Kamis, 12 Desember 2019


Media Cyber Diharapkan Jadi Wadah Edukasi

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 197
Media Cyber Diharapkan Jadi Wadah Edukasi

PONTIANAK, SP - Perkembangan dinamika media sosial dewasa ini semakin pesat, sehingga dengan hadirnya media cyber dalam kelompok masyarakat, menjadi sangat penting untuk menyebar informasi-informasi yang akan dikonsumsi masyarakat.       

Begitu juga yang dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) wilayah Kalimantan Barat yang bekerja sama dengan Asosiasi Media Cyber Indonesia (AMSI) wilayah Kalimantan Barat.       

Dijelaskan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Kusmana, misi untuk memberikan edukasi informasi positif kepada masyarakat yang terdapat di dalam AMSI, itu sejalan dengan program yang saat ini tengah diperani BKKBN Kalbar, sehingga menjadi sangat penting bagi pihaknya untuk memanfaatkan ketersediaan media cyber yang saat ini menjadi tren di kalangan masyarakat.       

"Jadi kami akan memanfaatkan momentum ini untuk menyebarluaskan informasi positif dari BKKBN," terangnya saat menghadiri acara Rapat Kerja Wilayah I AMSI Kalbar, di Hotel Mercure, Rabu (5/4).      

Perlu diketahui, meskipun dari 14 kabupaten di Kalbar, persentase perkawinan pertama bagi perempuan di umur 10 tahun ke atas di Kota Pontianak sudah menduduki peringkat terakhir dengan angka 7,76 persen perkawinan di usia kurang dari sama dengan 16 tahun dan sebesar 14,58 persen di usia 17 sampai 18 tahun, namun di kabupaten lain pernikahan anak masih cukup tinggi.       

Misalnya saja di Kabupaten Kapuas Hulu, pernikahan anak di bawah usia 16 tahun masih menjadi kabupaten tertinggi dibanding kabupaten/kota lain. Hal ini menjadi pekerja rumah bagi BKKBN untuk mengedukasi masyarakat, khususnya di kalangan muda untuk tidak menikah dini.       

Namun, meskipun begitu, data ini tidak serta merta menjustifikasi suatu wilayah tertentu menjadi sasaran BKKBN kalbar. Sebab, 63 dari 1000 orang wanita di masa subur yang melahirkan itu hampir terjadi di setiap wilayah di Kalbar.      

"Kita bisa lihat, jika kita masuk ke desa-desa, di wilayah tertentu yang jauh dari jangkauan kita, itu masih banyak ditemukan anak-anak (di bawah umur) yang sudah punya anak," ungkapnya.       

Dari itu, pihaknya selalu berupaya dengan berbagai cara untuk menekan angka pernikahan di usia dini. Bahkan program menggratiskan sekolah hingga tingkat SMA oleh gubernur Kalbar, Sutarmidji, kata dia ini merupakan satu upaya masih pemerintah provinsi untuk mendukung program yang ada di BKKBN.      

"Jadi ini merupakan upaya kita agar anak-anak kita jangan sampai menikah di usia yang belum waktunya," ujarnya.       

Sebetulnya, banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan di usia dini. Meskipun dari BKKBN, pemerintah maupun pihak-pihak lain yang peduli akan hal sudah sangat masif mensosialisasikan dampak dari ketidaksiapan dari pernikahan dini, baik secara psikis, reproduksi hingga finansial, namun pergerakan itu tidak bisa dilakukan dengan waktu yang relatif singkat.       

"Kita tahu masyarakat kita ini Bhineka Tunggal Ika, yang mempunyai persepsi dan cara pandang yang berbeda," kata dia.      
Oleh karena itu, dengan adanya media cyber, pendekatan-pendekatan untuk menyebarkan informasi positif mengenai hal ini akan semakin mudah. Sebab, aktor dalam media cyber dalam hal ini  adalah para jurnalis dari berbagai media, tidak memiliki batas dan waktu dalam menshare informasi-informasi tersebut.      

"Tempat dan kapanpun bisa diakses," tambahnya.       

Ditambahkan dia, informasi yang dimaksud dia menjadi sangat penting untuk memberikan edukasikan terutama mengenai pentingnya membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera.      

"Jangan ada anak-anak yang putus sekolah lagi karena ini (pernikahan dini)," tutupnya.       

Ketua AMSI Wilayah Kalimantan Barat, Kundori menjelaskan, kegiatan Rakorwil ini merupakan rapat kerja yang pertama kalinya dilakukan di Kalbar, dengan tujuan untuk menyusun program kerja. Sebab, Asosiasi media ini baru saja dibentuk pada hari Sabtu (16/2) lalu.      

"Kita juga sudah ikut Rakernas di Jakarta, jadi dari hasil Rakernas akan kita programkan ke sini. Sedangkan hasil Rakerwil ini akan kita sampaikan ke dewan pers untuk verifikasi lapangan," jelasnya.      

Selain menyusun program kerja AMSI,  Rakorwil ini juga dalam rangka menjalin silahturahmi terhadap 13 anggota media cybernya di wilayah Kalbar.     

Kata Kundori, 13 anggota media cybernya tersebut sudah berbadan hukum PT. Selain itu, mereka juga sudah aktif mempublikasikan konten-konten berita. Dan tentunya mereka sudah terdaftar di Dewan Pers, minimal sudah verifikasi administrasi.      

"Tapi ada juga yang belum (verifikasi administrasi ke Dewan Pers), namun kita akan secepatnya akan mendorong mereka ke sana," tuturnya. (sms/bob)