Danlanud Berharap Profesionalitas Personel Meningkat

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 118

Danlanud Berharap Profesionalitas Personel Meningkat
Ist
PONTIANAK, SP - Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata, resmi menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 1 (Danskadron 1) Elang Khatulistiwa Wing 7 Lanud Supadio. Peresmian tersebut ditandai dengan Upacara Sertijab, yang dipimpin oleh Danlanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Palito Sitorus, Senin (15/4) di Main Apron Lanud Supadio.
 
Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata, adalah putra terbaik Kalbar yang lahir di Denpasar, 12 Maret 1980. Ia telah menetap di Kota Pontianak sejak berusia 4 tahun. Menjabat sebagai Danskadron Udara 1 yang memimpin para penerbang Pesawat Tempur Hawk 100/200, adalah suatu kebanggaan.

“Menggapai cita-cita perlu usaha dan kerja keras. Tidak ada sesuatu  hal yang tidak mungkin terjadi, asalkan ada kemauan dan usaha menggapainya,” ujar Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata, usai Sertijab.

Perwira menengah TNI AU alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) Tahun 2001 tersebut, telah menetap di Pontianak sejak Tahun 1984. Ia menempuh pendidikan dari TK, SD, SLTP, dan SLTA di Kota Khatulistiwa.

Danskadron Udara 1 sebelumnya, Letkol Pnb Supriyanto, telah menyerahkan Alih Komando dan Pengendalian (Kodal) Skadron Udara 1, yang menandai tuntas tugasnya. Alumnus AAU Tahun 2000 tersebut, menjabat Danskadron 1 sejak Sertijab dengan Letkol Pnb  Agung “Cayman” Indrajaya, Rabu 25 April 2018.

Pria kelahiran Samarinda, 24 Desember 1976, pernah menjabat sebagai Kepala Pembinaan dan Latihan (Kabinlat) Wing 7 Lanud Supadio. Sebagai penerbang Pesawat Tempur Hawk 100/200, Letkol Pnb Supriyanto, terkenal berani dan sangat disegani. 

Bukti keberanian dan kemahirannya dalam mengendalikan di burung besi untuk perang adalah saat ia tampil memotivasi adik-adik kelasnya, yaitu ketika menerbangkan pesawat tempur di atas langit sekolahnya, SMAN 1 Tanah Laut.

Saat itu, tiga Pesawat Tempur Hawk 100/200 dengan nomor ekor pesawat TT0227, TT 0228, dan TT 0230, mendarat di Landasan Udara Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada Kamis, 9 Agustus 2018. Kedatangan tiga pesawat tempur ini ke Banjarmasin, merupakan rangkaian latihan Skaron 1 Elang Khatulistiwa Lanud Supadio Pontianak, yaitu latihan Elang Jelajah yang dimulai tanggal 30 Juli 2018.

Letkol Pnb Supriyanti, punya 3500 jam terbang dengan Pesawat Tempur Hawk 100/200. Ia adalah putra asli daerah Kalimantan Selatan. Ia besar di Pelaihari, dari Desa Gunung Melati RT 03, Kecamatan Batu Ampar. Dan merupakan Alumni SMAN 1 Pelaihari Angkatan 1997. 

Walau sukses menapaki karir di dunia militer sebagai Penerbang Pesawat Tempur, Letkol Pnb Supriyanto tidak pernah melupakan masa mudanya. Ia sangat rajin membantu orang tuanya. Sepulang sekolah di SMA Negeri 1 Pelaihari, ia pergi ke sawah mencangkul dan mencari rumput untuk pakan ternak (ngarit). 

“Saya sejak dilantik sebagai penerbang pesawat tempur pada Wing Day Tahun 2003, telah bertugas di Skadron 1 Lanud Supadio. Satuan ini lah yang membesarkan saya sebagai seorang penerbang pesawat tempur,” kata Letkol Pnb Supriyanto.

Danlanud Supadio, Marsma TNI Palito Sitorus berharap Danskadron 1, Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata, bisa meningkatkan karya dan profesionalitas personel.

“Jabatan Danskadron Udara 1 sangat strategis, baik bagi Lanud Supadio maupun TNI AU. Untuk itu, Danskadron harus mampu menjadikan satuan sebagai tempat meningkatkan profesioalitas personel,” ujar Danlanud. 

Skadron Udara 1 Wing 7 Lanud Supadio, mengawaki Pesawat Tempur Hawk 100/200. Skadron ini ditempatkan di Pontianak, karena wilayah ini dinilai sangat strategis. Menurut Danlanud, tugas Danskadron sangat berat, karena peranannya pun sangat penting dalam melaksanaan tugas pokok TNI AU secara umum. 

"Kita tahu bahwa Kalbar ini sangat strategis. Di utara kita berhadapan Laut Cina Selatan. Kemudaian ada ALKI I, ada perbatasan darat dengan negara Malaysia, dan merupakan corong utara," ungkapnya. 

Karena itu, peran Skadron Udara 1, sangat dibutuhkan untuk mengcover pengamanan wilayah perbatasan, sekaligus  memback-up pertahanan udara. Oleh karenanya, Skadron Udara 1 menyiapkan suatu fligth yang standbye 24 jam untuk mengawasai wilayah udara Kalimantan secara spesifik. 

Hadir pada Sertijab tersebut, Danwing 7, Kolonel Pnb Radar Soeharsono, para Kadis, para Dansat, para Kasi, Ketua PIA Ardya Garini Cabang 19/D.I Lanud Supadio, dan para undangan. (mul/bob)