Minggu, 22 September 2019


Profile Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 1454
Profile Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata

SERTIJAB - Danlanud Supadio, Marsma TNI Palito Sitorus, menyematkan tanda pangkat kepada Danskadron Udara 1 yang baru, Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata, pada Upacara Sertijab di Main Apron Lanud Supadio, Senin (15/4).

Putra Terbaik Kalbar Jabat Komandan Skadron Udara 1 Elang Khatulistiwa Lanud Supadio


PONTIANAK, SP - Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata, resmi menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 1 (Danskadron 1) Elang Khatulistiwa Wing 7 Lanud Supadio. Peresmian tersebut ditandai dengan Upacara Sertijab, yang dipimpin oleh Danlanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Palito Sitorus, Senin (15/4) di Main Apron Lanud Supadio.
 
Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata, adalah putra terbaik Kalbar yang lahir di Denpasar, 12 Maret 1980. Ia telah menetap di Kota Pontianak sejak berusia 4 tahun. Menjabat sebagai Danskadron Udara 1 yang memimpin para penerbang Pesawat Tempur Hawk 100/200, adalah suatu kebanggaan.

“Menggapai cita-cita perlu usaha dan kerja keras. Tidak ada sesuatu  hal yang tidak mungkin terjadi, asalkan ada kemauan dan usaha menggapainya,” ujar Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata, usai Sertijab.

Perwira menengah TNI AU alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) Tahun 2001 tersebut, telah menetap di Pontianak sejak Tahun 1984. Ia menempuh pendidikan dari TK, SD, SLTP, dan SLTA di Kota Khatulistiwa.

Cita-cita menjadi seorang penerbang Pesawat Tempur,  telah tertanam sejak masa kecilnya. Cita-cita tersebut semakin terasah tatkala duduk di bangku kelas XII SMA Taruna Bumi Khatulistiwa (TBK). Letkol Pnb Adi Brata sendiri adalah alumnus angkatan 1 SMU tersebut angkatan pertama. 

"Dulu saya memang bercita-cita menjadi penerbang, meskipun tidak penerbang militer. Untuk itu, lulus dari SMA TBK, saya mendaftar ke pendidikan militer, tepatnya di AAU," paparnya.

Memiliki obsesi menjadi menjadi penerbang, setelah melihat  Akademi Angkatan Laut, datang menggunakan KRD Rusia. Saat itulah, ia pun akhirnya  mengenal adanya  pendidikan militer untuk menjadi perwira. Niat hati yang kuat membuatnya nekat melangkahkan kaki mengikuti tes di Magelang. 

"Saya ikut tes di Megelang, dan saya laksanakan secara sungguh-sungguh, hingga  akhirnya lulus dan  masuk di AAU pada Tahun 1998," lanjut pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi dan Latihan (Kasiopslat) Disops Lanud Supadio tersebut. 

Usai menuntaskan pendidikan di AAU pada Tahun 2001, Letkol Pnb Adi Brata melanjutkan kariernya dengan mengikuti sekolah penerbang (Sekbang). Ia lulus pada pada Tahun 2003, dan ditempatkan pertama kali  di Kota Pontianak pada 19 September 2003 untuk memulai kariernya sebagai penerbang Pesawat Tempur Hawk 100/200. 

Pria 39 ini mengungkapkan, bahwa karier tertinggi seorang penerbang  adalah menjadi  komandan skadron. Untuk itu, ia akan terus meningkatkan kemampuan dan pengalamannya, sebagai seorang Komandan.

"Jabatan Danskadron adalah top-nya kualifikasi penerbang. Saya tidak hanya akan menerbangkan Pesawat Tempur, namun membimbing dan bertanggung jawab terhadap anggota," imbuh Letkol Pnb Adi Brata.

Selama bertugas di Skadron Udara 1, Letkol Pnb Adi Brata, telah beberapa kali melakukan expose ke beberapa daerah di Kalbar, untuk memperkenalkan TNI AU secara umum, dan Lanud Supadio khususnya. 

Ia mengakui, ada image bahwa putra Kalbar sulit menjadi penerbang dan tentara, karena  masalah air, sehingga giginya keropos. Ia ingat betul, karena sejak Tahun 1984, hidup di Kota Pontianak.

“Dengan keterbatasan zaman dulu, saya bisa dan mampu, sehingga tidak menutup kemungkinan bagi pura daerah Kalbar bisa seperti saya," ungkapnya. 

Untuk mengikuti langkah suksesnya menjadi Danskadron Udara 1 Lanud Supadio, Letkol Pnb Adi Brata mengatakan, perlu adanya persiapan-persiapan yang dilakukan sejak dini. Selain persiapan kemampuan akademik, yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan fisik.

"Berolahraga rutin tiap pagi. Kalau tidak bisa, Sabtu-Minggu. Ini lah persiapan diri dari awal. Kemudian siapkan diri untuk meningkatkan pengetahuan," pesannya. 

Dirinya yakin, apabila itu sudah dilaksanakan maka akan dapat berhasil. Menurutnya kegiatan para remaja yang tidak sepatutnya, seperti keluar malam itu perlu dihindari dalam rangka menjaga kesehatan tubuh. 

"Saya yakin kalau itu dilakukan akan dapat berhasil, karena saya sudah membuktikannya, "pungkasnya. (mul/bob)