Letkol Pnb Supriyanto Tuntaskan Tugas di Skadron Udara 1 Elang Khatulistiwa Lanud Supadio

Ponticity

Editor Admin Dibaca : 58

Letkol Pnb Supriyanto Tuntaskan Tugas di Skadron Udara 1 Elang Khatulistiwa Lanud Supadio
SALAM KOMANDO - Danlanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Palito Sitorus (tengah) bersama Danskadron Udara 1 yang baru dilantik, Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata (kiri) dan Letkol Pnb Supriyanto (kanan), Danskadron Udara 1 yng digantikan oleh Letkol Pnb I
PONTIANAK, SP – Alih Komando dan Pengendalian (Kodal) di Skadron Udara 1 (Skadron 1), menandai tuntasnya tugas LetkolPnb Supriyanto. Sang Danskadron 1 Elang Khatulistiwa Lanud Supadio, mengakhiri masa tugasnya pada Senin (15/4). 

Menjabat Danskadron 1 sejak melakukan Sertijab dengan Letkol Pnb  Agung “Cayman” Indrajaya, Rabu 25 April 2018, The Biever kini menyerahkan tongkat komando di Skadron 1 kepada penerusnya, Letkol Pnb I Gusti Ngurah “Greyhound” Adi Brata.

Letkol Pnb Supriyanto merupakan Alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) Tahun 2000. Pria kelahiran Samarinda, 24 Desember 1976, pernah menjabat sebagai Kepala Pembinaan dan Latihan (Kabinlat) Wing 7 Lanud Supadio. 

Sebagai penerbang Pesawat Tempur Hawk 100/200, Letkol Pnb Supriyanto, terkenal berani dan sangat disegani. Bukti keberanian dan kemahirannya dalam mengendalikan di burung besi untuk perang adalah saat ia tampil memotivasi adik-adik kelasnya, yaitu ketika menerbangkan pesawat tempur di atas langit sekolahnya, SMAN 1 Tanah Laut.

Saat itu, tiga Pesawat Tempur Hawk 100/200 dengan nomor ekor pesawat TT0227, TT 0228, dan TT 0230, mendarat di Landasan Udara Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada Kamis, 9 Agustus 2018. Kedatangan tiga pesawat tempur ini ke Banjarmasin, merupakan rangkaian latihan Skaron 1 Elang Khatulistiwa Lanud Supadio Pontianak, yaitu latihan Elang Jelajah yang dimulai tanggal 30 Juli 2018.

Letkol Pnb Supriyanti, punya 3500 jam terbang dengan Pesawat Tempur Hawk 100/200. Ia adalah putra asli daerah Kalimantan Selatan. Ia besar di Pelaihari, dari Desa Gunung Melati RT 03, Kecamatan Batu Ampar. Dan merupakan Alumni SMAN 1 Pelaihari Angkatan 1997. 

Walau sukses menapaki karir di dunia militer sebagai Penerbang Pesawat Tempur, Letkol Pnb Supriyanto tidak pernah melupakan masa mudanya. Ia sangat rajin membantu orang tuanya. Sepulang sekolah di SMA Negeri 1 Pelaihari, ia pergi ke sawah mencangkul dan mencari rumput untuk pakan ternak (ngarit). 

“Saya sejak dilantik sebagai penerbang pesawat tempur pada Wing Day Tahun 2003, telah bertugas di Skadron 1 Lanud Supadio. Satuan ini lah yang membesarkan saya sebagai seorang penerbang pesawat tempur,” kata Letkol Pnb Supriyanto.

Sejak menjabat Danskadron 1 Elang Khatulistiwa Lanud Supadio, Letkol Pnb Supriyanto telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Tidak hanya memimpin para penerbang Pesawat Tempur Hawk 100/200, ia pun masih melatih kemampuannya untuk terbang bersama sang Elang Besi.

Selain latihan terbang pagi, mulai tahun 2018, para penerbang Skadron 1 telah melaksanakan terbang malam. Latihan terbang yang tidak biasa, karena dilakukan malam hari. Latihan ini tentunya menuntut kesiapan, kesiagaan, dan konsentrasi yang sangat tinggi bagi para penerbang.

“Latihan terbang malam tentunya membutuhkan konsentrasi lebih, karena panca indera kita, terutama penglihatan, akan jauh berkurang. Karena kurangnya cahaya, maka flight instrument (instrumen penerbangan) di kokpit harus dicek lebih seksama,” paparnya.

Setahun memimpin Skadron 1 Lanud Supadio, Letkol Pnb Supriyanto merasa sangat bersyukur, karena bisa berjalan lancar dan baik. Tidak ada insiden maupun eksiden yang mengganggu tugas dan kewajiban seluruh personel.

“Alhamdulillah, semua dapat saya lalui dengan baik. Semoga apa yang sudah saya lalukan, bisa diteruskan oleh pengganti. Saya berterima kasih dengan seluruh jajaran Skadron 1 dan Danlanud Supadio, yang sudah mendukung,” pungkas Letkol Pnb Supriyanto. (mul)