Pilih Takjil Higienis dan Kebersihan Tempat Jualan

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 69

Pilih Takjil Higienis dan Kebersihan Tempat Jualan
TAKJIL – Pasar juadah atau warung Ramadan banyak bertebaran di lingkungan masyarakat saat Ramadan. Warga diminta selektif memilih takjil agar kesehatan terjaga.
Masyarakat diminta menjaga kesehatan saat bulan puasa Ramadan dengan membeli jajanan berbuka memerhatikan higienis jajanan yang dibeli. 

Demikian yang disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harry Agung, kemarin. 

"Bulan Ramadan ini biasanya banyak masyarakat yang membeli takjil. Harus diperhatikan sisi higienisnya," tuturnya. 

Harry mengatakan bahwa pihaknya nanti akan rutin memonitor dan mengawasi makanan-makanan tersebut bersama BPOM dan pihak terkait.

"Kita akan melakukan program pengawasan makanan dan minuman, khususnya produksi pabrikan," tuturnya.

Menurut Harry, masyarakat harus memilih dan memilah dengan baik jajanan untuk berbuka puasa, baik dari sisi kemasan, tempat berjualan dan sebagainya. Sebab, hal tersebut memengaruhi kesehatan. 

“Jangan sampai masyakarat membeli jajanan untuk berbuka puasa sembarangan. Dalam hal makanan, yang harus diperhatikan segi kebersihan. Artinya makanan itu dikemas dengan baik agar makanan tersebut tidak terkontaminasi kotoran lingkungan," jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat yang menjual takjil memerhatikan higienis produk yang dijualnya pula. Misalnya, ada makanan yang terbuka, namun ketika berjualan harus tertutup. 

Apalagi ketika berjualan di tepi jalan, yang notabene banyak kendaraan lewat dan berdebu. Tentu ini juga harus diperhatikan oleh para penjual. 

Kemudian, kualitas makanan harus dijaga pula. Sebab, tidak sedikit yang berjualan makanan yang mudah basi. Artinya, dari sisi pembuatan harus tepat waktu. Ketika dijual kondisi makanan masih tetap baik. 

"Mmakanan itu punya rentan waktu. Ini harus diperhatikan oleh masyarakat ketika membeli," ujarnya. 

Menurutnya, pada Ramadan akan terjadi perubahan jadwal makan bagi masyarakat yang menunaikan ibadah puasa. Hal ini butuh adaptasi dengan kondisi yang ada.

Dirinya menjelaskan penting bagi masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat pada saat berbuka maupun sahur.

"Baik berbuka maupun ketika sahur, harus mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung gizi dan kalori yang cukup," jelasnya.

Sementara Gubernur Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak, Syarif Rizki Alkadri menegaskan menjadi kewajiban pemerintah untuk mengawasi jajanan untuk berbuka puasa, khususnya takjil yang dijual di tepi jalan. 

Sebab, takjil yang dijual di tepi jalan mudah sekali terkena paparan kontaminasi debu jalan maupun debu kendaraan yang mempunyai kandungan tidak bagus. 

"Itu sangat berbahaya untuk kesehatan masyarakat. Pemerintah bisa melakukan pengecekan melalui dinas kesehatan untuk sanitasi makanannya, dari mulai pengolahan, penyajian, kandungan gizi dan nutrisi yang ada dalam makanan," tuturnya. 

Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan selama bulan puasa. Sebenarnya, perubahan pola makan bulan Ramadan hanya pada waktu saja. 

"Kandungan kalori perlu diperhatikan. Polanya hampir sama saja, cuma tadinya siang ke malam saja yang beda," ujarnya.

"Masyarakat harus mampu menjaga asupan makanan. Jangan lupa juga untuk melakukan sahur karena itu penting," tambahnya.

Ia kembali mengingat peran penting dari dinas pendidikan terkait pengawasan tersebut. Sebab, jarang sekali pihaknya melihat pihak terkait mengecek jajanan untuk berbuka puasa tersebut.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa kepengurusan BEM yang dirinya pimpin juga memberikan pengetahuan terkait hal tersebut kepada masyarakat. 

"Kami ada juga melakukan edukasi kepada masyarakat," jelasnya. (giat anshorrahman/bah)