Senin, 23 September 2019


Ditreskrimsus Sita 1.785 Liter BBM Ilegal

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 112
Ditreskrimsus Sita 1.785 Liter BBM Ilegal

ilustrasi

PONTIANAK, SP - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar menyita sebanyak 1.785 liter BBM ilegal jenis premium dan pertalite dari sebuah mobil  bak terbuka, kemarin.

Dirreskrimsus Polda Kalbar, Kombes Mahyudi Nazriansyah mengatakan, terungkapnya aktifitas ilegal tersebut berkat informasi dari masyarakat, terkait perdagangan BBM ilegal.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi tersebut, pada hari Sabtu sekitar pukul 01.00 WIB, pihak kepolisian membuntuti sebuah mobil bak terbuka  yang diduga mengangkut BBM jenis premium dan pertalite di wilayah Jalan Pahlawan, Pontianak Selatan.

"Setelah diberhentikan dan diperiksa, didapati ada dua pelaku yang berada di dalam mobil  tersebut, yakni berinisial W dan D, yang membawa sebanyak 1.785 liter BBM tanpa dilengkapi dokumen," ungkapnya.

Ia menambahkan, dari keterangan pelaku, BBM jenis premium dan pertalite tersebut mereka dapatkan di Pontianak dan rencananya akan dibawa untuk dijual di Sanggau.

"Para pengecer ini menampung BBM di Pontianak, setelah BBM yang ditampung cukup banyak, barulah dijual kembali ke wilayah Sanggau. Untuk BBM jenis pertalite mereka beli dengan harga 8000/liter dan dijual kembali 8.500/liter, kemudian premium dibeli dengan harga 7.200/liter dan dijual  7.800/liter," katanya.

Kedua pelaku tersebut diancam Pasal 53 Huruf d UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan hukuman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda Rp30 miliar. 

PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbar dan Kalteng mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi BBM subsidi, agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan.
   
"Kami minta dukungan pengambil kebijakan dan instansi terkait serta pada masyarakat ikut mengawasi distribusi BBM subsidi dan elpiji subsidi, agar tepat sasasran dan tidak terjadi penyelewengan," kata Marketing Branch Manager Pertamina Kalbarteng, Muhammad Ivan Syuhada, beberapa waktu lalu.
   
Karena, menurut dia, tanpa dukungan semua pihak akan sulit pihaknya dalam memantau Kalbar dan Kalteng yang begitu luas tersebut, sehingga perlu dukungan semua agar distribusi BBM dan elpiji subsidi tepat sasaran serta tidak terjadi penyelewengan.
   
Dalam kesempatan itu, Ivan menambahkan, pihaknya siap memberikan sanksi jika ada pihak pengelola atau pemilik SPBU yang melakukan pelanggaran. 
   
"Tentu sanksinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan diberikan secara bertahap mulai dari surat peringatan hingga penutupan SPBU tersebut," ungkapnya.  
   
Ivan menambahkan, pihaknya (Pertamina) terus melakukan pengawasan terhadap pendistribusian BBM di SPBU, pengawasan itu juga akan bekerjasama dengan pihak terkait seperti kepolisian dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 
   
"Selain itu, kami juga terus mengedukasi masyarakat terkait penggunaan dan pendistribusian BBM di tengah masyarakat agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," katanya. (sms/bob)