, karena sepenuhnya telah diserahkan ke Pansel. 

"Saya tidak mau nilai lagi, pokoknya hasil dari nilai Pansel ya sudah. Pansel itu orang dalam hanya satu saja, itu pun dari Bandiklat. Integritasnya tak perlu diragukan lagi," kata Midji.

Ketika dikonfirmasi kapan pelantikan akan dilaksanakan, orang nomor satu di Kalbar itu memastikan menunggu surat keputusan yang dikeluarkan oleh Kemendagri terlebih dahulu. 

"Menunggu porses,  sampai ada SK Presiden. Saya rasa harus cepat, satu bulan paling lama. Saya kalau besok keluar SK-nya, besok saya lantik," pungkasnya. (iat/bob)