Mahasiswa Datangi BMKG Pelajari Deteksi Titik Api

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 35

Mahasiswa Datangi BMKG Pelajari Deteksi Titik Api
JELASKAN MATERI – Petugas BMKG Stasiun Mempawah menjelaskan materi tentang meteorology dan klimatologi kepada mahasiswa IKIP-PGRI Pontianak di Kantor BMKG Mempawah, belum lama ini.
PONTIANAK, SP - Pelajari langkah awal pendeteksian titik api, sejumlah mahasiswa datangi Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) Kelas II Mempawah. Mahasiswa tersebut berasal dari kampus IKIP-PGRI Pontianak. Hal tersebut dilakukan sebagai praktek langsung kepada mahasiswa yang sehari-hari mendapatkan ilmu di bangku perkuliahan.

Untuk mengetahui titik api pada suatu tempat terdapat titik api yaitu menggunakan satelit meteorologi dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) satelit, yang akan mendeteksi anomali panas dalam luasan 1 km yang di observasi sekitar 2-4 kali dalam sehari. Jika sensor menangkap suatu anomali panas, maka hotspot tersebut akan berubah warna.


Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II kabupaten Mempawah, Syafrinal menyambut baik kunjungan mahasiswa tersebut. Ia mengatakan mahasiswa yang sehari-hari mendapatkan mata kuliah praktikum hidrologi, klimatologi dan meterologi sangat tepat sekali untuk berkunjung ke BMKG. Karena alat-alat yang ada di BMKG Mempawah adalah alat cuaca, iklim, hidrologi. 

"Kami adalah lembaga pemerintah yang ditunjuk untuk melakukan pengamatan meteorologi dan klimatologi yang di lindungi oleh UU 31 NO 2009," ucapnya, beberapa waktu lalu.

Dirinya mengatakan hal itu yang membuat instansinya tidak asal-asalan melakukan tugas, tapi sudah ada undang-undangnya. Ia berharap dengan adanya kunjungan seperti ini bisa menambah wawasan masyarakat masyarakat lebih luas.

Sementara itu, salah satu dosen pengampu mata kuliah, Novita Sariani mengatakan dalam mempelajari ilmu, khususnya praktikum, maka mahasiswa akan dilakukan kunjungan langsung instansi terkait untuk  mengetahui alat apa saja yang digunakan berkaitan dengan hidrologi, klimatologi dan meteorologi.

Setelah memperoleh sempel data seperti curah hujan, akan dilakukannya perhitungan, asumsi dan prediksi cuaca. Nanti mahasiswa akan melakukan praktikum di laboratorium geo spasial untuk praktikum lanjutan. Ia juga mengatakan kegiatan field trip untuk menambah wawasan bagi mahasiswa terutama dari program pendidikan geografi.

"Setelah diperkenalkan alat-alat geomorfologi dan klimatologi tinggal difollow up lagi oleh dosen-dosen pembimbing praktikum," ucapnya.

Selain itu, Dekan IPPS, Eka Jaya Putra Utama, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak BMKG yang menerima dengan baik. Ia berharap kegiatan lain bisa dilakukan seperti stadium general untuk sharing ilmu dan mitra di bidang penelitian.

Kegiatan yang dihadiri 80 mahasiswa tersebut didampingi didampingi Dekan Fakultas IPPS, Eka Jaya Putra Utama, dihadiri Wakil Dekan, Kamaruzzaman, beserta dosen pembimbing mata kuliah praktikum , Wiwik Cahyaningrum, Novita Sariani, dan Yoga Prasetya. (din/bah)

Komentar