Indeks Kerawanan Pemilu Jadikan Acuan Atasi Gangguan Pemilu

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 59

Indeks Kerawanan Pemilu Jadikan Acuan Atasi Gangguan Pemilu
VIDEO CONFERENCE – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab bersama Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan Video Conference di Ruang Graha Khatulistiwa, Mapolda Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, kemarin. Ist
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan Indeks Kerawanan Pemilu yang dilakukan oleh Polri dan Bawaslu bisa dijadikan acuan untuk mengatasi segala ancaman maupun gangguan yang ada untuk menetralisir gangguan dan ancaman Pemilu. 

Kalau aparat di daerah sudah bisa mengetahui, mengenali serta menetralisir ancaman, hambatan dan gangguan pemilu itu maka dirinya yakin pemilu akan aman, lancar dan sukses. 

"Ini tugas kita semua untuk mengamankan Pemilu," kata Wiranto saat melaksanakan Video Conference Rapat Koordinasi Dalam Rangka Kesiapan Akhir Pengamanan Pemilu Serentak tahun 2019, kemarin. 

Video conference itu dilaksanakan dengan Panglima Komando Daerah XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab bersama Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat di Ruang Graha Khatulistiwa, Mapolda Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, kemarin.

Selain dengan Wiranto, video conference tentang Rapat Koordinasi Dalam Rangka Kesiapan Akhir Pengamanan Pemilu Serentak tahun 2019 untuk wilayah Kalbar ini, dilakukan dengan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Ketua KPU Pusat, Arief Budiman, Ketua Bawaslu Pusat, Abhan, dan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Wakabin), Letjen TNI (Purn) Teddy Lhaksmana Widya Kusuma.

Wiranto mengingatkan bagaimana pentingnya keamanan dalam menjaga Pemilu. 

"Aspek berkaitan dengan yang saat ini dipersiapkan oleh TNI, Polri yaitu terkait persiapan Akhir pengamanan Pemilu serentak Tahun 2019 yang akan segera memasuki tahap yang butuh perhatian," 

Sedangkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan kepada para Pangdam dan jajaran untuk bersinergis dengan pihak kepolisian dan stake holder yang berada di daerah untuk menciptakan rasa aman sehingga masyarakat merasa yakin untuk melakukan pencoblosan sesuai dengan hak pilihnya.

"Selain itu agar tetap memegang teguh komitmen netralitas dalam pelaksanaan Pilleg dan Pilpres 2019 serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Panglima TNI. (bob/bah)