Disporapar Didik 280 Pelajar Jadi Promotor Pariwisata

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 48

Disporapar Didik 280 Pelajar Jadi Promotor Pariwisata
FOTO BERSAMA – Pejabat Disporapar foto bersama peserta pada acara Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes to School Tahun 2019 di Hotel Star, Senin (22/4).
PONTIANAK, SP - Tingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kepariwisataan, 280 pelajar SMK se-Kota Pontianak ikuti pelatihan dasar kepariwisataan yang dilaksanakan oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Star, Senin (22/4).

Masa generasi muda yang sedang belajar dan menimba ilmu itu ditangkap oleh Disporapar Provinsi Kalbar untuk membuka wawasan pelajar dan mahasiswa tersebut dalam rangka menyiapkan SDM yang berkualitas.

"Selain kita melakukan promosi wisata, kita juga menyiapkan SDM. Modal dasar bukan hanya sumber daya alam, akan tetapi SDM juga harus mumpuni," ucap Kepala Disporapar Kalbar, Natalia Karyawati saat diwawancarai usai pembukaan pelatihan dasar SDM kepariwisataan goes to school tahun 2019.

Natalia mengatakan kegiatan ini merupakan program dari kementerian pariwisata. Tujuannya untuk meningkatkan wawasan para siswa yang di usia sekolah menengah dan memberikan pengetahuan tentang kepariwisataan maupun peluang atau potensi di dunia pariwisata.

"Jadi, sejak dini mereka punya kemampuan dasar, untuk melanjutkan ke dunia pendidikan tinggi," kata Natalia.

Ia juga mengatakan kegiatan ini untuk memberikan pemikiran bahwa peluang dunia usaha terbuka lebar untuk kepariwisataan. Dirinya juga mengatakan pariwisata menjanjikan kesempatan bagi dunia usaha. Apalagi aktivitas perekonomian bisa hidup dengan adanya pariwisata. 

"Pariwisata itu tidak ada matinya, walaupun krisis ekonomi," ucapnya.

Natalia menyampaikan usaha yang langsung berhubungan dengan masyarakat seperti kuliner dan fashion juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Serta banyak lagi sektor industri kepariwisataan yang lainnya. 

Ia menjelaskan Kalbar memiliki potensi destinasi pariwisata cukup besar. Jadi perlu menyiapkan SDM.


Dirinya mengatakan sekarang Disporapar Kalbar tidak hanya pelatihan kepada pelaku usaha, akan tetapi juga mempersiapkan SDM dari sejak dini. Beberapa waktu lalu menurutnya juga dilaksanakan pelatihan kepariwisataan di kampus dengan sasaran mahasiswa.

"Kita buka mind set pelajar dan mahasiswa bahwa peluang usaha banyak, terutama di pariwisata," katanya. 


Natalia mengatakan selama ini sekolah tinggi yang ada tidak spesifik menyebutkan kepariwisataan, akan tetapi tetap menyiapkan SDM kepariwisataan. Berangkat dari hal itulah yang perlu diusulkan ke Kemristek Dikti untuk dibukanya perguruan tinggi kepariwisataan di Kalbar.

Ia juga mengatakan Disporapar juga sudah melakukan pengembangan sadar wisata, yaitu Disporapar mengajak masyarakat untuk menyosialisasikan program sapta pesona. Jadi bagaimana menciptakan lingkungan yang aman, bersih, sejuk dan nyaman.


"Pengembangan sadar wisata kepada semua kalangan, mulai dari pemerintah hingga masyarakat," katanya.


Lebih lanjut, ia mengatakan program lain yang juga dilaksanakan yaitu pelatihan digital marketing untuk memberikan pengetahuan kepada generasi muda dalam menjual pariwisata dan produk kreatif di dunia pariwisata.

Via Digital Tourism
Sementara salah satu pemateri, Kepala Sub Bidang Hubungan Antar Lembaga I, Asdep Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Nurlaila memberikan lima materi yang disampaikan kepada siswa. Pertama tentang Pemahaman dasar.

"Walaupun anak ini dari SMK Pariwisata, tapi secara konseptual mereka harus tahu seperti apa konsep di kementerian pariwisata," ujarnya.

Ia juga berbicara mengenai strategi pengembangan SDM Pariwisata dan sertifikasi kompetensi. Kemudian ia mengatakan bahwa yang sedang menjadi trending topik saat ini adalah digital tourism.

"Promosi pariwisata kini sudah canggih dan bisa melalui digital dan ini semakin booming. 
Saya juga ajak anak-anak untuk menyampaikan persepsi mereka seperti apa pariwisata kedepannya yang ingin mereka bangun di daerah Kalbar," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa hal yang terpenting adalah bagaimana anak di daerah ini bisa tahu pariwisata daerah dan bisa menjadikan pendapatkan mereka.

"Jangan sampai kami dari pemerintah berjalan sendiri kemudian di lapangan masyarakat atau generasi yang sekarang berjalan sendiri. Makanya kami mendudukkan bersama dengan mendatangkan berbagai pihak untuk berbicara bagaimana pariwisata yang sebenarmya," ujarnya.

Hal yang ingin ditanamkan yaitu mulai dari pendidikan dasar agar siswa tahu pariwisata itu seperti apa, dan untuk  pelatihan dasar SDM kali ini tujuannya adalah untuk menanamkan pada anak-anak agar tahu wajah pariwisata kedepannya.

Jadi, para siswa sejak usia SMA atau SMK diberikan pembekalan bagaimana pemahaman mereka tentang pariwisata jangan sampai ada kejadian yang terjadi di daerah mengubah image pariwisata di daerah.

"Tetapi kita mencoba memberikan masukan kepada mereka bahwa pariwisata citranya tidak seperti yang selama ini mereka terima," ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa masih ada sebagian daerah yang masyarakatnya tidak peduli dengan pariwisata, namun itu semua kembali pada persepsi masing-masing.

Oleh karena itu, dalam pelatihan ini diberikan konsep pemahaman kepada anak bahwa pariwisata itu  kedepan bisa menjadi sumber devisa bagi Indonesia. Dengan menggunggulkan destinasi yang ada di daerah, tentu dengan perencanaan dengan segala pengelolaan yang profesional.

"Harapan kami generasi muda ini kedepan dengan basis yang mereka terima sekarang mereka sudah punya cikal bakal pengembagan pariwisata di Kalbar ini seperti apa," ujarnya. 


Dalam pelatihan ini juga siswa diberikan contoh bagaimana destinasi di tempat lain dikemas dengan menarik. 

“Supaya mereka ada gambaran bagaimana bisa mengelola satu destinasi wisata dan bagaimana mereka mengemasnya supaya terkenal dan punya daya jual,” pungkasnya. (din/bah)