Norsan Akui Tak Cukup Bangun Daerah

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 52

Norsan Akui Tak Cukup Bangun Daerah
BONGKAR MUAT – Suasana bongkar muat di sebuah pelabuhan. Kota Pontianak yang memiliki pelabuhan bongkar muat punya pengaruh signifikan menggerakkan ekonomi lingkup provinsi.
PONTIANAK, SP – Minimnya anggaran pembangunan Kalimantan Barat, menyulitkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membangun wilayah.Jumlah anggaran yang cuma Rp 5,2 triliun itu tak sebanding dengan luas wilayah Kalbar. 

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, Senin (29/4). Norsan mengatakan Kalbar merupakan sebuah provinsi keempat yang sangat luas wilayahnya setelah Papua, Kaltim dan Kalteng. Tapi, minim anggaran pembangunan yang hanya sekitar Rp 5,2 triliun. 

Dikatakan bahwa saat ini Provinsi Kalbar memiliki 12 kabupaten dan dua Kota, memiliki 174 kecamatan, 109 kelurahan dan 3.210 desa. 

"Wilayah kita (Kalbar) luas, tapi anggaran pembangunannya hanya 5,2 triliun sehingga anggaran ini tidak memadai untuk membangun Provinsi Kalbar yang miliki luas wilayahnya empat kali pulau Jawa," kata Norsan. 

Kemudian, Provinsi Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia juga dapat diakses melalui jalan darat. Dikatakan, Provinsi Kalbar sedang memprioritaskan pembangunan infrastruktur, namun dana pembangunan dibandingkan dengan provinsi di Pulau Kalimantan itu masih tidak memadai. 

"Anggaran Rp 5,2 triliun sangat tidak memadai," jelasnya.

Ke depan, pembangunan akan menjadi fokus. Pihaknya saat ini sedang melakukan kajian atau mempersiapkan untuk pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR). 

"Mudah-mudahan tahun kedua kami menjabat sebagai Gubernur dan Wagub Kalbar, proses Pemekaran PKR dapat terwujud," jelasnya.

Kalau Provinsi Kalbar sudah memiliki dua provinsi, kata Norsan, maka fokus pembangunan akan menjadi fokus pembangunannya di wilayah masing-masing. 

Namun, yang perlu juga diwaspadai adalah perang semesta dengan negara lain yang akan menguasai Provinsi Kalbar terkait Sumber Daya Alam (SDA). 

"Sumber Daya Alam Kalbar menjadi incaran negara lain untuk dikuasai," ujarnya. 

Potensi SDA yang cukup banyak, kata Norsan, mendukung kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan perekonomian. SDA yang ada mesti selalu dikelola dan dijaga dengan baik demi keberlangsungan kehidupan masyarakat ke depan.

"Guna mengelola dan menjadi sumber daya alam yang ada, diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat meliputi penyiapan kawasan strategis provinsi dan membangun hilirisasi idustri," ingatnya. 

Sesuai RTRW Provinsi Kalbar (Perda Nomor 10 Tahun 2014), Kawasan Strategis Provinsi adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup provinsi terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan.

Ia membeberkan kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi meliputi kawasan metropolitan Pontianak meliputi Kota Pontianak dan sekitarnya dengan sektor unggulan perdagangan dan jasa, industri, dan pariwisata.

Sedangkan Kawasan Pelabuhan Kecamatan Sungai Kunyit dan sekitarnya dengan sektor unggulan industry. Kawasan Industri Tayan dengan sektor unggulan pertambangan, perkebunan, dan industry. Kawasan Industri Semparuk dengan sektor unggulan pertanian dan industry. 

Kawasan Industri Tanjung Api dengan sektor unggulan pertambangan. Kawasan Industri Mandor dengan sektor unggulan karet, kelapa sawit, dan pertambangan.

Kawasan Industri Matan Hilir Selatan dan Kendawangan dengan sektor unggulan pertambangan, perkebunan, dan industry. Kawasan pertambangan bauksit di Kabupaten Sanggau, Ketapang, Landak, dan Mempawah dengan sektor unggulan pertambangan. Kawasan pertambangan batubara di Kabupaten Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu dengan sektor unggulan pertambangan.

"Sedangkan Kawasan Pariwisata Pasir Panjang dan sekitarnya di Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang dengan sektor unggulan pariwisata, industri, dan perikanan,” jelasnya. 

Kawasan Manismata-Sukaramai dengan sektor unggulan perkebunan dan industry. Adapun kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang dengan sektor unggulan perikanan dan pariwisata. (iat/bah)