Jumat, 06 Desember 2019


Kasus AU Berakhir Damai dengan Tiga Syarat

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 442
Kasus AU Berakhir Damai dengan Tiga Syarat

ilustrasi.

PONTIANAK, SP - Upaya diversi ketiga kasus pengeroyokan remaja SMP, AU oleh tiga orang pelajar SMA yang sempat viral beberapa waktu lalu kembali dilakukan, Selasa (14/5). Bertempat di Pengadilan Negeri Pontianak, diversi ini menemukan titik terang, yakni damai bersyarat. 

Kedua belah pihak akan menyepakati proses damai sebagai hasil diversi ini. Hanya saja, untuk menuju ke arah itu, pihak pelaku diberi tiga syarat, di antaranya adalah keluarga pelaku harus datang bersilaturahmi ke keluarga korban. Yang kedua, pihak pelaku harus menyampaikan permohonan maaf di media sosial dan media mainstream selama tiga hari berturut-turut dan yang terakhir, pelaku tetap dikenakan sanksi sosial oleh Bapas. 

Hal ini dibenarkan oleh kuasa hukum AU, Daniel Edward Tangkau saat ditemui usai melakukan proses diversi. 

Kata dia, hari ini masih proses menuju kesepakatan damai tersebut. Kedua belah pihak sepakat, 23 Mei 2019 nanti akan ditandatangani kesepakatan bersama.

Kesepakatan ini dilakukan memandang masa depan kedua belah pihak masih sangat panjang, dan tentunya ketika proses diversi damai tidak ditemukan, proses hukum di dalam pengadilan akan berdampak pada masa depan kedua belah pihak. 

"Karena mereka masih kecil, nanti mereka bergaul nanti ketika mereka besar ketemu lagi. Masih tertanam rasa dendam di dalam hati," ucapnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak, Udjianti mengatakan perkara anak di bawah umur wajib dilakukan diversi. Dalam Undang-Undang Pengadilan Anak, upaya diversi dilakukan selama satu bulan. Dalam satu bulan tersebut, bisa dilakukan semaksimal mungkin proses diversi hingga mencapai kesepakatan. 

Selain itu, dirinya meminta agar semua pihak menyepakati proses damai dalam diversi ini.

"Minta doanya semoga selesai dengan baik" tutupnya. (sms)