Senin, 14 Oktober 2019


Anak Pengamen Diperkosa Seorang PNS Pemprov Kalbar

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 3317
Anak Pengamen Diperkosa Seorang PNS Pemprov Kalbar

Terduga pelaku saat dimintai keterangan di Mapolda Kalbar, Minggu (28/4) malam.

PONTIANAK, SP - Anak di bawah umur seorang pengamen penyandang disabilitas di Kota Pontianak diduga diperkosa oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Kalbar berinisial HW (53).

Dari pengakuan bapak korban, anaknya diperkosa di salah satu hotel di Pontianak. Anaknya diancam jika tidak mengikut kemauan pelaku.

"Anak saya ini dipaksa, kalau tak mau diperkosa nanti kepalanya dihantokkan ke dinding. Pokoknya dipaksalah. Anak saya inikan di bawah umur. Umurnya baru 14 tahun," ungkapnya saat ditemui di Polda Kalbar, Minggu (28/4) sekitar pukul 21.25 WIB.

Di tempat yang sama, ibu korban, menjelaskan kejadian ini bermula ketika dirinya jatuh sakit dan terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Kota Pontianak, Rabu (24/4). 

Hari itu, dia masih sempat bertemu sang anak. Namun jelang pukul 15.00 WIB, anaknya izin keluar. Esok harinya, suaminya mengabari bahwa anak mereka tak kunjung pulang. 

"Lalu saya tanya ke mana dia pergi, bapaknya bilang tak tahu. Kemudian saya suruh bapaknya cari (korban). Pokoknya bagaimana pun caranya cari dia, saya pun bimbang. Anak perempuankan. Jangankan anak perempuan, anak laki-laki saja saya bimbang," ungkapnya. 

Lantaran tidak berhasil ditemukan selama lima hari, akhirnya anak ketiga mereka berinisiatif mengunggah informasi kehilangan di Facebook. Hingga Minggu (28/4) malam, pihak keluarga baru mendapatkan informasi tentang keberadaan korban. 

Berdasarkan pengakuan sang anak, dia diperkosa pelaku sebanyak tiga kali. Hal ini juga diperkuat dari keterangan ibu angkat korban yang sempat bertanya langsung kepada korban. 

"Dia kasih tahu ke mamak angkatnya bahwa dia kena perkosa sama om-om itu. Di hotel katanya," ungkapnya. 

Anaknya kini dalam kondisi memprihatinkan. Trauma yang dialami cukup berat. Bahkan, dia tidak mengenali dirinya sendiri. 

"Dia takut sama saya, dengan mamaknya sendiri jak takut. Nangis dia. Endak kenal dia. Malar nangis dia. Jatuh pingsan terus. Berkali-kali jatuh pingsan," ungkapnya. 

Sementara itu, Dir Reskrim Polda Umum Polda Kalbar, Kombes Pol Veris Septiansyah membenarkan hal tersebut. Kejadian ini berawal dari laporan kehilangan anak yang diterima pihaknya dari salah seorang anggota keluarga korban. 

Lima hari yang lalu si korban meninggalkan rumah. Lalu, tepat hari Minggu (29/4) sekitar pukul 14.00 WIB, pihaknya menemukan korban di salah satu hotel di Kota Pontianak bersama seseorang berinisial HW. 

"Jadi setelah dibawa ke Polda, dan diinterogasi, pelaku mengaku bahwa dirinya telah menyetubuhi korban. Diajak berbuat tidak senonoh di TKP," ungkapnya. 

Saat ini, pihaknya masih terus menyelidiki motif pelaku melakukan hal tersebut. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku mengakui perbuatannya. Jika terbukti bersalah, pelaku akan dijerat Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman kurungan di atas lima tahun penjara. 

"Kondisi korban masih mengalami trauma yang cukup berat. Sehingga belum bisa dimintai keterangan," tutupnya. (sms)