Manfaatkan Ramadan untuk Capai Zona Integritas Bebas Korupsi

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 84

Manfaatkan Ramadan untuk Capai Zona Integritas Bebas Korupsi
PEMBINAAN JAJARAN - Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN, Muhammad Rizal Martua Damanik melakukan pembinaan kepada seluruh jajaran pegawai BKKBN Kalbar dan Penyuluh Keluarga Berencana Kota Pontianak di Aula Kencana BKKBN Kalbar, Senin (13/5
PONTIANAK, SP - Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Muhammad Rizal Martua Damanik meminta semua pegawai BKKBN Perwakilan Kalbar untuk memaknai Ramadan dengan sepenuh hati.

Ia mengatakan, puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga akan tetapi juga dituntut perubahan terhadap setiap individu.

"Pada saat usai Ramadan, seharusnya ada perubahan terhadap masing-masing orang, begitu juga kepada pegawai BKKBN Kalbar," kata Rizal. 
Hal itu disampaikannya saat memberikan pembinaan pada seluruh jajaran pegawai BKKBN Kalbar dan Penyuluh Keluarga Berencana Kota Pontianak. Pembinaan pegawai yang dilakukan deputi dalam rangka pelaksanaan SPIP menuju zona integritas wilayah bebas korupsi.

“Jangan sampai merugi bagi orang yang mengalami Ramadan tapi tidak mendapatkan apa-apa. Artinya, setiap orang harus bersukacita dengan datangnya Ramadan dan bersedih dengan perginya Ramadan,” katanya. 

Dirinya sangat yakin jika BKKBN Perwakilan Kalbar akan bisa memasuki zona integritas bebas korupsi. Ia menjelaskan, inti dari zona bebas korupsi adalah jujur, dan puasa telah mengajarkan semua orang untuk tetap jujur.

"Saya sangat optimis bahwa ASN di bawah pimpinan Kepala BKKBN Kalbar, Kusmana serta seluruh keluarga besar bisa berhasil memasuki zona integritas bebas korupsi. Hal itu dilandasi karena selama bulan puasa telah dilatih dengan baik," tutupnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Kalbar, Kusmana mengatakan, hal ini dalam rangkaian membina dan membina karyawan untuk menuju yang telah dicita-citakan. Apalagi pada saat momentum bulan puasa, hal ini tentunya bisa dikaitkan dalam siklus kehidupan.

"Momentum bulan puasa sangat tepat untuk mengimplementasikan tentang fungsi keluarga," ucapnya.

Ia menyampaikan, semuanya jika dilaksanakan dengan sebaik-baiknya akan berdampak pada satu kondisi, di mana setiap orang akan bisa menjalankan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 

Ia juga mengatakan, tantangan ke depan yang akan dihadapi tentu masih ada. Akan tetapi hal tersebut menurutnya merupakan sebuah peluang yang harus dimanfaatkan. 

"Program sekolah gratis dari pemerintah provinsi juga sangat membantu BKKBN," tutupnya. (din/bah)