Kamis, 19 September 2019


260 Balpres Pakaian Bekas Impor Diamankan Bea Cukai

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 170
260 Balpres Pakaian Bekas Impor Diamankan Bea Cukai

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas, Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar), Ferdinand Ginting, membuka salah satu kontainer berisi pakaian bekas impor yang diduga berasal dari Malaysia, Rabu (27/3/2019).

PONTIANAK, SP – Sebanyak 260 balpres pakaian bekas impor, yang dimuat di dalam tiga kontainer, diamankan Petugas Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar). Pakaian bekas impor senilai Rp 1,3 miliar tersebut diduga berasal dari Malaysia.

Kendati demikian, sampai saat ini, petugas Bea dan Cukai masih belum dapat mengidentifikasi pihak yang mengirim maupun memesan balpres tersebut.

“Perkara ini masih dalam pengembangan. Penyidik kami masih berupaya mencari pihak-pihak yang terlibat pengiriman dan penerima barang,” kata Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas, Ferdinand Ginting, Rabu (27/3).

Ferdinand menceritakan, pengungkapan bermula pada Senin (11/3). Saat itu petugas mendapat informasi dari masyarakat, bahwa akan ada pengiriman barang antar pulau, yang diduga dibawa menggunakan Kapal Estuari Mas, masing bernomor kontainer: TCLU 2037877; TEGU 2872975; dan TEGU 2904373.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung melakukan pelacakan posisi kontainer tersebut dan diketahui telah berada di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Setelah diamankan dan pengembangan, sempat terungkap, bahwa balpres tersebut berasal dari Malaysia dan akan dikirim lagi ke Jakarta.

“Jumlah seluruhnya ada 260 balpres. Kita asumsikan masing-masing balpres senilai Rp 5 juta. Jadi totalnya ada Rp 1,3 miliar,” ucapnya.

Menurut dia, pakaian bekas asal impor berpotensi membahayakan kesehatan manusia sehingga tidak aman untuk dimanfaatkan dan digunakan masyarakat.

Dia menegaskan, penindakan terhadap penyeludupan ini melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51 Tahun 2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas, serta Peraturan Kepabeanan dan Cukai Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 10 tahun penjara. (sms)