Nilai UN Kalbar Naik Peringkat

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 277

Nilai UN Kalbar Naik Peringkat
UNBK – Para murid sedang khusyuk mengerjakan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Di Kalbar, nilai UN naik peringkat ke posisi 14 dari 18 secara nasional.
PONTIANAK, SP – Nilai Ujian Nasional (UN) SMA/SMK dan Paket C mengalami kenaikan peringkat dan ekspansi penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mencapai angka 100%.

Hal ini berdasarkan hasil Ujian Nasional tingkat SMA/SMK yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 

"Alhamdulillah, ekspansi penyelenggaraan UNBK diiringi dengan kenaikan peringkat Nilai UN Kalbar di tingkat nasional, di mana sebelumnya Kalbar di peringkat 18 naik ke posisi 14," ungkap Ketua Panitia UN Kalimantan Barat, Urai Muhani kepada awak media, Senin (13/5).

Kenaikan peringkat tersebut dikarenakan kerja sama semua pihak. Hal tersebut juga sesuai dengan target pihaknya di mana sebelumya dinas pendidikan juga menegaskan bahwa akan melakukan peningkatan hasil.

"Peningkatan ini karena usaha dari masing-masing komponen, baik dinas maupun guru-guru di sekolah. Mereka sangat membantu untuk mencapai target kita," katanya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan terdapat tiga siswa yang mendapat nilai 100 untuk tiga mata pelajaran yang diujikan yakni satu siswa SMK dan dua siswa SMA.

Adapun ketiga siswa tersebut adalah Hans Jonathan dari SMK Imanuel Pontianak dengan total nilai 398.00 terdiri dari mata pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia (BIN) 100.00, Inggris (ING) 98.00, Matematika (MAT) 100.00, Kelompok Mata Pelajaran Peminatan (KMP) 100.00.

Sedangkan Yughie Yunior Alvadivia  dari SMA 1 Pontianak memperoleh nilai total 392.00 dengan rincian Mapel BIN 92.00, ING 100.00, MAT 100.00, FIS 100.00.

Dan terakhir dari SMA Gembala Baik Pontianak atas nama Natasya total nilai 387.50 dengan rincian Mapel BIN 100.00, ING 100.00, MAT, 100.00, KIM 87.50.

"Dari Pemrov akan memberikan apresiasi berupa bonus dan beasiswa pendidikan untuk mereka yang berprestasi. Untuk besaran nanti akan ditentukan kemudian," ungkapnya.

Adapun evaluasi penyelenggaraan UN di Kalbar, di mana pada proses UN di SMK mengalami kendala susah sinyal dan lampu padam. Untuk SMA/MA sampai pada Ujian Paket tidak mengalami masalah.

Namun, kata dia, yang mengalami gangguan kemarin sudah mengikuti ujian nasional susulan dan tidak ada masalah lagi.

Menurut dia, penentuan kelulusan diatur oleh satuan pendidikan atau pihak sekolah. Memang hasil ujian nasional ini tidak mempengaruhi kelulusan siswa, tapi syarat kriteria kelulusan salah satunya mengikuti UNBK.

"Hasil UN bukan penentu kelulusan peserta didik, namun mengikuti UNBK sebagai syarat wajib untuk kelulusan peserta didik. Jadi, kalau siswa tidak ikut UN tidak bisa lulus, walaupun ada kriteria lainnya," tuturnya.

Tidak hanya puas masuk 15 besar nasional, pihaknya sudah mengincar target untuk meningkatkan prestasi di tahun depan dengan target masuk 10 besar nasional.

Untuk mencapai target itu bisa dimulai dari kualitas proses pembelajaran, di mana pihaknya akan meningkatkan mutu, baik guru maupun sarana dan prasarana.

"Semangat itu yang harus kita bangun. Anak-anak kita punya IQ maupun totalitas yang tidak kalah dengan mereka yang masuk 10 besar nasional. Semangat juang baik dari siswa maupun gurunya itu yang kita bangun," jelas dia.

Selain itu, ke depan kepala sekolah juga harus mempunyai target yang lebih dari sebelumnya.

"Bagaimana anggaran yang sudah dikucurkan ke dunia pendidikan sejalan dengan peningkatan mutu pendidikan di Kalbar," pungkasnya. (iat/bah)

Alat Ukur Prestasi 

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menjanjikan akan memberikan hadiah untuk para peserta yang mampu meraih nilai sempurna pada pelaksaan UNBK tahun 2019.

"Ada empat mata pelajaran yang diujiankan, kalau ada (peserta) tiga mata pelajaran yang mendapatkan nilai 10, dia dapat hadiah 10 juta dari saya pribadi," ungkap Midji ketika meninjau pelaksanaan UNBK di SMK Negeri 1 Kota Pontianak pada akhir Maret lalu.

Dalam kesempatan itu, Midji juga mengungkapkan sarana dan prasarana pendidikan menjadi prioritas dirinya selama menjadi orang nomor satu di Kalbar. Di mana banyak anggaran pendidikan diarahkan untuk memenuhi sarana dan prasarana sekolah. 

"Target saya tidak ada kursi yang reot-reot di sekolah," katanya.

Ketika ditanya terkait dengan wacana dihapuskan Ujian Nasional (UN), Midji mengatakan dirinya tidak sepakat. Ia menanyakan balik apabila UN dihapuskan, apa yang akan menjadi parameter ukur. 

Midji meminta UN untuk tidak dipolitisir secara berlebihan. Menurut dia, UN bertujuan untuk mengevaluasi, dengan adanya UN terdapat media ukur evaluasi bagi peserta didik.

"Kemudian, UN untuk kita melakukan pemetaan berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Jadi ada media ukurnya. Nah, kalau UN dihapus bagaimana kita membuat standarnya atau tolak ukur," ujar dia. 

Ia melanjutkan, harus ada nilai. Menurut dia, setiap negara pasti mempunyai tolak ukur pendidikan. 

"Kalau mata pelajaran saya setuju jangan terlalu banyak. Karena Finlandia itu setahu saya, tidak banyak mata pelajaran tingkat SMA," ujar dia. 

Masalah pendidikan, kata dia, memang mahal, termasuk UN. Tapi tak boleh mengukur itu dari segi biaya, karena itu merupakan kebutuhan dunia pendidikan. 

"Harus ada evaluasi, di mana ujian itu bagian dari evaluasi. Sehingga kita bisa tahu kelemahan-kelemahannya di mana. Jangan ngumbar hal-hal yang sudah diputus, ini biaya mengkaji mahal. Anak-anak saya tanya, masih mau ujian atau ndak. Mereka bilang masih mau ujian, supaya tahu nilai kita berapa, peringkat kita berapa dan sebagainya," ujar dia. (iat/bah)