Pemkot Jadikan Komplek Pemda Role Model Pemukiman Kota

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 117

Pemkot Jadikan Komplek Pemda Role Model Pemukiman Kota
ilustrasi
PONTIANAK, SP -  Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bahwa penataan master plan kawasan Komplek Pemda Rambai Permai sudah terencana dengan baik.

Ini dilihat dari aspek kapling rumah maupun sarana prasarana jalan, drainase dan fasilitas sosial yang cukup lengkap mulai dari sarana pendidikan, rumah ibadah dan ada waduk untuk penampungan air.

“Saya yakin ini akan jadi role model bagi daerah lain,” kata Edi saat kegiatan Gerakan Jalan Santai dan Gerakan Penghijauan Lingkungan Warga Komplek Pemda Permai Rambai, Kelurahan Sungai Jawi Luar Kota Pontianak, Rabu (3/4).

Ia mengatakan, kedepannya kawasan ini harus dikerjasamakan dan dipacu untuk menjadi kawasan percontohan pemukiman yang ramah lingkungan, sehat, hijau dan bersih yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas.

Dirinya juga menyampaikan saat ini akan dilakukan perbaikan infrastruktur, baik itu jalan, drainase dan fasilitas sosial, rumah ibadah, serta fasilitas rekreasi keluarga. Sementara itu, ruang terbuka hijau akan diperbanyak tanaman yang bisa membuat lingkungan semakin ramah.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Komplek Pemda Rambai Permai,” kata Edi.

Ke depan juga akan dibangun TPS3R sebagai bank sampah mini untuk mengedukasi masyarakat, dengan kondisi halaman rumah yang bisa dimanfaatkan untuk hal tersebut. Partisipasi masyarakat juga sangat berpotensi produktif dari sisi tanaman obat, sayur dan buah-buahan.

“Kawasan ini harus menjadi kawasan lingkungan yang asri,” ucapnya.

Edi menjelaskan, saat ini Kota Pontianak hampir 70 persen sudah terbangun. "Yang sudah ada akan ditingkatkan kualitasnya, tetapi yang masih kosong bisa ditata sesuai rencana ke depan," kata Edi. 

Masalahnya tidak semua kawasan terbangun standar sarana prasarana sesuai dengan yang diinginkan pemerintah. Mulai dari lebar jalan, saluran dan kondisi kepadatan rumah baik KDB maupun KLB, tidak semuanya tidak sesuai dengan yang ada di RUTRK. Maka dari itu harus ada penyesuaian. 

Biasanya satu daerah jika sudah ditingkatkan baik jalannya akan berubah fungsi dari kawasan pemukiman menjadi kawasan jasa, dan tumbuh perekonomian baru. 
Dirinya juga menjelaskan, bahwa kota ini dinamis, tapi yang paling penting harus ada keseimbangan antara kota yang terbangun dan ruang terbuka hijau. Hal tersebut berkaitan dengan sirkulasi baik orang maupun barang. 

“Kalau sebuah titik terkonsentrasi di satu tempat saja, maka akan menimbulkan kekroditan hal ini yang harus dijaga,” ucapnya

Terakhir, ia mengatakan sinergitas warga komplek Pemda Rambai Permai sangat baik, mereka antusias untuk menata lingkungannya. Pemerintah Kota Pontianak akan mendukung hal ini. Selain itu, pembangunan waduk juga akan didukung pemerintah. 

“Kedepannya waduk akan digali lagi dan ditata, agar menjadi menarik sehingga akan berdampak ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Tinorma Butar-butar mengatakan, di komplek Pemda Rambai Permai ini tingkat kepedulian masyarakatnya sangat tinggi. Dari semua sisi mulai dari penghijauan, lingkungan, drainase, dan sampah. Kedepannya akan diedukasi supaya lebih meminimalisir hal yang tidak di inginkan. 

“Kita juga akan mencari lokasi untuk bank sampah dan kompos,” katanya.

Ia mengatakan dari undang-undang juga telah menyatakan setiap sampah wajib diolah, setelah tidak terpakai baru dibuang. 

Selain itu, ia mengatakan bahwa Dinas Lingkungan Hidup juga menangani sampah dari TPS yang resmi, dalam pengertian, tempat yang sudah ditempatkan wadah seperti kontainer. Jadi kalau tidak ada fasilitas, maka itu merupakan TPS liar. Selama ini, pihaknya selalu melakukan penataan terhadap TPS. 

Sementara itu, Lurah Sungai Jawi Luar, Ayu Prissa Kartika mengatakan, pada kegiatan jalan santai diikuti lebih dari 1000 peserta melampaui dari target yang ditetapkan sebelumnya. 

"Kegiatan ini juga merupakan salah satu dukungan warga kepada Pemerintah Kota Pontianak untuk mendapatkan Adipura," katanya. 

Selain jalan santai, pada kesempatan ini, pihaknya juga melakukan penghijauan, pencanangan kampung anti narkoba dan juga pencanangan kampung anti layang-layang. 

Untuk pengelolaan danau, upaya ini telah mulai diinisiasi warga sejak tahun lalu.

“Dari pihak kelurahan juga telah berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengelola danau tersebut. Agar menjadi tempat wisata edukatif,” ucapnya.

Kedepannya permainan yang disediakan akan secara gratis mulai dari kano dan lainnya. Pemerintah telah berkomitmen untuk mengelola danau tersebut. 

Sebelumnya, Komplek Pemda Rambai Permai memang lingkungan berprestasi yang sudah menjuarai lingkungan bersih sehat pada tahun 2016. Semua warga mulai berkerjasama untuk membentuk kampung toga. Mulai dari pendataan tanaman dan lainnya. 

“Sehingga didapatkan 132 jenis tanaman toga di wilayah ini,” tutupnya. (din/bob)