Senin, 23 September 2019


Aminuddin: Peran Pendamping Desa Mesti Optimal

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 79
Aminuddin: Peran Pendamping Desa Mesti Optimal

Ilustrasi budidaya sayuran di desa

PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalimantan Barat, Aminuddin menilai peran pendamping desa sangat penting dalam meningkatkan pembangunan di desa.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada pendamping desa untuk menjalankan tanggung jawab sebagai mana yang telah diamanahkan ketika ditunjuk sebagai pendamping. 

"Saya mengimbau kepada pendamping desa agar berperan sebagai pendamping yang betul-betul memberikan bantuan dan dukungan kerja kepada perangkat desa," tutur Aminuddin ketika ditemui di kantornya, Rabu (8/5). 

Pendamping desa harus berusaha memberikan pendampingan maksimal dengan aparatur desa. 

Kalaupun ada sedikit kendala mengenai hubungan dengan kepala desa. Diharapkan pandai membawa diri, karena bagaimanapun sebagai pendamping harus pandai beradaptasi.

"Pendamping harus pandai mendekatkan diri, dengan orang yang didampingi. Jangan membuat jarak, nanti ndak dipakai oleh desa lalu ndak berperan," tutur dia. 

Ia sangat berharap pendamping desa benar-benar mampu berdampingan dengan aparatur, lembaga, atau pemerintahan desa. Serta betul-betul berperan membantu desa, apapun yang bisa dibantu sesuai dengan keahlian masing-masing. 

Misal, kalau pendamping desa lihai atau ahli di bidang konstruksi, maka bisa membantu perencanaan pembangunan fisik di desa. Kalau sarjana ekonomi, bisa membantu mengembangkan BUMDes dan sebagainya.

"Intinya pendamping harus mampu membantu mendongkrak pembangunan di desa. Hal-hal seperti itu tugas pendamping, memberikan masukan apabila dia turun lansung juga," jelas dia.

Namun, dirinya menyadari bahwa ada beberapa pendamping desa yang harus mendampingi lebih dari satu desa. Hal tersebut yang juga menjadi kendala tidak maksimalnya kinerja pendamping desa.

"Pendamping ini masih terbatas. Ada yang satu orang sampai pegang tiga desa. Adanya yang merangkap karena kurangnya jumlah pendamping desa separuh dari jumlah desa," ungkapnya.

Selain itu, dirinya berharap masyarakat terlibat juga meningkatkan pembangunan di desa. Karena partisipasi masyarakat juga tidak kalah penting. 

Kemudian, desa juga harus mampu menyadarkan masyarakat terkait dengan partisipasi tersebut. Penting bagi desa memanfaatkan sumber daya manusia di desa, dalam hal ini misalnya dalam pembangunan infrastruktur fisik, desa memberikan upah kepada orang yang dari desa tersebut. 

"Jangan gunakan orang luar sehingga perekonomian berputar di desa tersebut. Kemudian, desa juga harus mampu mengajak masyarakat untuk gotong royong," jelas dia. 

Menurut dia, partisipasi tersebut tergantung dari kepala desa apakah mau melibatkan atau tidak. Karena ia menilai sejauh masyarakat di daerah budaya gotong royong masih terjaga. 

Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten, menurut dia, akan mendorong pemerintah desa untuk mengembangkan sumber daya yang ada di desa. Misalnya dengan melakukan pemberdayaan masyarakat agar keahlian mereka meningkat.

"Dinas Provinsikan akan sulit lansung turun ke desa, tapi kita selalu memberikan pembinaan kepada mereka. Agar pemerintah desa mampu meningkatkan sumber daya manusia di desa, dengan memberikan pelatihan atau kegiatan lainnya," pungkasnya.

Sumbangsih pendapat

Sementara Kepala Desa Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya, Musa mengatakan selama ini hubungan dirinya dan pendamping desa sangat baik.

Pendamping desa sangat membantu dirinya dalam menjalankan tugas sebagai kepala desa di parit baru. Ia juga menilai bahwa pendamping desa telah bekerja sesuai dengan tupoksi sebagai yang telah diatur. 

"Jadi dalam meningkatkan kemajuan desa, pendamping desa juga ikut membantu. Walaupun kemajuan itu ditentukan oleh perangkat desa, tapi saran dan pendapat kita dapat juga dari pendamping," jelasnya. 

Menurut dia, pendamping desa parit baru selama ini memantau dan mendorong apa yang menjadi kegiatan dan inovasi desa yang pihaknya lakukan.

"Tapi untuk kegiatan meningkatkan status desa, dari berkembang ke maju atau lainnya. Peran pendamping desa besar sekali dalam membantu kami," jelasnya. 

Dirinya berharap hubungan baik bersama dengan pendamping desa terus terjaga dan bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing. 

Kemudian pendamping desa juga diharapkan tidak mengerjakan sesuai dengan kewajibannya saja. Tapi pendamping desa juga harus membantu dengan inovasi-inovasi yang mereka mampu. 

"Kita tidak berharap pendamping malah didampingi oleh kepala desa, itu terbalik. Pendamping harus betul-betul bekerja dalam rangka untuk memaksimalkan kemajuan desa itu itu sendiri. Tentu mereka mempunyai pola pikir, inovasi dan sebagainya,” pungkasnya. 

Kolaborasi Aktif

Presiden Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak, Zulfikri mengatakan pemerintah desa dan pendamping desa seharusnya menjadi satu kesatuan yang utuh, sekalipun tupoksi kerjanya berbeda. 

Hanya saja ia menilai selama ini masih ditemukan Kepala Desa dan Pendamping Desa hubungannya tidak akur. Biasanya dikarenakan perbedaan pendapat dalam menerapkan ide-ide untuk pembangunan di desa.

Oleh karena itu, penting bagaimana pendamping desa dan pemdes mampu menyatukan persepsi dalam membangun desa. Semuanya harus saling menghargai perbedaan pendapat dan mengenal tupoksi masing-masing.

"Kalau hubungan meraka baik, saya yakin pembangunan desa akan tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih baik. Karena kan pemdes itu eksekusi dan pendamping ini yang memberikan saran, keduanya harus berkolaborasi," jelas dia. 

Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan kepala dinas kabupaten/kota dan provinsi untuk tidak lepas tangan terhadap pemerintah desa, sekalipun secara anggaran pemdes langsung dari pusat. Karena secara struktur pemerintahan kabupaten dan provinsi yang paling terjangkau. 

Oleh karena itu, dinas terkait harus mampu memberikan pembinaan yang tepat sasaran. Bagaimana membuat para aparatur pemerintah desa mempunyai inovasi dalam menjalankan roda pemerintahan. 

Sekaligus bagaimana mereka mampu membangun hubungan baik antara pendamping dan pemdes.

"Dinas kabupaten dan provinsi tidak kalah penting dalam meningkatkan pembangunan di desa. Misalnya dengan memberikan pelatihan kepada aparatur desa dan sebagainya," pungkasnya. (iat/bah)