11.000 Siswa SMP Ikuti UNBK

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 64

11.000 Siswa SMP Ikuti UNBK
UNBK – Murid SMPN 1 Pontianak melaksanakan UNBK di sekolahnya, Senin (22/4). Terdapat 11.000 lebih murid SMP di Kota Pontianak yang mengikuti UNBK di 2019 ini.
PONTIANAK, SP - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Pontianak pada hari pertama yakni Senin (22/4) berlangsung lancar dan tidak menemukan kendala. 

Jumlah siswa SMP di Kota Pontianak yang mengikuti UNBK lebih dari 11.000 siswa. Pelaksanaan UN kali ini dilangsungkan selama empat hari, mulai 22-25 April 2019.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Syahdan Laziz mengatakan kesiapan sarana dan prasarana untuk sekolah negeri di Kota Pontianak sudah siap dengan komputer. Ia menyampaikan pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengantisipasi kendala listrik padam pada saat UNBK berlangsung.


"Kami dari awal sudah berkomunikasi dengan PLN untuk masalah listrik, karena jika listrik mati akan menjadi kendala besar bagi UNBK," ucap Syahdan saat diwawancarai usai melakukan peninjauan pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Pontianak, Senin (22/4).


Ia mengatakan pada hari pertama berjalan dengan lancar tidak ada kendala yang ditemui. Ia berharap sampai berakhirnya UNBK nanti pada tanggal 25 juga tidak ditemukan masalah. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan ISBN untuk SD dari tanggal 22 hingga 24 April.


Syahdan  menyampaikan jumlah siswa SMP di Kota Pontianak yang mengikuti UNBK lebih dari 11.000 siswa. Akan tetapi untuk sekolah swasta ada juga beberapa sekolah yang tidak menggunakan komputer melainkan menggunakan sistem Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

"Penentuan kelulusan dari pihak sekolah. Ujian ini tidak menentukan kelulusan, akan tetapi hanya pemetaan untuk mengetahui nilai siswa," ucapnya. (din/bah)

Dapat Bantuan Komputer 

Kepala SMP Negeri 1 Kota Pontianak, Yuyun Yuniarti mengatakan peserta ujian di SMP Negeri 1 Kota Pontianak sebanyak 284 yang pelaksanaannya dibagi menjadi dua sesi. Sejauh ini SMP 1 Kota Pontianak juga sudah mendapatkan bantuan komputer dari pemerintah, bantuan tersebut juga berdampak pada pengurangan sesi yang dilakukan. 

Sebelumnya SMP Negeri 1 Kota Pontianak melakukan ujian dengan tiga sesi dengan komputer sebanyak 120 komputer.

"Bantuan yang diberikan secara bertahap dari Pemerintah Kota Pontianak dan pemerintah pusat. Pada tahun ini SMP Negeri 1 Pontianak juga mendapatkan bantuan sebanyak 30 komputer," ucapnya.

Ia juga mengatakan di SMP Negeri 1 Kota Pontianak juga ada sekolah yang menginduk yakni SMP Ar-Rahim yang masih menggunakan UMKP dengan empat peserta. Ia juga meyakinkan pelajar tidak akan terganggu dengan proses ujian yang tidak menggunakan komputer. 

Untuk anak-anak, pihak sekolah juga melakukan persiapan seperti tambahan jam belajar dan uji coba UN menggunakan komputer dan tertulis. Kemudian melakukan simulasi serta zikir dan doa sebagai bentuk persiapan sebelum melaksanakan UNKB.

"Saya berharap anak siap secara fisik dan mental," katanya

Ia mengatakan komponen kelulusan anak salah satunya dari nilai sekolah yang merupakan pengolahan dari nilai ujian sekolah dan nilai rata-rata rapot enam semester. (din/bah)